Makan Daging Kambing Tapi Kolesterol Tetap Aman? Ini Tipsnya
- Daging kambing memang mengandung lemak jenuh, tapi kamu bisa memilih potongan daging kambing yang lebih rendah lemak dapat membantu mengurangi asupannya.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA>ID — Daging kambing adalah salah satu daging kurban yang dibagikan untuk masyarakat pada Iduladha. Meski begitu, tidak jarang daging kambing ‘dituduh’ jadi biang kerok kolesterol naik. Apakah hal itu benar-benar terjadi atau hoax semata?
Dilansir dari Healthline, daging kambing sebetulnya sangat bergizi karena bisa dijadikan sebagai sumber zat besi, magnesium, selenium, dan asam lemak omega-3 yang baik untuk tubuh.
Seporsi daging kambing matang seberat 85 gram bisa mengandung sekitar 25 gram protein, dan kaya akan kalium dan vitamin B12. Daging kambing memang mengandung lemak jenuh, tapi kamu bisa memilih potongan daging kambing yang lebih rendah lemak dapat membantu mengurangi asupannya.
Beberapa bagian daging kambing yang lebih rendah lemak yaitu tenderloin, loin chops, dan paha atau kaki kambing. Selain itu, cara memasak juga bisa memengaruhi kandungan lemak pada daging.
Oleh karena itu, kamu bisa tetap mengonsumsi daging kambing dalam jumlah wajar agar pola makan tetap sehat dan membantu menjaga kadar kolesterol.
Lalu, bagaimana cara mengetahui ciri-ciri kolesterol naik? Simak penjelasan berikut ini.
Ciri-ciri Kolesterol Naik

Sebetulnya, kolesterol adalah zat mirip lemak yang terdapat dalam darah. Tubuh membutuhkan kolesterol untuk membangun sel-sel yang sehat.
Akan tetapi, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Ketika kadar kolesterol tinggi, maka lemak dan zat-zat lain bisa menumpuk di pembuluh darah arteri, atau menimbulkan plak. Plak ini bisa membuat arteri menyempit atau tersumbat.
Meski begitu, kolesterol tinggi umumnya tidak menimbulkan gejala apapun atau tidak muncul ciri-ciri tertentu. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol adalah melalui tes darah.
Penyebab Kolesterol Tinggi

Berikut beberapa penyebab kolesterol tinggi, seperti yang dilansir dari Healthline.
Pola Makan Tidak Sehat
Konsumsi lemak jenuh dan lemak trans terlalu banyak dapat meningkatkan kolesterol. Lemak jenuh banyak ditemukan pada daging berlemak, produk susu full cream, makanan kemasan, dan dessert tertentu.
Obesitas
Obesitas bisa terjadi ketika tubuh memiliki terlalu banyak lemak.
Kurang Olahraga
Rutin olahraga dapat membantu meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik, begitu pula sebaliknya.
Merokok
Merokok bisa menurunkan kadar HDL sehingga kolesterol buruk bisa naik.
Usia
Kolesterol tinggi sebetulnya bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada anak-nak.
Namun, kolesterol tinggi umumnya terjadi pada seseorang yang berusia lebih dari 40 tahun karena kemampuan hati dalam membuang LDL semakin menurun.
Itu tadi penjelasan soal gejala kolesterol tinggi sekaligus penyebabnya. Harus hati-hati memilih makanan dan jaga pola hidup sehat ya!
Tulisan ini telah tayang di balinesia.id oleh Justina Nur Landhiani pada 28 May 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
