Main Aman, T-55 Rusia Tidak akan Berperang Sebagai Tank
- Pada akhir Maret 2023 lalu muncul video yang menunjukkan tank T-54/55 Rusia diangkut keluar dari penyimpanan. Kini mulai terjawab peran apa yang akan dimainkan tank tua tersebut.

Amirudin Zuhri
Author


MOSKOW-Pada akhir Maret 2023 lalu muncul video yang menunjukkan tank T-54/55 Rusia diangkut keluar dari penyimpanan. Kini mulai terjawab peran apa yang akan dimainkan tank tua tersebut.
Andrei Tarasenko, pemilik situs web berbahasa Rusia bertema tank btvt.info mengutip sumber-sumber di militer Rusia menulis di media sosial baru-baru ini T-54 memang dikerahkan ke dalam pertempuran. Tetapi mereka tidak akan menjalankan peran sebagai tank. Tetapi sebagai kendaraan artileri lapis baja yang menembakkan peluru tidak langsung ke sasaran yang jauh.
Postingan itu menyatakan kompi T-54B dan T-55 yang biasanya terdiri dari 10 atau 13 tank dipindahkan ke resimen artileri yang aktif di Ukraina selatan. Jika T-54 biasanya membutuhkan empat awak yakni komandan, pengemudi, penembak dan loader, kali ini tank hanya dioperasikan oleh tiga awak. Ini mungkin karena kebutuhan terbatas untuk bergerak dan menembak secara bersamaan.
Juga dilaporkan awaknya diambil dari cabang artileri dan tank dan hanya menerima pelatihan selama satu minggu.
Dalam postingan selanjutnya Tarasenko menunjukkan Rusia awalnya juga bermaksud menggunakan tank T-62M tua dalam peran artileri. Tetapitetapi akhirnya mereka ditugaskan ke unit garis depan dengan peran serangan.
Kondisi teknis T-62M yang telah dimodernisasi dengan lapis baja yang diperkuat di turret depan dan sebagian besar dikirim ke wilayah Kherson digambarkan sebagai tank tingkat bawah.
Tarasenko menulis banyak T-62M tertinggal selama rotasi personel dan akhirnya ditinggalkan ketika Rusia mundur dari tepi barat Sungai Dnieper pada November 2022. “Ini membuat mereka ditangkap oleh pasukan Ukraina,” katanya.
Popular Mechanics menulis Kamis 18 Mei 2023, penggunaan tank sebagai artileri tembakan tidak langsung memiliki sejarah panjang. Dan tidak diragukan lagi, Rusia sekarang ingin mengerahkan lebih banyak artileri ke Ukraina. Dan membuat lebih banyak peluru yang dapat digunakan untuk misi artileri. Meskipun tembakan tidak langsung skala besar bukanlah penggunaan yang ideal dari senjata utama tank.
Itu karena senjata tank dirancang untuk melepaskan selongsong pada kecepatan yang sangat tinggi guna memaksimalkan penetrasi dan akurasi. Sebuah metode yang memberikan lebih banyak tekanan pada laras meriam. Ini berarti laras biasanya harus diganti setelah beberapa ratus tembakan, atau berisiko meledak.
Sementara howitzer dan senjata lapangan yang dirancang khusus, tidak membutuhkan begitu banyak kecepatan penembus lapis baja. Dan laras mereka dibangun untuk masa pakai yang lebih lama. Jadi, tank yang didedikasikan untuk misi artileri akan membuat laras senjata mereka yang berharga jauh lebih cepat aus daripada howitzer yang dibuat khusus.
Senjata D10T 100 milimeter T-54 diperkenalkan pada Perang Dunia II pada penghancur tank Su-100. Meriam ini jelas tidak seberharga meriam 2A46 125 milimeter modern yang digunakan pada tank Rusia modern.
Dan simpanan peluru 100 milimeter yang kompatibel dengan D-10T kemungkinan belum banyak digunakan seperti peluru artileri standar Rusia 122 dan 152 milimeter. Dengan demikian, pasokan selongsong berdaya ledak tinggi 100 milimeter — meskipun kurang efektif — setidaknya mudah didapat.
Perlu juga dicatat bahwa kru tank Rusia dan Ukraina dalam video, kadang-kadang melakukan serangan tembakan tidak langsung yang sangat tepat terhadap kendaraan musuh. Mereka menggunakan pengintai drone untuk memperbaiki tembakan mereka. Namun, taktik semacam itu tampaknya hanya improvisasi yang diimplementasikan di lapangan, terutama karena ada permintaan rakus untuk drone di kedua militer.
Meskipun digunakan sebagai artileri tampaknya T-54 Rusia, pada titik tertentu, akan diminta untuk memberikan dukungan tembakan langsung. Mungkin untuk membantu unit Rusia dalam keadaan darurat atau untuk digunakan secara defensif.
Tank—bahkan yang setua T-54—memiliki dampak pada moral di medan perang, terutama untuk pasukan yang diturunkan.
Dalam sebuah wawancara New York Times, seorang petugas medis Ukraina menjelaskan sangat menakutkan ketika tank menembaki mereka.
“Saat mortir ditembakkan, Anda dapat mendengar ke mana ia pergi, ke mana ia akan mendarat. Ketika itu adalah tank, Anda dapat mendengarnya menembak, dan kemudian amunisinya langsung mendarat. Anda tidak tahu di mana itu akan mendarat. Itu terjadi dalam sepersekian detik. Ada ledakan, dan itu mendarat bahkan sebelum Anda mendengarnya,” katanya.
Namun meski T-54 memberikan beberapa daya tembak dan perlindungan lapis baja dasar, desain era 1950-an mereka masih akan sangat rentan terhadap senjata anti-tank modern. Mereka juga tidak akan mampu menembus pelindung frontal dari tank tempur utama lawan, dan tidak memiliki sensor serta pengendalian tembakan untuk menjadi yang pertama mendeteksi dan secara akurat menembak musuh yang lebih jauh.
Ukraina sebenarnya juga menggunakan varian tank T-55 yang disebut M-55S. Namun, ini adalah varian Slovenia yang sangat ditingkatkan yang dipersenjatai dengan senjata 105 milimeter Barat yang lebih mumpuni. Selain itu juga dilengkapi dengan sistem pengendalian tembakan yang cukup baik.

Amirudin Zuhri
Editor
