Tren Leisure

Rusia Gunakan Tank Tua Mereka untuk Misi Bunuh Diri

  • Rusia diketahui menarik tank tua T-54/55 dari penyimpanan dan membawanya ke medan perang. Kini terjawab salah satu tugas dari tank tua itu adalah melakukan misi bunuh diri.
tank.jpg

KYIV- Rusia diketahui menarik tank tua T-54/55 dari penyimpanan dan membawanya ke medan perang. Kini terjawab salah satu tugas dari tank tua itu adalah melakukan misi bunuh diri.

Video menunjukkan sebuah T-54/55 bergerak di jalur pasukan Ukraina dekat Marinka, Oblast Donetsk. Semula diperkirakan dia menjalankan fungsi selayaknya tank. Tetapi ternyata tidak.

Tank tersebut bergerak tanpa awak. Tetapi digerakkan dengan remote control.  Dia juga mengangkut 6 ton TNT. Diperkirakan tank tersebut akan diledakkan ketika sudah dekat dengan posisi Ukraina.

Tetapi upaya  tersebut gagal. Tank Bom yang dikendalikan dari jarak jauh tersebut menabrak ranjau 100 m dari garis depan. Tank kemudian dihantam tembakan RPG Ukraina menyebabkan ledakan besar.

Ini adalah kasus pertama yang ditemukan di perang Ukraina yang telah berlangsung sekitar 17 bulan tersebut. Meski strategi semacam ini bukan hal yang baru.

Penggunaan robot di medan perang telah ada sejak Perang Dunia II. Angkatan Darat Jerman mengembangkan dan menggunakan tank versi mini yang disebut. Kendaraan ini membawa  60kg bahan peledak dan  mereka memiliki lebih dari 600m kabel untuk operasi jarak jauh.

“Jerman menggunakannya di Normandia. Namun  mereka tidak pernah menjadi kemampuan yang sangat sukses. Mereka lambat dan terlalu mudah untuk ditargetkan,” kata Mick Ryan, pensiunan jenderal Angkatan Darat Australia mengomentari video tersebut Senin 19 Juni 2023.

Taktik ini kemudian menemukan  jalan buntu evolusioner. Setidaknya sampai kendaraan tracked yang dioperasikan dari jarak jauh mulai muncul di akhir abad ke-20 sebagai robot EOD. Ribuan dari mereka telah digunakan di berbagai zona pertempuran. Serta oleh pasukan polisi di seluruh dunia.

T-55/Twitter

Penggunaan T-55 sebagai tank bunuh diri jug  bukan contoh pertama Rusia mengembangkan dan menggunakan Uncrewed Ground Vehicles (UGV) di Ukraina. “Sebelumnya Rusia juga telah melepaskan pembersih ranjau tanpa awak ke medan pertempuran,” kata Ryan yang juga penulis Futura Doctrina tersebut. 

Tetapi penggunaan tank untuk misi semacam ini memang baru pertama terlihat di Ukraina. Meskipun ini agak aneh karena fungsi dasar dari tank adalah menyerang dari jarak jauh dengan tembakan meriamnya. Sementara taktik ini mewajibkan tank harus dekat ke musuh untuk bisa menimbulkan kerusakan. Dengan badannya yang besar dan gerakan relative lambat secara teori dia bisa dengan mudah dihancurkan sebelum mendekati target.

Meskipun dengan ledakan sebanyak itu mereka memang tidak harus terlalu dekat dengan pasukan  Ukraina untuk menyebabkan kehancuran.  “Rusia pasti akan terus menguji coba pendekatan ini. Mereka juga akan,” katanya lagi.