Asing Diam-diam Masuk, Saham BBTN Siap Pesta Pora?
- Ungguli BBRI dan BMRI, saham BBTN melesat 3,27% saat IHSG anjlok. Analis targetkan harga Rp1.530 berkat valuasi PER 4,2x yang termurah di sektornya.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatatkan penguatan impresif pada perdagangan sesi I Rabu, 4 Februari 2026. Emiten spesialis kredit perumahan ini berhasil naik 3,27% ke level Rp1.265 per saham di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan.
Kenaikan ini tergolong sangat menonjol dibandingkan dengan saham bank pelat merah lainnya di papan perdagangan hari ini. Saat Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 0,53% ke posisi 8.079, BBTN justru menunjukkan performa perkasa yang menarik perhatian banyak pelaku pasar modal.
Secara akumulasi tahun berjalan atau year to date 2026, BBTN mencatatkan kenaikan tertinggi di antara bank BUMN yakni mencapai 9,05%. Minat investor asing juga terlihat sangat deras dengan catatan pembelian bersih mencapai angka Rp154 miliar dalam sebulan terakhir ini.
1. Harga BBTN Diskon
Analis KB Valbury Sekuritas Akhmad Nurcahyadi menyoroti fenomena menarik di sektor perbankan saat ini. Ia menilai koreksi pasar bukanlah sebuah ancaman yang menakutkan, melainkan peluang investasi langka bagi pemodal yang jeli. Ia menegaskan, "Tekanan terhadap saham perbankan justru menciptakan valuasi yang lebih menarik," jelasnya dalam riset pada Rabu, 4 Februari 2026.
Riset tersebut menyoroti bahwa BBTN kini diperdagangkan dengan harga yang sangat terdiskon dibandingkan nilai fundamentalnya. Hal ini memberikan ruang pertumbuhan harga yang signifikan bagi para investor yang ingin masuk di harga bawah sebelum sentimen pasar kembali pulih sepenuhnya nanti.
Berdasarkan analisis tersebut KB Valbury mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp1.530 per lembar saham. Target ini didasarkan pada rasio Price to Earning atau PER BBTN yang hanya sekitar 4,2 kali untuk tahun 2026, atau terendah di antara bank besar lainnya.
2. Fundamental Cakep
Pandangan positif serupa juga disampaikan oleh tim riset dari BRI Danareksa Sekuritas terkait prospek saham bank ini. Analis Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano menilai saham BBTN memiliki potensi kenaikan yang solid karena didukung oleh fundamental yang semakin membaik.
Optimisme tinggi ini didorong oleh peluang peningkatan margin bunga bersih yang akan didapat perseroan melalui skema baru program KUR. Dalam riset terbarunya mereka menyimpulkan, "Saham BBTN menarik untuk dikoleksi, didukung valuasi yang masih atraktif serta peluang peningkatan margin bunga bersih," jelasnya dalam risetnya pada Selasa, 3 Februari 2026.
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target harga saham BBTN di angka Rp1.300 per lembar saham. Target konservatif namun optimis ini mempertimbangkan kualitas aset yang tetap terjaga stabil serta tren penurunan biaya dana dan biaya kredit yang akan mendongkrak laba bersih perseroan.
3. Proyeksi Pertumbuhan Industri
Prospek kinerja operasional BBTN tahun ini juga didukung oleh proyeksi pertumbuhan kredit perbankan yang cukup optimis. KB Valbury memperkirakan pertumbuhan kredit industri akan berada di kisaran 8% hingga 10% sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia di angka 8% hingga 12%.
Selain sisi kredit, penghimpunan Dana Pihak Ketiga atau DPK juga diperkirakan akan terus tumbuh positif sepanjang tahun ini. Kondisi likuiditas di pasar keuangan yang semakin longgar memberikan keleluasaan bagi perbankan untuk ekspansi tanpa harus menaikkan suku bunga simpanan secara agresif.
Hal ini tentu berdampak positif pada penurunan biaya dana atau Cost of Funds yang menjadi beban utama perbankan. Dengan biaya dana yang lebih rendah, BBTN memiliki ruang lebih besar untuk meningkatkan margin keuntungan operasionalnya di tengah persaingan industri yang ketat.
4. Ungguli BBRI dan BMRI
Di tengah pergerakan pasar yang fluktuatif, BBTN mampu mengungguli kinerja saham bank BUMN konvensional lainnya pada perdagangan hari ini. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat hanya menguat tipis 1,32% ke level Rp3.850 meskipun memiliki kapitalisasi pasar terbesar.
Sementara itu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan kenaikan sebesar 1,86% menjadi Rp4.920 per lembar sahamnya. Satu-satunya bank pelat merah yang mencatat kenaikan lebih tinggi dari BBTN adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang naik 5,86%.
Namun jika dilihat dari persentase kenaikan sejak awal tahun atau year to date, BBTN tetap menjadi juara dengan kenaikan 9,05%. Konsistensi kenaikan ini menunjukkan kepercayaan investor yang tinggi terhadap strategi transformasi bisnis yang dijalankan manajemen BBTN saat ini.
5. Katalis KUR Perumahan
Katalis positif lainnya datang dari dukungan pemerintah melalui target penyaluran KUR perumahan nasional sebesar Rp36 triliun. BTN sebagai pemain utama berkomitmen menyalurkan dana sebesar Rp10 triliun atau setara dengan 27,8% dari total alokasi nasional dengan skema yang menguntungkan.
Manajemen BBTN terus memperkuat perannya sebagai bank modern melalui ekosistem perumahan yang terintegrasi dan solusi pembiayaan inovatif. Salah satu fokus utama tahun ini adalah penyaluran Kredit Program Perumahan yang menyasar segmen pekerja sektor informal yang selama ini sulit akses.
Langkah strategis ini dinilai menjadi solusi tepat untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus memperluas basis nasabah kredit perseroan. Dengan masuk ke segmen informal yang memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal, BBTN dapat mendiversifikasi risiko portofolio kreditnya secara lebih efektif.

Alvin Bagaskara
Editor
