Tren Leisure

Hati-hati, Tidur Terlalu Lama Saat Puasa Bisa Picu Obesitas

  • Inilah bahaya dan dampak negatif dari tidur terlalu lama dan terlalu sering saat puasa, bisa picu diabetes

Ilustrasi tidur terlalu lama

Ilustrasi tidur terlalu lama

(Istimewa)

JAKARTA – Tak terasa, bulan Ramadan telah menginjak hari kelima. Pada bulan Ramadan ini, semua umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa.

Karena tidak makan dan minum selama sehari penuh, kadang kita jadi lemas dan malas untuk melakukan aktivitas. Oleh karena itu, tak jarang jika banyak yang terlalu sering tidur saat puasa.

Namun, tidur terlalu sering justru berdampak negatif untuk kesehatan tubuh.

Berikut bahaya dan dampak negatif dari tidur terlalu lama.

Dapat memicu masalah jantung

Jika Anda banyak tidur, maka jantung bisa menderita. Sebuah hasil enelitian yang diterbitkan pada tahun 2013 dalam American Journal of Cardiology melaporkan bahwa waktu tidur yang lama meningkatkan risiko pengembangan meningkatnya massa ventrikel atau bilik kiri. Saat bilik kiri jantung menjadi lebih tebal, ia meningkatkan risiko gagal jantung.

Memicu obesitas

Jika Anda tidur selama berjam-jam melebihi jam tidur Anda yang seharusnya, maka fisik pada saat itu sedang tidak aktif. Oleh karena itu, tubuh Anda akan sedikit membakar kalori, sehingga dapat menyebabkan penambahan berat badan. Tidur lebih dari 8 jam sehari sangat berhubungan dengan risiko obesitas, diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular.

Meningkatkan risiko diabetes

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2009 di Sleep Medicine menemukan bahwa orang yang tidur terlalu banyak atau tidak cukup tidur justru meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Memicu depresi

Tidur mempengaruhi neurotransmitter di otak. Selain itu, durasi tidur yang panjang menyebabkan aktivitas fisik berkurang. Aktivitas fisik berperan penting untuk meningkatkan kadar neurotransmiter dopamin dan serotonin, yang dapat memperbaiki moodmu. Durasi tidur yang terlalu singkat atau terlalu panjang juga dapat memicu gejala depresi dan kecemasan kronis.

Tags: