Terus Berkembang, Simak Prospek Industri Gim Indonesia 2027
- Industri gim Indonesia diperkirakan meraup US$557,37 juta pada 2025. Simak proyeksi pendapatan, kontribusi sektor, dan peluang kerjanya.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID –Tren pertumbuhan pendapatan industri gim Indonesia diproyeksikan mencapai US$649,83 juta pada 2027. Potensi tersebut membuka peluang bagi pengembangan ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kontribusi industri gim terhadap perekonomian nasional.
Dilansr Antara, berdasarkan data per Oktober 2025, pendapatan industri gim Indonesia mencapai US$450,76 juta pada 2023. Angka tersebut meningkat menjadi US$505,44 juta pada 2024 dan diperkirakan mencapai US$557,37 juta pada 2025.
Pertumbuhan diproyeksikan berlanjut dalam dua tahun berikutnya. Pendapatan industri gim diperkirakan mencapai US$604,88 juta pada 2026 dan US$649,83 juta pada 2027. Proyeksi tersebut menunjukkan peluang ekspansi industri gim nasional seiring meningkatnya aktivitas bisnis dan pengembangan ekosistem digital.
Meski demikian, proyeksi pendapatan tersebut masih bergantung pada perkembangan pasar, daya saing pelaku industri lokal, serta kemampuan Indonesia memperkuat kapasitas pengembangan dan penerbitan gim.
Baca juga : Skema Impor Energi Diubah, Pengadaan BBM dan LPG Terdampak
Perangkat Keras Mendominasi Industri Gim Indonesia
Struktur industri gim Indonesia tidak hanya ditopang oleh pengembang dan penerbit gim, tetapi juga sektor pendukung seperti perangkat keras, periferal, ritel, dan eSports.
Berdasarkan laporan The Video Game Industry: Unlocking the Next Level of Economic and Social Development in Southeast Asia yang dirilis Tencent bersama Access Partnership pada 22 Oktober 2026, perangkat keras dan periferal menyumbang 47% terhadap struktur industri gim. Sektor eSports berkontribusi 24%, sedangkan ritel mencapai 22%. Adapun pengembangan dan penerbitan gim menyumbang 7%.
Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas industri gim memiliki cakupan bisnis yang luas. Selain produksi konten digital, ekosistem ini melibatkan penjualan perangkat, distribusi produk, kompetisi gim, serta berbagai layanan pendukung.
Namun, kontribusi pengembangan dan penerbitan gim yang tercatat sebesar 7% menunjukkan pentingnya memperkuat kapasitas pelaku lokal agar dapat mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai industri. Penguatan pengembang domestik juga berpotensi meningkatkan nilai tambah ekonomi dari produk digital yang dihasilkan di dalam negeri.
Pemerintah berupaya memperkuat industri gim melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM), fasilitasi promosi internasional, dan pembukaan peluang kerja sama antara perusahaan gim global dengan pelaku industri lokal.
Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Luat Siombing, menyampaikan bahwa pemerintah berupaya membuka akses untuk menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi pelaku industri.
Baca juga : Omzet Produk UMKM di SRC Tembus Rp12,9 T, Naik 128 Persen Sejak 2023
“Kami secara aktif mencoba membuka akses yang menjadi kebutuhan serta masalah yang dihadapi industri saat ini, untuk kami membantu memberikan penyelesaiannya melalui berbagai kebijakan dan program-program kami,” ujar Luat dalam pernyataan resminya di Jakarta, dikutip Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain pengembangan SDM, dukungan pemerintah mencakup fasilitasi partisipasi pelaku industri dalam ajang internasional serta promosi di bandara. Pemerintah juga berupaya mempertemukan industri gim global dengan pengembang lokal untuk memperluas peluang kolaborasi dan akses pasar.
Infrastruktur digital turut menjadi faktor penting bagi pertumbuhan industri. Berdasarkan bahan data per 8 Agustus 2025, pemerintah menyebut pembangunan 2.000 titik sebagai salah satu upaya memperluas jangkauan jaringan internet.
Akses internet yang lebih luas dapat mendukung distribusi gim digital, aktivitas komunitas, penyelenggaraan kompetisi daring, serta pengembangan usaha berbasis teknologi di berbagai daerah.
Baca juga : Punya 4 Outlet, Agen BRILink di Dumai Bantu Kelancaran Transaksi Pedagang
Industri Gim Berpotensi Menyerap Ratusan Ribu Tenaga Kerja
Selain menghasilkan pendapatan, industri gim memiliki peran dalam penciptaan lapangan kerja dan pengembangan ekonomi kreatif. Berdasarkan data dalam infografis, sektor ini menyerap hingga 267.400 tenaga kerja yang menopang berbagai aktivitas industri.
Industri gim juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan acara, kompetisi, dan kegiatan pendukung lainnya. Aktivitas tersebut dapat membuka peluang usaha bagi penyedia jasa, pelaku ritel, penyelenggara acara, hingga komunitas kreatif.
Dalam bahan yang sama, ekspor ekonomi kreatif pada 2025 disebut meningkat menjadi US$31,94 juta. Sementara itu, kontribusi industri gim terhadap pendapatan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 0,12% pada tahun yang sama.
Angka-angka tersebut menunjukkan adanya peluang untuk memperkuat peran industri gim dalam perekonomian nasional. Namun, peningkatan kontribusi membutuhkan dukungan ekosistem yang mencakup pengembangan talenta, akses pendanaan, perlindungan kekayaan intelektual, pemasaran, dan distribusi produk.

Chrisna Chanis Cara
Editor
