Tren Leisure

Para Analis Memprediksi Tur BTS “ARIRANG” Saingi Pendapatan Tur Taylor Swift

  • Dengan tiket tur dunia BTS yang akan datang terjual habis di lebih dari 41 lokasi, para analis memperkirakan tur BTS mampu menyaingi tur milik Taylor Swift.
Boy group asal Korea Selatan, BTS.
Boy group asal Korea Selatan, BTS. (Kevin Winter/Getty Images for MRC)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Dengan tiket tur dunia BTS yang akan datang terjual habis di lebih dari 41 lokasi, para analis memperkirakan bahwa tur comeback terbesar grup K-pop tersebut berpotensi menjadi salah satu tur dengan pendapatan tertinggi di dunia, bahkan mampu menyaingi tur milik Taylor Swift.

Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Analis dari IBK Investment & Securities Kim Yu Hyuk, memperkirakan bahwa tur dunia “ARIRANG” akan menghasilkan setidaknya 2,7 triliun won dalam penjualan dan 487 miliar won dalam keuntungan.

Prediksi tersebut, menurut Kim Yu Hyuk, didasarkan pada margin yang sangat konservatif, baik dari penjualan tiket konser maupun merchandise. Ia memperkirakan boy group tersebut akan menarik rata-rata 64.000 penonton di setiap konser, dengan total kehadiran mencapai 6 juta, naik dari estimasi sebelumnya sebanyak 4,5 juta.

Analis IM Securities Hwang Ji Won, juga memprediksi konser tersebut akan menghasilkan 1,5 triliun won hanya dari penjualan tiket, serta tambahan 500 miliar won dari penjualan merchandise.

“Anda mungkin bisa memperkirakan band ini akan menyelesaikan hingga 100 pertunjukan jika mempertimbangkan tanggal konser yang belum diumumkan pada tahun 2027,” katanya.

Angka tersebut akan mendekati capaian “The Eras Tour” milik Taylor Swift, yang menjadi tur pertama dalam sejarah yang menembus pendapatan lebih dari US$2 miliar, sekaligus melampaui pemasukan artis legendaris seperti Coldplay, Elton John, dan Ed Sheeran.

Analis Heungkuk Securities Song Ji Won mengatakan, tahun 2026 akan menjadi tahun di mana HYBE dapat membuktikan dirinya dengan angka-angka, karena tur dunia BTS diperkirakan akan memiliki setidaknya 88 pertunjukan yang akan mendatangkan lebih dari 5,12 juta penonton konser.

BTS Kembali

BTS World Tour 2026. (x.com/BIGHIT_MUSIC)

BTS dijadwalkan secara resmi mengakhiri hiatus mereka, yang disebabkan oleh wajib militer para anggota, pada 20 Maret 2026 dengan merilis album penuh kelima mereka, “ARIRANG.” Perilisan album ini akan dibarengi dengan tur dunia bertajuk sama, yang diperkirakan akan lebih besar dibandingkan “Map of the Soul Tour,” tur stadion yang dibatalkan akibat pandemi Covid-19 pada 2020.

“BTS World Tour ‘ARIRANG” akan dimulai dengan konser tiga hari berturut-turut di Goyang Sports Complex Main Stadium, Gyeonggi, pada 9, 11, dan 12 April 2026, yang menjadi pembuka dari total 70 pertunjukan sepanjang 2026.

Tur ini mencakup pertunjukan beberapa malam di banyak stadion terkenal di dunia dan tempat konser berkapasitas tinggi. Beberapa tempat penting yang akan dikunjungi termasuk empat malam di Stadion SoFi di Los Angeles, dua malam di Tokyo Dome di Tokyo, Stadion MetLife di New Jersey, dan Stadion Tottenham Hotspur di London.

Grup ini juga dijadwalkan tampil untuk pertama kalinya di Amerika Selatan, dengan masing-masing dua malam di Kolombia, Peru, Chili, Argentina, dan tiga malam di Brasil.

Tur “ARIRANG” dirancang sebagai pertunjukan “in the round,” di mana panggung utama berbentuk 360 derajat dan ditempatkan di tengah venue, dikelilingi oleh penonton dari semua sisi untuk memaksimalkan kapasitas. Penataan tempat duduk ini menghilangkan adanya kursi dengan “pemandangan terbatas” atau kursi yang terbuang di belakang layar.

Skala tur yang sangat besar ini membuat beberapa analis memperbarui proyeksi mereka untuk BigHit Music, agensi BTS yang merupakan anak perusahaan dari HYBE.

“Kami meningkatkan perkiraan pendapatan tahunan HYBE menjadi 580,1 miliar won pada tahun 2026, peningkatan sebesar 1.062,7% dari tahun ke tahun dan 67,8% lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya,” ujar Kim dalam laporan yang dirilis pada 13 Februari.

“Ini disebabkan oleh peningkatan asumsi kinerja tur dunia BTS.”

Selain itu, lightstick resmi BTS juga diperkirakan akan menambah pendapatan agensi, karena versi terbaru item ini diumumkan awal bulan ini. Versi keempat lightstick, yang dirilis hampir enam tahun setelah versi ketiga, dilengkapi dengan fungsi sinkronisasi canggih dan koordinasi antar lightstick.

Karena perusahaan mengumumkan bahwa fungsi koordinasi untuk tur hanya tersedia pada versi terbaru lightstick, para penggemar terdorong untuk membeli upgrade tersebut agar dapat ikut serta dalam pertunjukan.

Kenaikan untuk HYBE

Pendapatan yang diharapkan dari tur besar ini akan mendorong HYBE memasuki tahun yang cerah, setelah mengalami kinerja mengecewakan pada 2025.

Untuk kuartal keempat saja, laba operasionalnya menurun sebesar 93% dibandingkan tahun sebelumnya, yang oleh perusahaan disebut sebagai biaya terkait investasi debut untuk boy band Latin barunya, Santos Bravos, dan biaya pemasaran game mobile Architect, yang masing-masing menelan biaya 20 miliar won dan 15 miliar won.

Perusahaan juga memiliki biaya sisa dari restrukturisasi model bisnis Amerika Utara. 

Menurut Song, investasi besar semacam ini bisa dipahami sebagai langkah agensi untuk “menghilangkan potensi risiko” sebelum mencapai puncak sejarah pada 2026.

Grup K-pop yang baru debut juga diharapkan dapat mendorong kinerja HYBE pada tahun 2026, khususnya boy band Cortis dan girl group KATSEYE dan ILLIT. 

“Saya sudah mengatakan ini berkali-kali, tetapi debut bersejarah boy group CORTIS, tidak boleh diabaikan,” kata analis Hana Securities, Lee Ki Hoon, menyoroti bahwa penjualan album debut band ini sebanding dengan boy group K-pop ternama lainnya.

“Musik yang bagus, dipadukan dengan promosi yang tepat sasaran, akan bersinergi, dan mereka mampu memulai tur pada akhir tahun ini.”

Demikian pula, KATSEYE, yang menyelesaikan tur Amerika Utara pertamanya akhir tahun lalu, diperkirakan akan menggandakan atau bahkan melipat tiga kali ukuran tur pada tahun ini, menurut para analis.

Tur dunia BTS diperkirakan akan memengaruhi pendapatan HYBE hingga setidaknya kuartal kedua 2027, sehingga kita tidak perlu khawatir tentang kinerja perusahaan untuk sementara waktu,” tambah Lee Ki Hoon.