Hati-hati, Tidur Terlalu Lama Saat Puasa Bisa Picu Obesitas
Inilah bahaya dan dampak negatif dari tidur terlalu lama dan terlalu sering saat puasa, bisa picu diabetes

Justina Nur Landhiani
Author


Ilustrasi tidur terlalu lama
(Istimewa)JAKARTA – Tak terasa, bulan Ramadan telah menginjak hari kelima. Pada bulan Ramadan ini, semua umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa.
Karena tidak makan dan minum selama sehari penuh, kadang kita jadi lemas dan malas untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, tak jarang jika banyak yang terlalu sering tidur saat puasa.
Namun, tidur terlalu sering justru berdampak negatif untuk kesehatan tubuh.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Berikut bahaya dan dampak negatif dari tidur terlalu lama.
Dapat memicu masalah jantung
Jika Anda banyak tidur, maka jantung bisa menderita. Sebuah hasil enelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 dalam American Journal of Cardiology melaporkan bahwa waktu tidur yang lama meningkatkan risiko pengembangan meningkatnya massa ventrikel atau bilik kiri. Saat bilik kiri jantung menjadi lebih tebal, ia meningkatkan risiko gagal jantung.
Memicu obesitas
Jika Anda tidur selama berjam-jam melebihi jam tidur Anda yang seharusnya, maka fisik pada saat itu sedang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh Anda akan sedikit membakar kalori, sehingga dapat menyebabkan penambahan berat badan. Tidur lebih dari 8 jam sehari sangat berhubungan dengan risiko obesitas, diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular.
- Cara Menghilangkan Kecemasan Saat Rapat Online
- Tips Bekerja dari Rumah atau WFH Ketika Kasus COVID-19 Kembali Naik
- Tandatangani Kontrak, David Guetta Resmi Bergabung dengan Warner Music
Meningkatkan risiko diabetes
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2009 di Sleep Medicine menemukan bahwa orang yang tidur terlalu banyak atau tidak cukup tidur justru meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
Memicu depresi
Tidur mempengaruhi neurotransmitter di otak. Selain itu, durasi tidur yang panjang menyebabkan aktivitas fisik berkurang. Aktivitas fisik berperan penting untuk meningkatkan kadar neurotransmiter dopamin dan serotonin, yang dapat memperbaiki moodmu. Durasi tidur yang terlalu singkat atau terlalu panjang juga dapat memicu gejala depresi dan kecemasan kronis.
