Bedah Saham DEWA: Kinerja, Prospek Bisnis dan Dividen Perdana
- DEWA menjadi top gainer LQ45 usai membayar dividen perdana. Berikut ulasan bisnis, kinerja 2025, ekspansi, hingga target harga saham dari analis.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali menjadi pusat perhatian pelaku pasar. Emiten jasa kontraktor pertambangan tersebut melanjutkan tren penguatan yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.
Pada sesi perdagangan pagi, Jumat 31 Juli 2026, saham DEWA sempat melonjak hingga Rp476 atau naik 5,78%, sebelum bergerak stabil di kisaran Rp464 menjelang penutupan sesi I pada pukul 11.40 WIB. Penguatan tersebut menempatkan DEWA sebagai salah satu saham dengan kenaikan terbesar di kelompok LQ45 pada perdagangan hari ini.
Reli saham DEWA bertepatan dengan tanggal pembayaran dividen tunai perdana dalam sejarah perseroan, yang menjadi tonggak penting sejak perusahaan berdiri.
Sentimen positif tersebut semakin diperkuat oleh fundamental perusahaan yang terus membaik, ekspansi ke sejumlah lini bisnis baru, lonjakan kinerja keuangan, serta prospek pertumbuhan yang masih dinilai menarik oleh para analis.
DEWA Jadi Top Gainer LQ45
Perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Jumat dibuka positif. Pada pukul 09.00 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 39,08 poin atau 0,63% ke level 6.225,43.
Di tengah penguatan indeks tersebut, saham DEWA memimpin daftar saham dengan kenaikan terbesar di kelompok LQ45. Daftar top gainers LQ45 pada perdagangan pagi terdiri dari,
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) naik sekitar 5,78%
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menguat 3,08%
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 2,47%
Sementara itu, aktivitas perdagangan pada sesi pagi mencatat volume transaksi mencapai 1,42 miliar saham dengan nilai sekitar Rp613,75 miliar.
Baca juga : Menguat, 1 Dolar AS Berapa Rupiah Hari Ini 31 Juli 2026?

Hari Ini DEWA Membayar Dividen Perdana
Tidak hanya mendapat sentimen dari pergerakan harga saham, 31 Juli 2026 juga menjadi hari bersejarah bagi Darma Henwa karena perusahaan mulai membagikan dividen tunai pertama sejak menjadi perusahaan publik.
Perseroan membagikan dividen sebesar Rp58,6 miliar atau Rp1,5 per saham kepada para pemegang saham. Nilai tersebut setara sekitar,
- 11,4% dari laba inti tahun buku 2025 sebesar Rp514,5 miliar
- 1,36% dari laba bersih 2025 yang mencapai Rp4,31 triliun
Jika dihitung menggunakan harga penutupan Rp284 per saham pada 30 Juni 2026, dividend yield DEWA berada di kisaran 0,53%. Sebelumnya, jadwal pembagian dividen telah melalui tahapan,
- Cum dividen pasar reguler dan negosiasi: 7 Juli 2026
- Ex dividen pasar reguler dan negosiasi: 8 Juli 2026
- Cum dividen pasar tunai: 9 Juli 2026
- Ex dividen pasar tunai: 10 Juli 2026
- Recording date: 9 Juli 2026
- Pembayaran dividen: 31 Juli 2026
Direktur Darma Henwa, Ricardo Silaen, menyatakan pembagian dividen perdana tersebut menjadi refleksi semakin kuatnya fundamental perusahaan sekaligus menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek usaha pada masa mendatang.
Apa Bisnis PT Darma Henwa Tbk?
PT Darma Henwa Tbk merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa kontraktor pertambangan terintegrasi di Indonesia. Perusahaan menyediakan berbagai layanan yang mencakup hampir seluruh aktivitas operasional tambang, mulai dari tahap persiapan hingga produksi.
Ruang lingkup usaha DEWA meliputi:
- land clearing atau pembersihan lahan
- top soiling atau pengerukan lapisan tanah pucuk
- drilling and blasting atau pengeboran serta peledakan
- overburden removal atau pengupasan lapisan tanah penutup
- coal getting atau pengambilan batubara
- run of mine atau pengelolaan material tambang
Seluruh aktivitas tersebut dijalankan melalui dua segmen utama, yakni jasa pertambangan dan jasa lainnya. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan semakin agresif memperluas cakupan bisnisnya.
Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: DEWA dan CUAN Ngebut, MAPI Loyo
Ekspansi ke Kelistrikan, Infrastruktur hingga Hotel
Tidak hanya bergantung pada jasa kontraktor tambang, DEWA mulai memperluas sumber pendapatan melalui pembentukan sejumlah anak usaha baru. Pada Juli 2026, perusahaan mendirikan tiga entitas baru yang bergerak di sektor:
- kelistrikan (power)
- infrastruktur
- hospitality melalui PT DH Arunika Hospitality
Langkah tersebut menunjukkan strategi diversifikasi bisnis yang mulai dilakukan perseroan di luar bisnis inti pertambangan.
Ekspansi bisnis tersebut juga tercermin dari pertumbuhan jumlah tenaga kerja. Per 31 Maret 2026, Darma Henwa memiliki 4.483 karyawan, meningkat 62,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam satu tahun, jumlah pekerja bertambah sekitar 1.718 orang, menandakan aktivitas operasional perusahaan yang terus berkembang.
Laba DEWA Melonjak Hampir 7.700%
Salah satu faktor utama yang membuat saham DEWA terus mendapat perhatian investor adalah lonjakan laba yang sangat signifikan sepanjang 2025. Perusahaan membukukan,
- laba bersih Rp4,31 triliun
- naik sekitar 7.695% dibandingkan laba tahun 2024 sebesar Rp55,24 miliar
Tidak hanya laba, berbagai indikator keuangan juga menunjukkan perbaikan. Pendapatan meningkat dari Rp6,03 triliun menjadi Rp6,39 triliun, atau tumbuh sekitar 5,98%.
Di sisi lain, beban pokok penjualan turun 2,90% menjadi sekitar Rp5,43 triliun, sehingga mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan. EBITDA bahkan melonjak 102,56% menjadi Rp1,75 triliun.
Sementara itu, Return on Equity (ROE) meningkat drastis dari 1,82% menjadi 50,13%, menunjukkan peningkatan efektivitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham.
Lonjakan laba tersebut tidak terjadi tanpa alasan. Manajemen menjalankan strategi insourcing armada alat berat, yaitu menggantikan penggunaan subkontraktor secara bertahap dengan armada milik sendiri.
Strategi ini berhasil meningkatkan efisiensi biaya operasional sekaligus memperbesar margin keuntungan perusahaan. Sepanjang 2025, DEWA mencatat,
- volume waste removal mencapai 138,63 juta bcm
- kontribusi armada internal sebesar 95,21 juta bcm
- produksi batubara mencapai 17,04 juta ton
Kinerja Kuartal I 2026 Masih Bertumbuh
Momentum positif tersebut berlanjut pada kuartal pertama 2026. DEWA membukukan laba bersih sebesar Rp92,7 miliar, meningkat 34,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp1.549,3 miliar dengan pertumbuhan yang relatif stabil. EBITDA meningkat dari Rp390,8 miliar menjadi Rp446,9 miliar, atau naik 14,4% secara tahunan.
Margin EBITDA juga meningkat dari 24,7% menjadi 28,8%, menunjukkan efisiensi operasional yang terus membaik.
Selain itu:
- laba kotor naik 8,9% menjadi Rp268,8 miliar
- laba operasional meningkat 4% menjadi Rp192,8 miliar
Di sisi operasional, volume waste removal mencapai 38 juta bcm, meningkat 9,1% dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya. Pekerjaan menggunakan armada internal melonjak 35,7% menjadi 29,2 juta bcm.
Sebaliknya, penggunaan subkontraktor turun 33,9% menjadi 8,8 juta bcm. Porsi pekerjaan menggunakan armada sendiri meningkat dari sekitar 62% menjadi 77%, yang menjadi salah satu faktor utama meningkatnya margin perusahaan.
Adapun produksi batubara turun 5,8% menjadi sekitar 4,1 juta ton, terutama akibat curah hujan tinggi di sejumlah lokasi proyek.
Baca juga : IHSG Dibuka Naik 0,55 Persen, Cek Saham Katalisnya
Rekomendasi Saham DEWA dari Analis
Secara teknikal, MNC Sekuritas memberikan rekomendasi Buy on Weakness terhadap saham DEWA. Rekomendasi tersebut menggunakan parameter,
- harga acuan Rp450
- area support Rp392–Rp414
- target kenaikan Rp486–Rp550
- stop loss di bawah Rp358
Meski demikian, analis menilai pergerakan saham DEWA masih dipengaruhi tekanan jual sehingga berpotensi bergerak sideways dalam jangka pendek. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas melihat saham DEWA masih berada dalam tren naik.
Area 426-440 dinilai menjadi support penting. Selama harga bertahan di atas kisaran tersebut, saham DEWA dinilai masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan menuju area 468-485.
BRI Danareksa juga menaikkan proyeksi laba perusahaan untuk beberapa tahun ke depan. Revisi kenaikan laba diperkirakan mencapai,
- 36% untuk tahun buku 2026
- 130% pada 2027
- 141% pada 2028
Optimisme tersebut didukung sejumlah proyek baru. Salah satunya adalah proyek Sebuku yang diperkirakan menyumbang sekitar 8 juta bcm pekerjaan pengupasan lapisan tanah penutup pada tahap awal.
Volume tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 27 juta bcm pada 2027 dengan tarif awal sekitar US$2,8 per bcm. Selain Sebuku, terdapat potensi tambahan proyek yang dapat memberikan volume pekerjaan hingga 70 juta bcm mulai 2027.
Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan diperkirakan meningkatkan belanja modal menjadi sekitar Rp3,26 triliun pada 2027 dan Rp5,20 triliun pada 2028.
Meski belanja modal meningkat, rasio utang bersih terhadap EBITDA diproyeksikan tetap berada di kisaran 0,9–1,5 kali hingga 2030, sehingga dinilai masih berada pada level yang sehat.
Prospek tersebut turut tercermin dalam pandangan analis global. Berdasarkan survei S&P Global terhadap empat analis, saham DEWA memperoleh konsensus rekomendasi Strong Buy.
Konsensus tersebut didukung oleh kombinasi pertumbuhan laba, peningkatan efisiensi operasional, ekspansi proyek baru, serta strategi penggunaan armada internal yang terus meningkatkan margin perusahaan.
Dengan penguatan saham hingga perdagangan siang Jumat, 31 Juli 2026, pembagian dividen perdana, serta prospek pertumbuhan yang masih dinilai kuat oleh analis, PT Darma Henwa Tbk kembali menjadi salah satu emiten sektor pertambangan yang paling banyak mendapat perhatian investor.

Chrisna Chanis Cara
Editor
