Tren Pasar

CMRY Tebar Dividen 18 September, Cek Prospek Jangka Panjangnya

  • Cimory (CMRY) akan membayar dividen interim Rp100 per saham pada 18 September 2026. Cek jadwal dividen dan kinerja keuangan semester I 2026.
tantio, Chairman PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory Group) / Dok. Cimory
Bambang Sutantio, Chairman PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory Group) / Dok. Cimory (Cimory.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) atau Cimory akan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp793,47 miliar kepada pemegang saham. Dividen tersebut setara dengan Rp100 per saham dan akan dibayarkan pada 18 September 2026.

Pembagian dividen interim  mencerminkan kinerja keuangan Cimory yang masih tumbuh pada semester I 2026. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan CMRY mencapai sekitar Rp6,50 triliun, meningkat 25,49% secara tahunan dibandingkan Rp5,14 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sekitar Rp1,17 triliun hingga Rp1,20 triliun, naik dibandingkan laba bersih Rp993,87 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan nilai dividen Rp100 per saham, dividend payout ratio CMRY berada di kisaran 67,8% dari laba semester I 2026. Adapun dividend yield berdasarkan harga saham Rp4.640 berada di sekitar 2,16%.

Investor yang ingin mendapatkan dividen interim CMRY perlu memperhatikan jadwal pembagian dividen yang telah ditetapkan perseroan.

Baca juga : Melemah, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 27 Agustus 2026?

Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, cum dividen ditetapkan pada 3 September 2026, sedangkan ex dividen berlangsung pada 4 September 2026. Recording date ditetapkan pada 7 September 2026 dan pembayaran dividen dilakukan pada 18 September 2026.

Sementara itu, untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 7 September 2026 dan ex dividen pada 8 September 2026. Recording date tetap pada 7 September 2026, dengan pembayaran dividen pada 18 September 2026.

Dengan demikian, investor yang ingin memperoleh dividen melalui mekanisme pasar reguler harus memiliki saham CMRY hingga akhir perdagangan pada 3 September 2026. Saham yang dibeli pada tanggal ex dividen, yakni 4 September 2026, tidak lagi memberikan hak atas dividen interim tersebut.

Kinerja Cimory

Pertumbuhan kinerja CMRY pada semester I 2026 terutama ditopang oleh peningkatan penjualan produk olahan susu. Pendapatan perseroan dari segmen produk olahan susu mencapai Rp2,77 triliun, melonjak 54,34% dibandingkan Rp1,79 triliun pada semester I 2025.

Sementara itu, segmen makanan konsumsi masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai sekitar Rp3,68 triliun. Angka tersebut tumbuh 10,03% dibandingkan Rp3,35 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan bisnis dairy menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kinerja Cimory. Perseroan juga memperluas portofolio produk, termasuk susu UHT kemasan 125 ml yang mulai diluncurkan sejak Januari 2026.

Selain ekspansi produk dan distribusi, kontribusi dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah turut menjadi salah satu peluang pertumbuhan bagi bisnis Cimory.

Meski pendapatan dan laba meningkat, Cimory masih menghadapi tantangan dari sisi margin keuntungan. Gross profit margin perseroan berada di sekitar 43,3%, dengan tekanan terutama berasal dari kenaikan biaya bahan baku.

Salah satu bahan baku yang menjadi perhatian adalah skimmed milk powder atau susu bubuk skim. Kenaikan harga bahan baku tersebut dapat meningkatkan biaya produksi dan menekan margin apabila tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual maupun efisiensi operasional.

Baca juga : IHSG Dibuka Stagnan Jelang Demo 27 Agustus

Selain harga bahan baku, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi risiko bagi perusahaan yang memiliki kebutuhan bahan baku impor.

Dari sisi neraca, total aset CMRY per Juni 2026 mencapai sekitar Rp9,24 triliun. Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp2,08 triliun dan total ekuitas mencapai Rp7,16 triliun.

Perseroan juga mencatat saldo laba ditahan sekitar Rp3,33 triliun pada akhir Juni 2026. Struktur neraca tersebut menjadi salah satu penopang kemampuan perusahaan untuk menjalankan ekspansi sekaligus membagikan dividen kepada pemegang saham.

Prospek CMRY Masih Bertumpu pada Bisnis Dairy

Ke depan, pertumbuhan segmen dairy diperkirakan masih menjadi salah satu katalis utama bagi CMRY. Inovasi produk, perluasan jaringan distribusi, serta peluang ekspor dapat membuka sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Program MBG juga berpotensi menjadi tambahan permintaan bagi produk makanan dan minuman bergizi, meskipun kontribusinya terhadap kinerja perusahaan tetap perlu dilihat dari perkembangan implementasi program tersebut.

Baca juga : Demo 27 Agustus dan Daya Beli Warga yang Terus Tergerus

Manajemen memproyeksikan pendapatan CMRY pada 2026 dapat mencapai sekitar Rp12,86 triliun, tumbuh 19,9% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan sejumlah risiko, mulai dari kenaikan harga bahan baku, volatilitas nilai tukar rupiah, persaingan industri FMCG, hingga potensi pelemahan daya beli masyarakat.

Dengan kinerja semester I 2026 yang masih tumbuh dan pembagian dividen interim Rp100 per saham, CMRY menjadi salah satu emiten sektor konsumer yang menarik untuk diperhatikan investor menjelang periode pembagian dividen September 2026.