Asing Borong Rp1 T, Eh Ada Perang! Senin Market Galau?
- Euforia IHSG Jumat terancam sentimen perang AS-Venezuela. Cek analisis Phintraco Sekuritas soal potensi pergerakan asing dan saham pilihan hari ini.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan pendek awal tahun dengan catatan statistik yang sangat impresif pada hari Jumat, 2 Januari 2026. Data perdagangan mencatat penguatan indeks sebesar 1,18% ke level 8.748 setelah libur tahun baru usai. Kenaikan signifikan ini didorong oleh arus deras modal asing yang masuk secara masif.
Namun euforia data positif tersebut kini dibayangi oleh risiko pembalikan arah akibat eskalasi geopolitik global yang terjadi pada akhir pekan lalu. Riset terbaru Phintraco Sekuritas memberikan peringatan dini mengenai potensi tekanan jual asing pada pembukaan pasar hari Senin ini. Pelaku pasar diminta untuk tidak terlena dengan statistik perdagangan hari Jumat kemarin.
Investor perlu mencermati dua sisi mata uang yang berbeda antara data historis perdagangan dengan sentimen berita aktual saat ini. Keseimbangan antara optimisme data domestik dan pesimisme berita global akan menjadi penentu arah pasar sepekan ke depan. "Eskalasi ketegangan politik global akan menjadi fokus perhatian," tulis riset Phintraco Sekuritas pada Senin, 5 Januari 2026.
1. Elaborasi Data Penguatan
Mengutip data RTI Business IHSG berhasil mencatatkan kenaikan 1,17% pada penutupan perdagangan perdana tahun 2026 hari Jumat lalu. Level penutupan di angka 8.748 mencerminkan lonjakan optimisme pasar dibandingkan posisi penutupan tahun sebelumnya di level 8.646. Lompatan poin ini menjadi modal psikologis yang kuat bagi investor.
Kekuatan pasar terlihat dari dominasi saham-saham yang berakhir di zona hijau atau mengalami kenaikan harga yang cukup merata. Sebanyak 479 saham tercatat menguat dan menjadi motor penggerak utama laju indeks komposit sepanjang hari perdagangan tersebut. Hanya sebagian kecil saham yang terkoreksi saat itu.
Sementara itu data statistik mencatat hanya ada 200 saham yang melemah dan 131 saham lainnya stagnan di tempat. Rasio perbandingan antara saham yang naik dan turun ini menunjukkan partisipasi pasar yang sangat luas dan positif. "Kenaikan tersebut didorong oleh mayoritas 479 saham," seperti dicatat data RTI.
2. Elaborasi Arus Dana Asing
Salah satu indikator paling positif dari data perdagangan Jumat adalah nilai pembelian bersih atau net buy oleh investor asing. Total dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia tercatat mencapai angka fantastis sebesar Rp1,06 triliun dalam sehari. Minat investor global terhadap aset Indonesia sangat tinggi.
Aliran modal jumbo ini terutama menyasar saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penggerak utama indeks atau market movers. Masuknya dana asing dalam jumlah besar biasanya mengindikasikan kepercayaan jangka panjang terhadap fundamental ekonomi negara tersebut. Asing terlihat sangat agresif melakukan akumulasi di awal tahun.
Namun Phintraco Sekuritas mengingatkan bahwa posisi net buy ini bisa berbalik dengan cepat jika sentimen global memburuk drastis. Volatilitas arus dana asing menjadi risiko utama yang harus diwaspadai pasca konflik Amerika Serikat dan Venezuela. "Aksi beli bersih ini mengindikasikan minat investor asing," jelas Phintraco.
3. Analisis Risiko Geopolitik
Riset Phintraco Sekuritas menyoroti bahwa eskalasi ketegangan politik global akan menjadi fokus perhatian utama investor pada pekan ini. Serangan Amerika Serikat ke Venezuela pada hari Sabtu mengubah peta risiko yang sebelumnya tidak terdeteksi pada data Jumat. Ini adalah variabel baru yang sangat krusial.
Meskipun data Jumat menunjukkan penguatan namun peristiwa penangkapan Presiden Venezuela berpotensi memicu aksi hindar risiko atau risk off. Investor asing yang tadinya melakukan pembelian bersih bisa saja berbalik melakukan penjualan untuk mengamankan aset mereka. Psikologis pasar sangat rentan terhadap berita perang.
Phintraco memprediksi bahwa IHSG berpotensi terimbas sentimen negatif jika terjadi tekanan jual dari investor asing pada hari ini. Sentimen geopolitik seringkali memiliki dampak psikologis yang lebih kuat dibandingkan data fundamental jangka pendek perusahaan. "IHSG berpotensi terimbas sentimen negatif," peringatan dari Phintraco Sekuritas.
4. Potensi Profit Taking
Kenaikan IHSG sebesar 1,18% pada hari Jumat lalu juga membuka celah bagi terjadinya aksi ambil untung atau profit taking. Trader jangka pendek yang sudah mendapatkan keuntungan signifikan di hari pertama mungkin akan merealisasikan profitnya hari ini. Tekanan jual lokal bisa menahan laju indeks.
Gabungan antara potensi profit taking lokal dan kekhawatiran geopolitik asing bisa menciptakan tekanan ganda pada pergerakan indeks hari ini. Level resistensi yang baru saja ditembus pada hari Jumat akan diuji kembali kekuatannya sebagai level support baru. Volatilitas harga diprediksi akan meningkat tajam di pembukaan.
Phintraco menyarankan investor untuk tetap waspada meskipun data historis penutupan pekan lalu terlihat sangat bagus dan meyakinkan mata. Strategi defensif mungkin diperlukan untuk mengantisipasi gejolak pasar yang mungkin timbul akibat berita global tersebut. "Jika terjadi tekanan jual dari investor asing," tambah riset tersebut.
5. Strategi Navigasi Pasar
Menghadapi situasi yang kontradiktif antara data bagus dan berita buruk investor disarankan untuk memantau pergerakan asing di sesi pertama. Jika investor asing tetap mencatatkan net buy seperti hari Jumat maka tren kenaikan mungkin berlanjut. Itu tandanya pasar Indonesia cukup resilient atau tahan banting.
Namun jika data perdagangan real-time menunjukkan adanya net sell asing yang masif maka investor sebaiknya menahan diri dulu. Jangan memaksakan masuk ke pasar saat arus modal sedang keluar deras akibat kepanikan global sesaat. Menunggu situasi mereda adalah langkah bijak.
Fokuskan perhatian pada saham-saham pilihan Phintraco seperti PYFA dan HMSP yang dinilai memiliki ketahanan lebih baik saat ini. Diversifikasi portofolio ke saham defensif bisa menjadi pelindung nilai aset di tengah ketidakpastian pasar saham. "Top picks pekan ini: PYFA, ASSA, HMSP," rekomendasi Phintraco Sekuritas.

Alvin Bagaskara
Editor
