Tren Leisure

Mengintip Album Ramah Lingkungan Billie Eilish

  • Dikenal karena dedikasi pada advokasi lingkungan, Billie Eilish berupaya membuat musik fisik lebih ramah lingkungan. Ini kisahnya.
Billie Eilish.
Billie Eilish. (store.billieeilish.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Hanya dalam beberapa tahun, popularitas Billie Eilish telah tumbuh begitu pesat sehingga ia kini dianggap sebagai salah satu artis musik pop paling berpengaruh di dunia. Ia masih muda dan merupakan bagian dari generasi yang melihat masa depannya terancam oleh perubahan iklim.

Dikenal karena dedikasinya pada advokasi lingkungan, Billie Eilish berupaya membuat musik fisik lebih ramah lingkungan. Penyanyi ini pernah merilis album yang lebih berkelanjutan untuk, Hit Me Hard and Soft, yang dirilis pada 17 Mei 2024.

Situs resminya menampilkan praktik ramah lingkungan yang diterapkan timnya untuk setiap versi album (termasuk delapan versi vinyl) yang dipasarkan. Dilansir dari Euro News, Hit Me Hard and Soft adalah tindak lanjut dari albumnya yang dirilis tahun 2021, Happier Than Ever, dan akan tersedia dalam format digital dan fisik edisi terbatas.

Menurut situs resmi Billie Eilish, Hit Me Hard and Soft dirilis dalam delapan varian vinyl yang diproduksi dengan praktik paling ramah lingkungan yang tersedia. Semua versi fisik dari album ini memang dibuat sepenuhnya dari bahan yang dapat didaur ulang 100%.

Edisi hitam standar dibuat dari vinyl hitam yang 100% didaur ulang, sedangkan tujuh vinyl lainnya dibuat dari ECO-MIX atau BioVinyl. ECO-MIX terbuat dari 100% campuran daur ulang yang berasal dari sisa warna vinyl yang tidak bisa digunakan untuk keperluan lain.

Potongan-potongan ini didaur ulang dan digunakan kembali untuk produksi piringan berikutnya, sehingga setiap piringan akan unik dan berbeda satu sama lain. Selain itu, Billie menggunakan bahan komposit yang dapat didaur ulang untuk warna vinyl LP tunggalnya, dengan mengumpulkan semua sisa produksi pertama untuk dipakai kembali di produksi berikutnya.

BioVinyl membantu mengurangi emisi karbon hingga 90% dibandingkan vinyl baru, dengan memanfaatkan bahan non-fosil seperti minyak goreng bekas atau gas limbah industri, sambil tetap mempertahankan kualitas audio dan visual setara vinyl konvensional.

Vinyl terbuat dari plastik, yang memiliki dampak besar terhadap lingkungan, dan sering dikemas menggunakan bahan yang tidak bisa didaur ulang. Dengan bangkitnya tren vinyl yang terus berlanjut, dampak lingkungan ini menjadi perhatian banyak orang, karena PVC (polyvinyl chloride), plastik dari mana piringan dibuat, berbahaya bagi lingkungan dan sulit didaur ulang.

BioVinyl membantu mengurangi emisi karbon hingga 90% dibandingkan LP standar, sambil tetap mempertahankan kualitas audio yang sama.

Untuk kemasan, semua kemasan vinyl dibuat dari kertas/papan daur ulang bersertifikat FSC, 100% berasal dari limbah pasca-konsumsi dan serat pra-konsumsi yang didaur ulang. Tinta yang digunakan berbahan dasar tanaman, dan lapisan pelindung berbasis air.

Album Hit Me Hard and Soft milik Billie Eilish dalam format ramah lingkungan. (therevolverclub.com)

Sebagai pengganti shrink-wrap, selongsongnya 100% dapat didaur ulang dan digunakan kembali. Untuk pengiriman, semua produk dikemas dan dikirim ke gudang menggunakan kotak pengiriman yang hingga 93% terbuat dari bahan daur ulang dan 100% dapat didaur ulang.

Dilansir dari Products of Change, menanggapi praktik industri musik yang sebelumnya dilabeli Billie sebagai sangat boros, penyenyi itu membatasi jumlah varian yang diproduksi dan dirilis.

Dalam sebuah wawancara dengan Billboard, Billie baru-baru ini mengkritik para artis yang merilis hingga 40 varian album yang sama dalam upaya untuk memanipulasi angka pembelian dan menduduki puncak tangga penjualan.

Meskipun keputusan sang artis untuk merilis delapan varian album yang sama telah dikritik, Billie telah menyatakan niatnya untuk meminimalkan dampak lingkungan. Varian hitam standar terbuat dari 100% vinil hitam daur ulang, sementara 7 varian warna lainnya akan dibuat dari Eco-Mix atau BioVinyl.

“Kita hidup di zaman sekarang di mana, entah kenapa bagi sebagian artis sangat penting untuk membuat berbagai jenis vinyl dan kemasan, yang meningkatkan penjualan, menaikkan angka, dan menghasilkan lebih banyak uang bagi mereka,” kata Billie Eilish dalam wawancara dengan Billboard.

Penyanyi-penulis lagu ini telah lama menjadi pendukung aksi perubahan iklim dan praktik berkelanjutan, serta menjadi kekuatan pendorong perubahan positif di kalangan penggemarnya maupun industri musik yang lebih luas.

Bersama ibunya, Maggie Baird, seorang aktivis dan pendiri platform makanan nabati, Support + Feed, keduanya sangat berpengaruh dalam perubahan yang terlihat di seluruh pendekatan Universal Music Group terhadap keberlanjutan.

Di sisi lain, Billie Eilish bukanlah artis pertama yang merilis jenis vinyl yang berbeda. Pada 2019, penyanyi dan penulis lagu Nick Mulvey mencatat sejarah dengan merilis singel In The Anthropocene dalam bentuk ocean vinyl, piringan yang dapat diputar dan sepenuhnya dibuat dari plastik daur ulang dari laut.

Mulvey saat itu mengatakan bahwa tujuan proyek tersebut adalah untuk mendorong orang berpikir tentang cara-cara baru dalam melakukan sesuatu.