Tren Leisure

Rekomendasi Saham di Perdagangan Perdana 2024

  • IHSG diperkirakan akan menguat dengan kisaran antara 7.123 hingga 7.337.
IHSG Pembukaan Perdagangan 2022 .jpg
Karyawan beraktifitas dengan latar layar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 3 Januari 2022. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan akan menguat pada perdagangan perdana 2024, pada Selasa 2 Januari 2024. Lantas apa saja rekomendasi saham unggulan yang layak dikoleksi?

CEO Yugen Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mencatat IHSG memulai 2024 dengan semangat baru dan optimisme yang tetap tinggi menjelang tahun politik. Lebih lanjut, data inflasi yang diperkirakan tetap terkendali diharapkan akan mempengaruhi pergerakan IHSG.

"Hal tersebut akan menjadi salah satu sentimen yang dapat mendorong kembali naiknya IHSG hingga beberapa waktu mendatang," papar William dalam riset dikutip pada Selasa, 2 Januari 2024.

Dalam perdagangan perdana tahun bershio Naga Kayu ini, IHSG diperkirakan akan menguat dengan kisaran antara 7.123 hingga 7.337. Sementara itu, rekomendasi sahamnya termasuk ITMG, JSMR, SMGR, BBNI, INDF, ASII, AKRA, dan CTRA.

Sementara itu, tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan resistance IHSG berada pada level 7.350 dengan support pada level 7.250. "IHSG berpotensi uji support 7.250 besok seiring dengan potensi death cross dari Stochastic RSI," kata Phintraco Sekuritas

Menurut Phintraco Sekuritas, sentimen di awal t2024 berasal dari ekspektasi bahwa The Fed yang akan menurunkan suku bunga acuan pada kuartal I-2024. Sementara itu, dari dalam negeri, ekspektasi akan pertumbuhan ekonomi yang lebih positif di tahun politik 2024, diharapkan dapat memberikan peluang January Effect pada 2024.

Dalam risetnya, Phintraco Sekuritas mencatat probabilitas penguatan dari IHSG di Januari sebesar 58% dari tahun 2000—2023. Adapun rekomendasi saham pilihan pada perdagangan perdana ini antara lain BRIS, JSMR, PANI, ADMR, AKRA, dan EXCL.

Meskipun menghadapi tingkat volatilitas yang tinggi, pasar saham berhasil menutup 2023 dengan kinerja positif. Hal ini tampak dari jumlah emiten baru yang memecahkan rekor dan kapitalisasi pasar, ditambah dengan peningkatan jumlah investor yanh menjadi sorotan utama dalam performa Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun.

Diketahui penutupan perdagangan 2023, pada Jumat 29 Desember 2023, IHSG turun 0,43% ke posisi 7.272,79 setelah mencapai puncaknya sepanjang tahun 2023 di level 7.303,88 pada Kamis, 28 Desember 2023 kemarin.

Meski begitu, IHSG berhasil mengalami kenaikan sebesar 6,16% sepanjang 2023. Seiring dengan penguatan IHSG dan pencapaian rekor penambahan 79 emiten baru pada tahun tersebut, kapitalisasi pasar di BEI mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah, yakni Rp11.762 triliun pada Kamis 28 Desember 2023 kemarin.

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Indonesia, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjelaskan bahwa pasar modal Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan sepanjang 2023, meliputi pengetatan suku bunga global, konflik geopolitik di wilayah Eropa dan Timur Tengah, serta momen persiapan menghadapi tahun politik di dalam negeri.

Dampaknya, menurut Inarno, IHSG mengalami periode volatilitas tinggi hingga mencapai titik terendahnya di angka 6.542 pada kuartal I/2023. Meskipun demikian, kinerja IHSG kembali positif pada November 2023 hingga akhir tahun, yang juga bertepatan dengan fenomena window dressing.

“Saya mencatat banyak dinamika yang terjadi, baik berdampak positif dan negatif di 2023. Namun, berkat sinergi dan kolaborasi pada akhirnya kita mampu menghadapi berbagai tantangan," ujar Inarno, Jumat, 29 Desember 2023.

Inarno menambahkan, OJK optimis pasar modal Indonesia akan mampu melewati tahun pemilu 2024 dengan baik. "Tahun 2024 ditandai dengan adanya pesta demokrasi dengan Pemilu 2024. Saya optimistis kita akan mampu melewati tahun pemilu," ujarnya.