Tren Leisure

PSIM Yogyakarta Kembali ke Liga 1: Perjuangan 18 Tahun Laskar Mataram

  • Kegagalan-kegagalan sebelumnya menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras, dan akhirnya, PSIM berhasil menembus Liga 1 2025/2026.
Snapinsta.app_371080472_321027660389227_8336029100677738017_n_1080.jpg
Brajamusti Suporter PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida (Instagram@brajamusti_yk)

JAKARTA - PSIM Yogyakarta akhirnya berhasil kembali ke Liga 1 2025/2026 setelah menunggu 18 tahun lamanya. Kepastian promosi mereka tercapai setelah kemenangan 2-1 atas PSPS Pekanbaru di Stadion Mandala Krida Yogyakarta pada pertandingan ke-6 babak 8 besar Liga 2 2024/2025.

Perjalanan PSIM untuk kembali ke Liga Indonesia teratas tidak mudah. Tim yang terakhir kali tampil di level ini pada musim 2007/2008 harus menunggu hampir dua dekade untuk merasakan kompetisi Liga 1 lagi. 

Setelah periode tersebut, PSIM sempat berjuang di Liga 2, yang dulunya dikenal sebagai Divisi Utama, dan nyaris promosi beberapa kali. Pada musim 2011/2012, PSIM kalah di babak playoff promosi-degradasi Liga Indonesia (ISL) melawan Persegres Gresik dengan skor 3-1. Tahun 2021, harapan PSIM pupus setelah kalah 0-1 dari Dewa United dalam playoff promosi menuju Liga 1 2022/2023.

Namun, meski gagal beberapa kali, PSIM selalu berusaha untuk bangkit dan meraih tiket promosi. Hal ini menandai tekad kuat Laskar Mataram untuk kembali ke Liga 1 setelah bertahun-tahun berada di Liga 2. Kegagalan-kegagalan sebelumnya menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras, dan akhirnya, PSIM berhasil menembus Liga 1 2025/2026.

Sejarah PSIM sebagai Klub Pendiri PSSI

PSIM Yogyakarta yang didirikan pada 5 September 1929 dengan nama Persatuan Sepakraga Mataram (PSM), memiliki sejarah yang panjang dan penting dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Nama "Mataram" dipilih untuk menggambarkan identitas Yogyakarta sebagai pusat kerajaan Mataram Islam. Pada tahun 1930, PSM berubah menjadi Perserikatan Sepak Bola Indonesia Mataram (PSIM), dan hingga kini tetap mempertahankan nama Mataram sebagai bagian dari identitas tim.

Sebagai salah satu tim pendiri PSSI pada 19 April 1930, PSIM memiliki peran penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. Bersama enam tim lainnya, PSIM ikut mendirikan organisasi induk sepak bola Indonesia ini. Tim ini juga dikenal sebagai Laskar Mataram, yang menjadi simbol kebanggaan kota Yogyakarta.

PSIM memiliki prestasi gemilang di masa lalu, termasuk menjadi juara Perserikatan pada tahun 1932 dan beberapa kali menjadi runner-up pada 1931, 1939, dan 1940. PSIM juga berhasil menjuarai Divisi 1 pada 2005, yang kini setara dengan Liga 2, dan pernah menghiasi Liga Indonesia pada periode 2006-2008.

Dukungan Suporter dan Identitas Klub

PSIM didukung oleh kelompok suporter yang solid, seperti Brajamusti dan The Maident, yang masing-masing memiliki basis besar di Yogyakarta. Slogan "Aku Yakin Dengan Kamu" (AYDK), yang diresmikan sebagai anthem PSIM pada 2020, sudah menjadi simbol semangat suporter yang mendukung tim dalam setiap perjuangannya.

PSIM bermarkas di Stadion Mandala Krida, yang memiliki kapasitas sekitar 25.000 penonton setelah pemugaran pada 2013-2019. Sebelumnya, PSIM sempat bermarkas di Stadion Sultan Agung, Bantul, selama proses revitalisasi stadion. Stadion Mandala Krida menjadi tempat sakral bagi PSIM dan para suporter setianya.

Dengan tekad dan semangat juang yang tinggi, PSIM kini kembali ke Liga 1 setelah 17 tahun absen. Ini bukan hanya kemenangan bagi tim, tetapi juga bagi seluruh pendukungnya yang setia mendukung tim sejak awal.

Tags: