Tren Pasar

Daftar 34 Saham Milik BPJS Ketenagakerjaan, Apa Saja Isinya?

  • Daftar lengkap 34 saham milik BPJS Ketenagakerjaan (DJS JHT) terbaru berdasarkan aturan transparansi BEI. Cek porsi kepemilikan emiten blue chip di sini!
<p>Peserta BP Jamsostek berkomunikasi dengan petugas pelayanan saat melakukan klaim melalui Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) di kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Jakarta, Jum&#8217;at, 10 Juli 2020. Seiring dengan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja di tengah pandemi Covid-19, klaim BPJS Ketenagakerjaan turut melonjak. Pencairan tabungan di BP Jamsostek menjadi alternatif untuk mendukung daya beli pekerja yang tergerus. Sementara dalam rangka adaptasi kebiasaan baru dan untuk memutus penyebaran virus corona, BP Jamsostek telah menerapkan protokol pelayanan secara daring dan tanpa pertemuan secara fisik. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Peserta BP Jamsostek berkomunikasi dengan petugas pelayanan saat melakukan klaim melalui Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) di kantor Cabang Jakarta Menara Jamsostek, Jakarta, Jum’at, 10 Juli 2020. Seiring dengan meningkatnya gelombang pemutusan hubungan kerja di tengah pandemi Covid-19, klaim BPJS Ketenagakerjaan turut melonjak. Pencairan tabungan di BP Jamsostek menjadi alternatif untuk mendukung daya beli pekerja yang tergerus. Sementara dalam rangka adaptasi kebiasaan baru dan untuk memutus penyebaran virus corona, BP Jamsostek telah menerapkan protokol pelayanan secara daring dan tanpa pertemuan secara fisik. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Masyarakat kini dapat memantau rincian portofolio saham milik BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya. Transparansi ini memungkinkan publik ikut mengawasi tata kelola dana kelolaan lembaga negara tersebut yang tercatat atas nama “DJS Ketenagakerjaan Program Jaminan Hari Tua”.

Keterbukaan data ini merupakan implementasi dari aturan terbaru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mewajibkan pengungkapan daftar pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 3 Maret 2026, kebijakan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi transparansi di pasar modal nasional.

Hasil penelusuran TrenAsia.id menunjukkan bahwa hampir seluruh dari 34 emiten yang dikoleksi memiliki fundamental kuat. Pengecualian hanya terlihat pada saham WSKT yang saat ini masih dalam status suspensi akibat proses restrukturisasi utang. Langkah investasi strategis ini diharapkan mampu menjaga nilai dana jaminan pekerja dan memberikan imbal hasil maksimal di masa depan.

Koleksi Saham Perbankan Raksasa

Sektor perbankan menjadi tumpuan utama keranjang portofolio milik institusi ini. Mereka memegang aset di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak 1,65 miliar lembar untuk porsi 1,09% serta PT Bank Mandiri Tbk bersandi BMRI sejumlah 1,24 miliar lembar berbobot 1,33%.

Langkah agresif di sektor finansial berlanjut lewat PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BBNI sejumlah 1,30 miliar lembar dengan tingkat porsi 3,51%. Institusi ini juga mengamankan saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebanyak 389,27 juta lembar yang mencapai 2,77%.

Sektor telekomunikasi dan otomotif berskala nasional turut menghiasi keranjang portofolio lewat PT Telkom Indonesia Tbk atau TLKM sebesar 2,37 miliar lembar untuk porsi 2,40%. Ada pula saham PT Astra International Tbk (ASII) sejumlah 1,10 miliar lembar yang bernilai setara 2,74%.

Dominasi Emiten Pertambangan

Beralih menuju industri energi, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dikoleksi sebanyak 527,10 juta lembar untuk 2,15% dan 345,93 juta lembar untuk 1,41%. Saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) dibeli 188,39 juta lembar sebesar 1,39% dan 146,51 juta porsi 1,08%.

Lembaga ini turut mempercayakan modalnya pada PT Vale Indonesia Tbk atau INCO sebanyak 237,24 juta lembar yang mencerminkan komposisi 2,25%. Mereka juga resmi mengamankan investasi di PT Indo Tambangraya Megah Tbk bersandi ITMG sebanyak 11,84 juta lembar yang setara dengan porsi 1,05%.

Keranjang mineral tersebut semakin padat dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sejumlah 177,16 juta lembar sebesar 1,54%. Aset PT Timah Tbk bersandi TINS mencapai 124,14 juta lembar sebesar 1,67%, serta PT Medco Energi Internasional Tbk atau MEDC sebanyak 254,91 juta porsi 1,01%.

Emiten Konsumer dan Infrastruktur

Selain perbankan dan energi, BPJS juga melirik saham konsumer di man emiten PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk atau ICBP juga masuk keranjang investasi sebesar 217,42 juta lembar porsi 1,86%. Induknya PT Indofood Sukses Makmur Tbk atau INDF dikoleksi 328,29 juta sebesar 3,74%, lalu produk PT Unilever Indonesia Tbk bersandi UNVR diborong 404,21 juta lembar untuk 1,06%.

Selain itu, ritel farmasi menyusul. Aset PT Kalbe Farma Tbk bersandi KLBF dibeli 939,05 juta porsi 2,01%. Saham PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAPI diamankan 624,07 juta porsi 3,76%. PT Erajaya Swasembada Tbk atau ERAA dibeli 414,45 juta porsi 2,60% serta 358,70 juta porsi 2,25%.

Adapun pembangunan infrastruktur diisi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sejumlah 606,21 juta porsi 2,50% dan 329,24 juta porsi 1,36%. Saham PT Jasa Marga Tbk bersandi JSMR dibeli 247,52 juta porsi 3,41%, serta PT Sarana Menara Nusantara Tbk sebesar 1,07 miliar porsi 1,83%.

Jejak Saham Konstruksi Properti

Emiten konstruksi pelat merah tak luput dari bidikan. PT PP Tbk atau PTPP dikoleksi sebanyak 210,42 juta lembar untuk 3,39% dan 63,16 juta lembar porsi 1,02%. Saham PT Waskita Karya Tbk bersandi WSKT dibeli 436,46 juta lembar yang mencerminkan tingkat kepemilikan sebesar 1,52%.

Anak usahanya yakni PT Wijaya Karya Beton Tbk atau WTON turut diamankan sebanyak 243,61 juta lembar untuk komposisi 2,80%. Portofolio beralih menuju properti dengan PT Summarecon Agung Tbk bersandi SMRA dikoleksi secara langsung sebanyak 435,97 juta lembar yang bernilai setara tingkat porsi 2,64%.

Geliat industri perumahan direpresentasikan oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk atau BSDE yang dipegang sebanyak 572,12 juta lembar, setara dengan porsi mutlak 2,70%. Adapula kepemilikan saham PT Ciputra Development Tbkbersandi CTRA sejumlah 279,93 juta lembar yang mencatatkan komposisi kepemilikan solid sebesar 1,51%.

Barisan Semen Agrikultur Alat Berat

Sektor material bangunan dasar terwakili oleh saham PT Semen Indonesia Tbk bersandi SMGR sebanyak 230,98 juta lembar untuk komposisi 3,42%. Selanjutnya, portofolio juga memasukkan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbkbersandi INTP sejumlah 102,51 juta lembar yang setara dengan tingkat porsi mutlak 2,92%.

Sektor agrikultur dicatat lewat PT Astra Agro Lestari Tbk atau AALI yang dikoleksi 41,97 juta lembar porsi 2,18%. Saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk bersandi LSIP diamankan 300,92 juta porsi 4,41%, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dibeli 263,75 juta porsi 1,61%.