Mengenal HYROX, Olahraga yang Sedang Tren dan Tuai Pro-kontra
- HYROX kini semakin populer, bahkan sekarang ada lebih dari 100 kompetisi HYROX telah diselenggarakan di berbagai negara di dunia. Tertarik coba?

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Baru-baru ini warganet di media sosial diramaikan dengan event HYROX. Tentu saja, seperti tren olahraga pada umumnya, keviralan ini diikuti dengan pro dan kontra.
Seperti yang dilansir dari Sky Sports, HYROX adalah suatu fitness race atau ajang adu kebugaran dalam ruangan terbuka, boleh diikuti oleh siapa saja baik pemula hingga atlet profesional.
Hal yang membuat olahraga satu ini terkesan unik adalah perlombaannya menggunakan format yang sama, yaitu peserta bergantian menyelesaikan lari dan latihan workout.
Setiap peserta memulai HYROX dengan lari sejauh 1 kilometer, lalu langsung mengerjakan satu tantangan latihan fisik. Pola ini diulang sebanyak delapan kali dengan jenis latihan yang berbeda di setiap putarannya.
Sejarah Munculnya HYROX

HYROX pertama kali diperkenalkan pada 2017 di Jerman, didirikan oleh Christian Toetzke bersama Moritz Furste, mantan atlet hoki lapangan Jerman yang berhasil mengantongi tiga medali Olimpiade, termasuk medali emas pada Olimpiade London 2012.
Kompetisi yang Diuji di HYROX

Seperti yang dilaporkan Sky Sports, HYROX adalah kompetisi yang cukup berat karena setiap peserta akan diuji daya tahannya, kekuatan, dan kebugaran secara menyeluruh.
Bahkan, setiap tantangan yang diujikan selalu diawali dengan lari 1 kilometer dan urutannya tidak pernah berubah.
Berikut beberapa tantangan yang diujikan peserta HYROX.
Ski Erg 1.000 Meter
Dalam tantangan ini, peserta harus menggunakan mesin SkiErg, suatu alat kardio yang meniru gerakan ski di alam.
Latihan ini melibatkan kerja hampir seluruh otot tubuh dan peserta. tidak boleh melanjutkan ke tantangan berikutnya jika belum menyelesaikan jarak 1.000 meter.
Sled Push 50 Meter
Peserta harus mendorong kereta atau troli yang sudah berisi beban atau sled sejauh 50 meter. Meski tantangan ini terkesan sederhana, sebetulnya ujian ini membutuhkan tenaga dari kaki dan tubuh bagian atas yang sangat besar.
Sled Pull 50 Meter
Usai mendorong sled, peserta harus menarik sled hingga 50 meter menggunakan tali. Latihan ini akan menguji kekuatan punggung, pantat, lengan, dan otot inti.
Burpee Broad Jump 80 Meter
Di tantangan ini, peserta diminta melakukan gerakan burpee dengan lompatan ke depan. Untuk menyelesaikan jarak hingga 80 meter, peserta biasanya harus melakukan sekitar 40-60 repetisi, bahkan bisa lebih.
Row 1.000 Meter
Paruh kedua perlombaan ini dimulai dengan mendayung menggunakan mesin rowing sejauh 1.000 meter. Sama seperti tantangan sebelumnya, peserta tetap harus menyelesaikan seluruh jarak yang ditentukan sebelum melanjutkan tantangan.
Farmers Carry 200 Meter
Di challenge ini, peserta harus membawa dua kettlebell di kedua tangan seperti sedang membawa kantong belanja sejauh 200 meter.
Berat kettlebell ini tenntunya sudah disesuaikan dengan kategori yang diikuti peserta.
Sandbag Lunges 100 Meter
Peserta diharuskan melakukan gerakan lunge sambil memikul karung pasir di bahu sejauh 100 meter.
Berat karung yang dibawa bervariasi tergantung kategori peserta, yaitu mulai dari 10 kilogram sampai 30 kilogram.
Wall Balls 100 Repetisi
Tantangan terakhir yaitu peserta melakukan squat sambil melempar bola berbobot ke target dinding. Mungkin tantangan ini terkesan mudah, padahal latihan ini justru sering menjadi bagian yang paling menguras tenaga karena dilakukan usai melakukan seluruh rangkaian tantangan sebelumnya.
Biasanya, atlet elite mampu menyelesaikan seluruh rangkaian tantangan HYROX dalam waktu kurang dari satu jam. Sedangkan sebagian besar peserta, rata-rata menyelesaikan seluruh rangkaian tantangan ini di kisaran 90 menit.
Bedanya dengan race untuk lari, HYROX tidak ada batas waktu maksimal atau cut off time, sehingga peserta bebas menyelesaikan perlombaan sesuai kemampuan masing-masing.
Itu tadi penjelasan soal tren olahraga HYROX yang sekarang semakin populer dan diperbincangkan banyak orang termasuk di media sosial. Tertaik untuk mengikutinya?
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Justina Nur Landhiani pada 01 Jul 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
