Tren Leisure

Menikmati Rinjani Dengan Sepeda Yeti, Epik dan Penuh Adrenalin

  • Yeti Tribe Indonesia menggelar Gathering Nasional 2026 di Lombok. Puluhan pesepeda menjajal trek MTB Rinjani sekaligus memperkenalkan wisata olahraga NTB.
WhatsApp Image 2026-10-31 at 18.54.05.jpeg
Kawasan kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi lokasi berkumpulnya puluhan penghobi sepeda gunung yang tergabung dalam komunitas Yeti Tribe Indonesia (YTI). Melalui Gathering Nasional 2026 pada 23–25 Oktober 2026, komunitas ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata mountain bike (MTB) di Lombok. (YTI)

LOMBOK, TRENASIA.ID — Kawasan kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi lokasi berkumpulnya puluhan penghobi sepeda gunung yang tergabung dalam komunitas Yeti Tribe Indonesia (YTI). 

Melalui Gathering Nasional 2026 pada 23–25 Oktober 2026, komunitas ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata mountain bike (MTB) di Lombok.

Lombok dipilih karena memiliki beragam jalur sepeda dengan karakter medan yang menantang, terutama di kawasan lereng Rinjani. Selain bersepeda, peserta juga berkesempatan menikmati sejumlah destinasi wisata, mulai dari Gili Trawangan hingga Sirkuit Internasional Mandalika, serta mencicipi kuliner khas daerah.

Chief Yeti Tribe Indonesia, Kun Wahyu Winasis, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat silaturahmi anggota sekaligus menikmati potensi wisata Lombok.

"Salah satu tujuan Gathering Nasional YTI ini adalah memperkuat silaturahmi anggota, sekaligus menikmati berbagai lokasi wisata di Lombok. Alhamdulillah semua berjalan lancar, para Tribe senang penuh kenangan. Tribe Lombok menyiapkan event ini dengan sempurna," kata Kun Wahyu.

Jalur MTB Rinjani Jadi Daya Tarik

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta menjajal sejumlah jalur MTB dengan karakter medan berbeda. Pada hari pertama, peserta melintasi Trek Kumbi sepanjang sekitar 10 kilometer. Jalur ini didominasi turunan, kelokan, dan permukaan tanah yang berdebu.

Hari kedua, tantangan berlanjut di kawasan Bukit Tiga, Sembalun. Peserta memulai perjalanan dengan tanjakan menuju Pos 1 jalur pendakian Rinjani, sebelum melanjutkan lintasan menurun sepanjang sekitar 10 kilometer menuju Sembalun.

Peserta juga menjajal Trek Lumba-lumba sepanjang delapan kilometer. Jalur dengan kontur berundak dan sejumlah tikungan tersebut menuntut konsentrasi serta kendali sepeda yang baik.

Kawasan kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi lokasi berkumpulnya puluhan penghobi sepeda gunung yang tergabung dalam komunitas Yeti Tribe Indonesia (YTI). Melalui Gathering Nasional 2026 pada 23–25 Oktober 2026, komunitas ini tidak hanya mempererat hubungan antaranggota, tetapi juga memperkenalkan potensi wisata mountain bike (MTB) di Lombok.

Bagi sejumlah peserta, karakter trek menjadi alasan untuk kembali bersepeda di Lombok. Santoso Rais, penghobi MTB asal Cikarang, Jawa Barat, mengaku telah tiga kali mengunjungi Lombok dalam empat tahun terakhir untuk menjajal jalur di kawasan Rinjani.

"Selama 4 tahun terakhir sudah 3 kali saya datang ke Lombok hanya untuk bermain (MTB) di Rinjani. Treknya penuh tantangan, variatif dan full adrenalin. Apalagi makanannya joss," ujar Santoso.

Firadz Pariska, senior YTI dari Lombok, mengatakan komunitasnya ingin memperkenalkan jalur-jalur MTB di daerah tersebut kepada lebih banyak penghobi sepeda, baik dari dalam maupun luar negeri.

"Kami gembira bisa bersama-sama dengan teman-teman YTI memperkenalkan wisata MTB Lombok ke masyarakat. Harapan kami, Lombok akan selalu menjadi destinasi bagi semua penggila MTB, baik di Indonesia maupun dunia," kata Firadz.

Kegiatan komunitas seperti ini dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan destinasi wisata melalui pengalaman langsung peserta. Namun, dampak ekonominya terhadap pelaku usaha lokal, seperti penginapan, transportasi, penyedia jasa pemandu, dan usaha kuliner, masih memerlukan data lebih lanjut untuk diukur.

Disertai Donasi dan Apresiasi Sponsor

Gathering Nasional YTI 2026 juga menjadi momentum penyaluran donasi kepada sejumlah lembaga sosial di Lombok. Secara keseluruhan, YTI menyebut telah menyalurkan donasi lebih dari Rp100 juta kepada berbagai lembaga amal dan sosial sepanjang periode 2025–2026.

Dalam acara tersebut, YTI turut memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang mendukung kegiatan komunitas. Salah satunya Lion Air Group, yang menjadi mitra dalam berbagai kegiatan YTI sekaligus sponsor utama YTI Racing Team.

Tim balap MTB yang dibentuk komunitas tersebut disebut berhasil meraih gelar juara nasional di kelas men dan women youth serta posisi runner-up kelas men elite pada ajang Indonesian Downhill Seri 2 di Pasuruan.

Selain Lion Air Group, penghargaan diberikan kepada Velo Cycle, Agung Podomoro Land, Eleende, Ginta Cargo, Fizz Hotel, Matchbook Supply Co, dan Polaris. Apresiasi juga diberikan kepada sejumlah kelompok anggota YTI dari Surabaya, Solo-Jogja, Bandung, Pondok Cabe, dan Lombok.

Sekretaris Jenderal YTI, Ical Hard, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap pengalaman bersama di Lombok dapat memperkuat komunitas agar semakin solid dan kolaboratif.