Tanpa Pesawat Ini, Rudal Hipersonik Rusia Jadi Buta
- Beriev A-50U Rusia fungsinya mirip dengan Boeing E-3 Sentry yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika dan beberapa negara sekutu. Tetapi misi utama A-50U di langit sekitar Ukraina ternyata kurang berkaitan dengan manajemen pertempuran.

Amirudin Zuhri
Author


MOSKOW- Beriev A-50U Rusia fungsinya mirip dengan Boeing E-3 Sentry yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika dan beberapa negara sekutu. Tetapi misi utama A-50U di langit sekitar Ukraina ternyata kurang berkaitan dengan manajemen pertempuran.
A-50 sempat menjadi pembicaraan ramai ketika sebuah kelompok yang mengaku sebagai BYPOL mengklaim menyerang pesawat saat ada di lapangan udara Machulishchy Belarusia. Awalnya pihak Belarusia membantah klaim tersebut. Tetapi ketika BYPOL merilis video yang menunjukkan dronenya mendarat di kubah radar pesawat, Belarusia akhirnya mengakui adanya serangan. Tetapi kerusakan disebut terbatas.
Dengan kubah radar berputar di atas pesawat A-50 yang disebut NATO sebagai Mainstay memang mirip dengn Sentry. Dan pada dasarnya fungsi utama mereka adalah mengatur pertempuran udara. Pesawt ini akan mengarahkan pesawat tempur ke titik-titik tertentu dan juga memantau pergerakan pesawat lawan.
Tetapi di perang Ukraina fungsi A-50 lebih berkaitan dengan membantu senjata utama di gudang senjata Rusia. Pesawat berfungsi sebagai platform penargetan untuk rudal hipersonik Kh-47M2 Kinzhal.
- Jelang Lebaran dan Pembayaran Dividen, Bos BRI Jamin Likuiditas Terjaga
- Bisa Cetak Rekor, Manuskrip Kitab Ibrani Berusia 1.100 Tahun akan Dilelang
- Masuk Minggu Kedua Ramadan, Simak Harga Barang Kebutuhan Pokok Terbaru
Dikutip dari Breaking Defense, Kinzhal biasanya diluncurkan dari varian khusus Mikoyan MiG-31, yang disebut MiG-31K. Pesawat telah dimodifikasi secara ekstensif dengan mengganti semua sistem on-board dengan seperangkat perangkat keras baru. INi mengubah pesawat dari pencegat pertahanan tanah air ke udara menjadi platform peluncuran untuk Kinzhal.
Setiap MiG-31K membawa satu Kinzhal yang dipasang di tengah badan pesawat. Dan kunci untuk dapat memiliki satu set koordinat operasional untuk rudal ini adalah radome SATCOM A-50U. Dia yang bertindak sebagai aset penargetan utama untuk MiG-31K. Dengan kata lain MiG-31K tidak atau belum bisa menargetkan Kinzal secara mandiri. Dan tanpa adanya A-50 rudal hipersonik itu bisa disebut buta.
Tetapi ancaman yang ditimbulkan oleh kombinasi dua platform ini menjadi sistem senjata paling tidak dapat dihadapi Ukraina.
Atase pertahanan negara NATO yang bertugas sementara di Kyiv kepada Breaking Defense baru-baru ini mengatakan, setiap kali A-50 terdeteksi sebagai udara, sirene serangan udara di Ukraina langsung meraung. Dan ini bisa empat kali atau lebih per hari.
“Intelijen Ukraina telah menentukan bahwa kapan pun A-50 mengudara, ia ditemani oleh dua atau lebih MiG-31K. Dan tidak ada yang tahu kapan atau apakah pesawat ini akan meluncurkan serangan atau hanya penerbangan pelatihan,” katanya dikutip Breaking Defense.
Kemampuan Kinzhal adalah menyerang target bernilai tinggi seperti pusat komando atau instalasi militer besar. Kinzhal sendiri pada dasarnya adalah versi rudal balistik Iskander yang diluncurkan dari udara dan mencapai kecepatan hipersonik.
Kampanye Rudal
Saat Rusia melanjutkan kampanye serangan rudal terhadap sasaran sipil, ketidakmampuan industri Rusia untuk menghasilkan pengganti telah membuat jumlah rudal jelajah yang diluncurkan dari udara habis.
Perkiraan dari peneliti sumber terbuka menempatkan stok Raduga Kh-101/Kh-555 hanya 15 persen dari inventaris sebelum perang. Dan hanya 9 persen dari stok rudal Kalibr. Namun, perkiraan yang sama menunjukkan sebanyak 85 persen rudal Kinzhal masih belum digunakan dan masih tersedia.
Dari 84 rudal yang ditembakkan Rusia ke Ukraina pada 9 Maret 2023, salah satu serangan rudal terbesar dalam perang, hanya 6 yang merupakan Kinzhal. Meskipun jumlahnya kecil, ini adalah jumlah terbesar dari jenis rudal yang ditembakkan dalam satu hari sejauh ini.
Dengan pentingnya A-50, maka tidak mengherankan mereka menjadi target utama serangan aktivitas partisan. Seorang perwakilan dari industri pertahanan Ukraina mengaku tidak memiliki cara untuk menjatuhkan Kinzhal setelah diluncurkan. Jadi mungkin cara terbaik adalah memastikan Rudal tidak efektif. Salah sastunya dengan menyerang A-50 yang menjadi mata Kinzhal.
A-50 pesawat varian platform transportasi besar yang banyak dimodifikasi. Dalam hal ini Ilyushin IL-76. Perubahan konfigurasi termasuk melengkapi IL-76 dengan kubah besar di bagian hidung pesawat dan antena berputar berdiameter sekitar 30 kaki di atas badan pesawat.
Data yang dirilis perusahaan mengklaim radar berputar ini mampu mendeteksi target udara dalam jarak 400 mil dan target permukaan dalam jarak 190 mil. Pada jarak sedikit lebih besar dari 200 mil, operator radar onboard yang memproses data dari sensor radar ini dapat mengelola hingga 150 target secara bersamaan.
Masalah bagi militer Rusia adalah bahwa model A-50U hanya tersedia dalam jumlah kecil. Antara enam hingga sembilan yang benar-benar ada. Ada laporan tambahan bahwa sebagian besar dari pesawat belum terlihat beroperasi selama beberapa waktu. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa sebagian besar pesawat ini tidak memiliki kemampuan tempur.
Tidak mengherankan serangan terhadap A-50U terfokus pada dua bagian sensor dan radar tracking yang menjadi jantung A-50U. Jika bagian ini rusak maka A-50U tidak lebih dari pesawat penumpang atau kargo.
