Tren Pasar

3 Tekanan Bikin Harga Emas Masih Koreksi di Awal Juli 2026

  • Update emas Antam 1 Juli 2026: turun Rp5.000 ke Rp2.625.000, buyback Rp2.320.000, spread Rp305.000, terendah sejak Desember 2025.
<p>Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menunjukkan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Harga emas batangan di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp5.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.630.000 menjadi Rp2.625.000, Rabu, 1 Juli 2026.

Adapun harga buyback oleh Logam Mulia turun jauh lebih dalam, sebesar Rp15.000 per gram, dari sebelumnya Rp2.335.000 menjadi Rp2.320.000. Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp305.000 per gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini, Rabu, 1 Juli 2026.

UkuranHarga
0,5 gramRp1.362.500
1 gramRp2.625.000
3 gramRp7.775.000
5 gramRp12.925.000
10 gramRp25.785.000
25 gramRp64.337.000
50 gramRp128.595.000
100 gramRp257.112.000
250 gramRp642.265.000
500 gramRp1.284.320.000
1.000 gramRp2.568.600.000

Sumber: Logam Mulia, 1 Juli 2026

Insight TrenAsia

Buyback Turun Tiga Kali Lebih Dalam, Spread Rp305.000

Harga jual hanya turun Rp5.000, tapi buyback turun Rp15.000 — tiga kali lipatnya. Spread melebar dari Rp295.000 kemarin ke Rp305.000 hari ini. Angka ini bukan sekadar selisih teknis. 

Jika kamu beli emas pagi ini di Rp2.625.000 lalu terpaksa jual hari yang sama, kamu langsung rugi Rp305.000 per gram atau sekitar 11,6% sebelum pajak. Dari harga beli sekarang, break-even baru tercapai setelah kenaikan harga sekitar 11,6% — hampir dua kali lipat dari kondisi April hingga awal Juni yang ada di kisaran 6,8%.

Semester II Dibuka di Level Terendah Sejak Desember 2025

Harga emas Antam turun dari Rp2.630.000 menjadi Rp2.625.000 per gram pada 1 Juli 2026. Level ini adalah yang terendah sejak Desember 2025, jauh sebelum reli besar awal tahun yang pernah membawa harga ke all-time high Rp3.168.000 pada 29 Januari 2026. 

Dari puncak Mei di Rp2.859.000 pada 12 Mei 2026, total koreksi kini mencapai Rp234.000 per gram dalam tujuh pekan. Investor yang masuk di puncak Mei dan ingin jual hari ini menanggung kerugian sekitar 19,4% setelah spread diperhitungkan. Market

Tiga Tekanan Sekaligus yang Belum Mereda

Ada tiga faktor yang bersamaan menekan emas Antam dan belum ada yang berbalik arah. Pertama, harga emas dunia sudah berada di bawah USD4.000 per troy ounce dengan sinyal death cross yang mulai mengintai — sinyal teknis bearish yang biasanya mendahului tekanan jual lebih lanjut. 

Kedua, BI Rate yang sudah naik dua kali sepanjang Juni ke 5,50% membuat rupiah lebih menarik bagi investor asing, yang justru menekan konversi harga dolar ke rupiah. Ketiga, sinyal hawkish The Fed pasca pertemuan Juni membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga mundur lebih jauh. 

Selama tiga faktor ini belum berubah arah, harga emas Antam berisiko melanjutkan penurunan ke kisaran Rp2.580.000 hingga Rp2.600.000 dalam beberapa pekan ke depan.