Tren Leisure

Taiwan Beri Subsidi Wisatawan Mancanegara hingga Rp76 Juta

  • Kebijakan tersebut diambil untuk mendongkrak sektor pariwisata di Taiwan pasca pandemi Covid-19.
wisata-taiwan-6-Wikipedia.jpg
Chiang Kai Sek Memorial Hall, Taiwan. (Istimewa.)

JAKARTA—Pemerintah Taiwan memberikan subsidi bagi wisatawan mancanegara yang berkunjung ke negara tersebut. Kebijakan tersebut diambil untuk mendongkrak sektor pariwisata di Taiwan pascapandemi Covid-19. Besar subsidinya beragam, mulai ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. 

Insentif tersebut diharapkan mampu menggenjot kunjungan wisatawan hingga 6 juta orang pada tahun ini. Pada tahun 2025, Taiwan menargetkan 10 juta kunjungan wisatawan. 

“Uang itu akan diberikan melalui beberapa acara promosi pariwisata tahun ini,” kata Direktur Jenderal Biro Pariwisata Chang Shi-chung, kepada Taipei Times, dikutip TrenAsia, Rabu 1 Maret 2023.  

Uang insentif atau subsidi bakal disimpan dalam bentuk uang digital. Nantinya, dana tersebut dapat dipakai wisatawan untuk kebutuhan perjalanan selama liburan seperti membeli makanan, akomodasi, transportasi hingga menonton pertunjukan seni budaya. Besaran insentif tergantung jumlah turis dalam satu grup tur serta durasi liburan di Taiwan. 

Merujuk data yang dihimpun TrenAsia, wisatawan dapat meraup insentif hingga Rp76 juta per grup apabila datang secara berkelompok (801 orang atau lebih) dan menginap selama tiga hari dua malam. Jumlah insentif terkecil adalah Rp10 juta, yang diberikan bagi grup wisatawan berjumlah 30-99 orang dan menginap selama tiga hari dua malam.

Untuk kelompok wisatawan yang menginap empat hari tiga malam, insentif dihitung per orang dengan rentang subsidi Rp198.000 sampai Rp396.000. Yang menarik lagi, wisatawan dari sejumlah negara Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, India, Bhutan, Australia dan Selandia Baru dapat memeroleh insentif tambahan.

Subsidi itu berupa makan malam penyambutan, pertunjukan budaya dan tambahan uang insentif hingga Rp60,9 juta per grup. 

Bagaimana jika wisatawan tidak datang berkelompok? Hingga kini Pemerintah Taiwan belum menerbitkan regulasi untuk subsidi bagi wisatawan individual. Taiwan bukanlah negara pertama yang “membayar” turis asing untuk berkunjung. 

Sebelumnya Malta telah mengenalkan skema subsidi untuk menginap di hotel-hotel negara tersebut. Malta juga menanggung ongkos perjalanan kereta untuk mempromosikan perjalanan yang berkelanjutan. 

Langkah Taiwan dan Malta ini berbanding terbalik dengan Thailand dan sejumlah negara Eropa yang justru  berencana menerapkan biaya masuk bagi wisatawan asing.