Tren Leisure

Jessica Rima: Vape Corner Makin Diminati karena Komunitas

  • Vape corner mulai menjadi ruang interaksi pengguna dewasa. Komunitas, sharing pengalaman, networking, dan perkembangan produk menjadi daya tarik.
WhatsApp Image 2026-10-05 at 14.31.55.jpeg
Influencer jee_vanka (jee_vanka)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Perkembangan vape corner dinilai mulai bergeser dari sekadar tempat menggunakan atau membeli produk vape menjadi ruang interaksi bagi pengguna dewasa. Ruang tersebut menjadi tempat berbagi pengalaman, bertukar informasi mengenai produk, membangun jaringan, hingga memperkuat komunitas.

Influencer vape Jessica Rima Rahmayanti atau yang dikenal melalui akun media sosial @jee_vanka mengatakan kekuatan vape corner tidak hanya terletak pada kelengkapan produk, tetapi juga pengalaman dan komunitas yang dibangun di dalamnya.

“Saya melihat vape corner mulai berkembang bukan hanya sebagai tempat untuk menggunakan vape, tetapi sebagai ruang berkumpul bagi pengguna dewasa. Di sana terjadi interaksi, sharing experience, networking, dan terbentuknya komunitas,” kata Jessica kepada TrenAsia di Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026.

Menurutnya, keberadaan komunitas menjadi salah satu alasan pengguna dewasa datang ke vape corner. Kesamaan hobi membuat pengguna dapat bersosialisasi sekaligus membangun rasa memiliki terhadap komunitas.

Baca juga : Peta Persaingan Bisnis HP di Indonesia, Siapa Penguasa Pasar?

“Biasanya pengguna dewasa tertarik datang ke vape corner karena community yang kuat, bersosialisasi karena mempunyai hobi yang sama. Memiliki rasa sense of belonging, seperti menjadi bagian atau merasa satu circle dari community tersebut,” ujarnya.

Selain faktor komunitas, Jessica melihat sebagian pengguna datang untuk mendapatkan pengalaman dan informasi mengenai perkembangan produk. Hal ini karena industri vape masih terus menghadirkan inovasi, baik dari sisi perangkat maupun produk.

“Selebihnya karena tempat yang nyaman dan diperbolehkan vape, networking, entertainment, lifestyle dan lain-lain. Ada juga yang mencari experience untuk mencari tahu update device atau product terbaru,” kata Jessica.

Konsumen Mencari Pengalaman Lebih Lengkap

Jessica menilai pola konsumen saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada pembelian produk. Pengguna juga membutuhkan ruang untuk berdiskusi dan memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhannya.

“Menurut saya, konsumen sekarang mencari experience yang lebih lengkap. Mereka tidak hanya datang untuk membeli produk, tetapi ingin berdiskusi terkait apa yang mereka butuhkan dan cocok dengan mereka, mendapatkan insight, bertemu komunitas, dan menikmati suasana,” tuturnya.

Karena itu, vape corner yang menarik ke depan adalah tempat yang mampu menggabungkan pengalaman terhadap produk dengan pengalaman komunitas.

Dia menambahkan, interaksi secara langsung menjadi salah satu kekuatan yang tumbuh dari ekosistem vape. Di dalam komunitas tersebut terdapat berbagai pihak, mulai dari produsen, distributor, toko hingga pengguna.

Menurut dia, kesamaan ketertarikan terhadap vape dapat membuka ruang bagi pengguna maupun pelaku usaha untuk bertukar pengalaman dan membangun relasi.

Baca juga : Kenapa Musim Kemarau 2026 Terasa Sangat Panjang?

Sharing Pengalaman Jadi Bagian Edukasi

Jessica menilai interaksi antarpengguna juga dapat membantu konsumen memahami karakteristik produk yang cukup beragam. Konsumen dapat mendengar pengalaman pengguna lain maupun mendapatkan penjelasan dari pelaku usaha secara lebih personal.

Dengan demikian, proses mengenal produk tidak hanya berlangsung melalui promosi. Pengalaman langsung dan diskusi antarpengguna juga menjadi bagian dari proses mendapatkan informasi.

“Jadi proses mengenal produk tidak hanya datang dari promosi, tetapi juga dari sharing dan edukasi langsung. Apalagi mengenal jenis produk yang cukup banyak atau variatif, ini akan sangat membantu konsumen dalam memilih apa yang dibutuhkan,” ujarnya.

Meski demikian, Jessica menekankan bahwa interaksi dan aktivitas di dalam vape corner tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab. Menurutnya, ruang komunitas tersebut perlu ditujukan kepada konsumen dewasa dan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.

“Interaksi tersebut harus tetap bertanggung jawab dan ditujukan kepada konsumen dewasa yang membutuhkan atau perokok yang mau beralih,” katanya.

Dia menilai hubungan yang terbentuk di dalam komunitas tidak semata-mata didasarkan pada ketertarikan terhadap produk. Ada aspek sosial yang membuat pengguna merasa menjadi bagian dari lingkungan tersebut.

Baca juga : 28 Tahun Bank Mandiri, Salurkan 59.080 Sembako dan Gelar Pendonoran Darah

Menurut Jessica, komunitas yang berkembang di sekitar vape corner juga dapat diarahkan pada aktivitas yang lebih positif dan bertanggung jawab, termasuk edukasi, menjaga lingkungan komunitas, serta menghormati sesama pengguna.

Pada akhirnya, Jessica menilai perkembangan vape corner perlu berjalan seiring dengan kematangan industri. Aspek lifestyle sebaiknya tidak menjadi satu-satunya fokus dalam pengembangan ruang komunitas tersebut.

“Jadi, menurut saya, perkembangan vape corner seharusnya tidak hanya mengejar bagaimana industri terlihat lebih lifestyle, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama membangun industri yang lebih mature, responsible, dan sustainable,” tutur Jessica.