Tren Leisure

Kapan Waktu yang Tepat Ganti Gadget? Ini Tanda-tandanya

  • Gadget lemot, tak lagi dapat update, atau biaya servis mahal? Kenali tanda kapan harus ganti perangkat agar tetap aman, efisien, dan sesuai kebutuhan.
samsungseria-primary.jpg
Smartphone Samsung (Dok/EraSpace)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat banyak orang bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk mengganti gadget. Baik ponsel maupun laptop, keputusan untuk melakukan upgrade seharusnya tidak semata-mata didorong oleh tren atau keinginan mengikuti model terbaru. 

Faktor keamanan, kenyamanan penggunaan, serta kebutuhan sehari-hari justru menjadi pertimbangan utama agar perangkat yang digunakan tetap relevan dan mendukung aktivitas secara optimal. Dilansir TrenAsia dari berbagai sumber, Rabu, 25 Februari 2026, berikut sejumlah tanda yang bisa menjadi pertimbangan sebelum memutuskan mengganti perangkat lama,

Dari Segi Software dan Performa

Salah satu sinyal paling penting adalah ketika perangkat sudah tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem operasi maupun patch keamanan. Umumnya, produsen hanya memberikan dukungan pembaruan selama 3–5 tahun.

Jika update sudah dihentikan, perangkat menjadi lebih rentan terhadap virus dan malware karena celah keamanan tidak lagi ditambal. Selain itu, aplikasi-aplikasi terbaru bisa saja tidak kompatibel dengan sistem operasi lama, sehingga tidak dapat diunduh atau berjalan optimal.

Performa yang menurun drastis juga menjadi tanda lain. Perangkat yang sering hang, restart sendiri, atau membutuhkan waktu lama hanya untuk membuka aplikasi menunjukkan bahwa spesifikasi hardware sudah kewalahan menjalankan software terbaru.

Masalah klasik lainnya adalah notifikasi “storage penuh” yang terus muncul meski pengguna sudah menghapus foto dan aplikasi. Kondisi ini dapat memperlambat kinerja perangkat dan menghambat penyimpanan data baru.

Baterai yang cepat habis juga patut diperhatikan. Jika sebelumnya perangkat mampu bertahan seharian, namun kini hanya bertahan dua hingga tiga jam dengan pola penggunaan yang sama, itu menandakan penurunan kapasitas baterai. 

Bila penggantian baterai tidak memungkinkan atau biayanya tidak sebanding dengan harga perangkat, mengganti gadget bisa menjadi opsi lebih rasional.

Dari Segi Hardware dan Fisik

Kerusakan fisik tertentu bahkan masuk kategori darurat. Baterai yang menggelembung, misalnya, dapat menyebabkan layar menonjol atau casing belakang melengkung. Kondisi ini berbahaya karena berpotensi memicu ledakan atau kebakaran. Penggunaan harus segera dihentikan dan perangkat perlu diperbaiki atau diganti.

Kerusakan lain seperti port pengisian daya yang longgar, layar pecah dengan garis-garis atau dead pixel, kamera yang terus menghasilkan foto buram meski lensa sudah dibersihkan, hingga tombol dan speaker yang tidak berfungsi, juga menjadi indikator penting.

Apalagi jika biaya perbaikannya sudah mendekati harga gadget baru, maka mengganti perangkat menjadi pilihan yang lebih masuk akal secara ekonomi.

Dari Segi Kebutuhan dan Gaya Hidup

Perubahan kebutuhan juga bisa menjadi alasan kuat untuk upgrade. Jika sebelumnya perangkat hanya digunakan untuk pesan instan dan media sosial, namun kini dibutuhkan untuk pekerjaan berat seperti editing video, desain grafis, atau gaming dengan grafis tinggi, perangkat lama mungkin tidak lagi memadai.

Fitur-fitur baru yang signifikan, seperti kamera dengan kualitas lebih baik, ketahanan air, dukungan jaringan 5G, atau port USB-C yang lebih universal, juga bisa menjadi pertimbangan. Terlebih jika perangkat lama masih menggunakan jaringan 3G sementara 4G dan 5G sudah semakin luas.

Pertimbangan Ekonomi: Perbaiki atau Ganti?

Sebelum memutuskan, penting untuk menghitung biaya secara rasional. Bandingkan biaya perbaikan dengan harga jual bekas perangkat ditambah harga gadget baru.

Banyak ahli menyarankan “aturan 50 persen”, jika biaya perbaikan sudah lebih dari 50 persen harga gadget baru atau harga pasaran perangkat sejenis dalam kondisi bekas, maka lebih bijak untuk membeli baru.

Sebagai contoh, jika harga awal ponsel Rp5 juta dan biaya perbaikan layar mencapai Rp2,5 juta, maka menambah dana untuk membeli perangkat baru yang lebih canggih bisa menjadi keputusan yang lebih efisien.

Mengganti gadget bukan sekadar mengikuti tren. Keputusan sebaiknya diambil ketika perangkat sudah tidak aman, tidak efisien, atau tidak lagi sesuai dengan kebutuhan.

Jika gadget sudah berhenti mendapat update keamanan, performanya menurun drastis, baterai bermasalah, atau biaya perbaikan tidak lagi masuk akal, maka mungkin memang sudah waktunya beralih ke perangkat yang baru dan lebih relevan dengan kebutuhan saat ini.