Tren Leisure

ENHYPEN, Terbentuk dari I-LAND hingga Jadi Grup K-Pop Papan Atas

  • Sejak debut pada tahun 2020 melalui acara survival I-LAND, ENHYPEN menjadi salah satu grup K-pop terbesar.
Boy group K-pop ENHYPEN.
Boy group K-pop ENHYPEN. (x.com/ENHYPEN)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Sejak debut pada tahun 2020 melalui acara survival I-LAND, ENHYPEN menjadi salah satu grup K-pop terbesar. Para anggotanya yaitu Jungwon, Jay, Jake, Sunghoon, Sunoo, Ni-Ki, dan Heeseung yang kini telah menjadi mantan anggota, telah meraih berbagai pencapaian penting bersama.

Dilansir dari Elle, pencapaian mereka di antaranya menggelar konser offline pertama mereka sebagai penampil utama pada tahun 2022, tampil di Tokyo Dome hanya dalam waktu tiga tahun setelah debut, dan merilis album Romance: Untold pada tahun 2024 yang berhasil menempati posisi No. 2 di Billboard 200.

Pada April 2025, mereka kembali menorehkan momen penting dalam karier dengan tampil di festival musik Coachella.

Saat ini ENHYPEN beranggotakan enam orang setelah agensi mereka mengumumkan keluarnya Heeseung pada Selasa, 10 Maret 2026. “Melalui diskusi mendalam dengan setiap anggota mengenai masa depan yang mereka bayangkan serta arah tim ke depan, menjadi jelas bahwa Heeseung memiliki visi musiknya sendiri yang berbeda dan kami memutuskan untuk menghormatinya,” kata BELIFT LAB.

“Karena itu, HEESEUNG akan berpisah dari ENHYPEN, dan ke depannya ENHYPEN akan melanjutkan aktivitas resmi sebagai grup dengan enam anggota.” Heeseung sendiri akan melanjutkan karier solo di bawah naungan BELIFT LAB.

Sementara Heeseung bersiap untuk merilis musiknya sebagai solois, berikut ini adalah pengenalan singkat tentang para anggota ENHYPEN yang tersisa.

Di sisi lain, para penggemar dengan keras memprotes kepergian mendadak Heeseung. Hanya sehari setelah pengumuman keluarnya ia dari grup, para penggemar internasional telah mengumpulkan lebih dari 513.000 tanda tangan dalam sebuah petisi yang menuntut agar ia kembali.

“Setelah pengumuman dari BELFIT LAB mengenai keluarnya Heeseung dari grup, ribuan penggemar menyampaikan kekhawatiran mendalam dan menuntut adanya transparansi,” tulis seorang penggemar dalam surat yang dikirimkan kepada Korea JoongAng Daily pada Rabu, 11 Maret 2026.

“ENHYPEN telah beraktivitas sebagai grup beranggotakan tujuh orang sejak debut mereka, dan Heeseung memiliki peran penting dalam musik, penampilan, dan identitas grup tersebut,” tulis penggemar lain dalam suratnya. “Kabar ini menjadi kejutan besar bagi banyak penggemar.”

Meski pihak agensi menyatakan kepergian Heeseung merupakan keputusan yang diambil setelah pertimbangan panjang dan matang, sebagian penggemar mempertanyakan apakah keputusan tersebut benar-benar diambil secara sukarela oleh Heeseung.

“Banyak penggemar di seluruh dunia bingung dan khawatir tentang situasi ini, dan berharap untuk penjelasan yang lebih jelas dan komunikasi yang lebih transparan,” kata sebuah surat dari penggemar.

“Meski kami sepenuhnya mendukung perkembangan Heeseung sebagai seorang artis, kami percaya keputusannya untuk meninggalkan grup dan mengejar karier solo perlu dipertimbangkan kembali,” bunyi surat lainnya.

“Banyak artis di industri K-pop berhasil mengejar karier grup dan solo, dan kami berharap Heeseung akan diberikan kesempatan yang sama.”

Penggemar ENHYPEN, yang dikenal dengan julukan ENGENE, telah memulai petisi di Change.org yang menyerukan agar Heeseung mengejar aktivitas solo tanpa meninggalkan grup.

Berawal dari I-LAND

Dilansir dari Kbizoom, awal mula ENHYPEN bermula dari BELIFT LAB, yang awalnya didirikan pada Maret 2019 sebagai usaha patungan antara raksasa hiburan Korea Selatan CJ ENM dan HYBE Corporation (saat itu Big Hit Entertainment).

Kolaborasi ini bertujuan untuk menciptakan boy band global baru, sebuah proyek yang dipelopori oleh Presiden Belift Lab Taeho Kim dan Ketua HYBE Bang Si Hyuk. BELIFT LAB kemudian bertransisi menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh HYBE, memperkuat posisinya dalam konglomerat hiburan yang berpengaruh tersebut.

Platform yang dipilih untuk menemukan dan membentuk grup baru ini adalah acara kompetisi survival I-LAND tahun 2020. Program Mnet ini menyatukan 23 trainee pria, beberapa di antaranya direkrut langsung oleh BELIFT dan lainnya dipindahkan dari Big Hit Music, semuanya bersaing untuk mendapatkan tempat yang didambakan dalam susunan final.

Memulai Debut

Grup K-pop ENHYPEN. (x.com/ENHYPEN)

Nama ENHYPEN berasal dari simbol tanda hubung (-), yang mewakili koneksi, penemuan, dan pertumbuhan, seperti halnya tanda hubung yang menghubungkan kata-kata berbeda untuk menciptakan makna baru

ENHYPEN resmi memasuki kancah K-Pop pada 30 November 2020. Debut mereka ditandai dengan perilisan extended play (EP) pertama mereka, Border: Day One, dengan single utama yang menggugah, Given-Taken.

Antisipasi yang dibangun selama I-LAND langsung membuahkan kesuksesan komersial. Pemesanan awal album melonjak, melampaui 150.000 kopi hanya dalam dua hari dan melebihi 300.000 pada 21 November 2020.

Setelah dirilis, Border: Day One debut di nomor satu di tangga lagu Gaon Album Chart Korea Selatan dan memberikan kesan yang kuat di tangga lagu Oricon Jepang, mencapai nomor satu di tangga lagu Daily Album Chart dan nomor dua di tangga lagu Weekly Albums Chart dengan lebih dari 71.000 kopi terjual di minggu pertama.  

Promosi debut mereka sangat ekstensif, dimulai dengan “Enhypen Debut Show: Day One” yang diselenggarakan oleh Mnet.

Setelah itu, mereka tampil di berbagai acara musik ternama Korea Selatan seperti Music Bank KBS, Inkigayo SBS, dan The Show SBS MTV, serta acara-acara bergengsi akhir tahun termasuk Mnet Asian Music Awards (MAMA) 2020, The Fact Music Awards, KBS Song Festival, dan SBS Gayo Daejeon.

Menaklukkan Dunia: Tur Dunia dan Dampak Internasional

Tur dunia pertama mereka, Manifesto World Tour, berlangsung dari September 2022 hingga Februari 2023 dengan total 22 konser di berbagai kota di Asia dan Amerika Utara. Setelah itu, mereka segera melanjutkannya dengan tur yang lebih besar, Fate World Tour, yang digelar dari Juli 2023 sampai September 2024.

Dalam tur kedua ini, ENHYPEN mengadakan 42 pertunjukan di Asia dan Amerika Utara, dengan venue yang semakin besar. Mereka tampil di lokasi-lokasi ikonik seperti KSPO Dome di Seoul, Kyocera Dome dan Tokyo Dome di Jepang, serta berbagai arena besar di Amerika Serikat.

Tur Fate juga menunjukkan besarnya daya tarik mereka, dengan beberapa konser di Amerika dilaporkan menghasilkan pendapatan yang cukup besar, meskipun angka total keseluruhannya masih perlu ditafsirkan dengan hati-hati.

Melanjutkan momentum tersebut, ENHYPEN kemudian memulai tur dunia ketiga mereka, Walk The Line, yang berlangsung dari Oktober 2024 hingga September 2025. Tur ini menandai perluasan jangkauan global mereka, dengan rencana konser tidak hanya di Asia dan Amerika Utara, tetapi juga untuk pertama kalinya menyambangi Eropa, termasuk kota-kota besar seperti London, Paris, dan Berlin.

Skala venue yang digunakan juga semakin besar, bahkan beberapa pertunjukan direncanakan digelar di stadion. Salah satu pencapaian penting lainnya adalah penampilan mereka di festival musik Coachella pada tahun 2025.

Meskipun penampilan tersebut sempat menjadi bahan perbincangan di berbagai komunitas penggemar di internet terkait jumlah penonton dan berbagai perbandingan, Presiden BELFIT LAB, Taeho Kim, sebelumnya menyebut tampil di Coachella sebagai “pencapaian puncak” yang membuktikan keberhasilan filosofi pengembangan artis yang mereka terapkan.

Dilansir dari People, ENHYPEN merilis album terbaru mereka, The Sin: Vanish, pada Januari 2026. Album tersebut langsung debut di posisi No. 2 pada tangga lagu Billboard 200. Selain beberapa acara khusus untuk penggemar yang berkaitan dengan album tersebut, hingga kini belum ada tur konser yang diumumkan untuk mendukung perilisan itu.

Baru-baru ini, film konser mereka berjudul ENHYPEN [WALK THE LINE SUMMER EDITION] IN CINEMAS, yang menampilkan rekaman pertunjukan langsung dari tur tersebut, juga dirilis di bioskop pada Maret 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Billboard.

Penghargaan dan Pengakuan

Bakat dan popularitas ENHYPEN terus mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan sejak mereka debut.

Pada tahun pertama kariernya, mereka langsung memberikan dampak besar dengan menyapu bersih penghargaan “Rookie of the Year” di sejumlah ajang penghargaan musik besar di Korea Selatan, seperti Golden Disc Awards, Seoul Music Awards, Circle Chart Music Awards (yang sebelumnya bernama Gaon Chart Music Awards), The Fact Music Awards, dan Asia Artist Awards pada tahun 2020 dan 2021.

Kesuksesan awal tersebut bukanlah sesuatu yang sementara. Pada tahun-tahun berikutnya, ENHYPEN terus meraih penghargaan Bonsang (Main Prize) di berbagai ajang bergengsi seperti Golden Disc Awards, Seoul Music Awards, Hanteo Music Awards, dan The Fact Music Awards, yang menunjukkan kualitas karya mereka yang konsisten serta popularitas yang terus bertahan.

Daya tarik mereka di tingkat internasional juga terlihat dari berbagai penghargaan yang diterima, seperti Japan Gold Disc Award untuk kategori “New Artist of the Year (Asia)” dan “Best 3 New Artists (Asia)” pada tahun 2022, dan beberapa kemenangan dalam kategori “Worldwide Fans’ Choice Top 10” di ajang MAMA Awards.

Selain penghargaan dan penakuan yang telah disebutkan, masih banyak lagi prestasi yang dimiliki grup ini.

Wajah Berbagai Merek: Endorsement dan Kolaborasi

Sebagai sebuah grup, ENHYPEN ditunjuk sebagai duta merek global untuk rumah mode mewah asal Italia, Prada, pada Juni 2023—sebuah pencapaian penting dalam karier mereka. Sebelumnya, pada Juni 2021, mereka juga menjadi brand ambassador pertama untuk label fashion asal Prancis, Ami.

Selain itu, ENHYPEN juga menjalin kerja sama dengan beberapa merek lain, seperti brand perawatan kulit Korea Dr.Jart+ dan mixsoon, serta merek pakaian asal Filipina BENCH/.

Beberapa anggota ENHYPEN juga berhasil mendapatkan kerja sama endorsement secara individu. Sunghoon dan Jake diumumkan sebagai “friends of the house” untuk merek perhiasan mewah Tiffany & Co. di Korea dan Jepang pada April 2024.

Sunghoon kemudian memperluas portofolionya dengan menjadi model eksklusif untuk brand kosmetik Hince pada Mei 2024, dan duta merek untuk produk perawatan rambut L’Oréal Paris pada September 2024. Sementara, Ni-Ki menjadi wajah Digital Hollywood University di Jepang pada Maret 2025 dan ditunjuk sebagai brand ambassador minuman energi Jepang Zone Energy pada Mei 2025.

Selain aktivitas endorsement, ENHYPEN juga terlibat dalam berbagai kolaborasi kreatif. Di antaranya adalah proyek bersama Pokémon untuk lagu dan video musik One and Only, kerja sama dengan serial animasi TAYO the Little Bus untuk lagu anak-anak Hey Tayo dan Billy Poco, dan kolaborasi musik antara Jay dan band rock Jepang GLAY dalam lagu WHODUNIT.