Tren Leisure

Dubes RI Apresiasi Diaspora sebagai Pahlawan Budaya di Timur Kanada

  • Dalam kunjungan ke Nova Scotia, Dubes RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, bertemu diaspora Indonesia yang giat mempromosikan budaya Tanah Air. Komunitas siap gelar Indonesian Night sebagai ajang diplomasi kultural.
IMG-20250726-WA0005.jpg
Dalam kunjungan ke Nova Scotia, Dubes RI untuk Kanada, Muhsin Syihab, bertemu diaspora Indonesia yang giat mempromosikan budaya Tanah Air. Komunitas siap gelar Indonesian Night sebagai ajang diplomasi kultural. (Dubes RI)

Nova Scotia — Duta Besar Republik Indonesia untuk Kanada, Muhsin Syihab, mengunjungi komunitas diaspora Indonesia di kawasan Atlantik Kanada, khususnya Provinsi Nova Scotia. Dalam kunjungan tersebut, Dubes Muhsin bertemu langsung dengan sejumlah tokoh diaspora yang secara sukarela dan konsisten mempromosikan seni, kuliner, dan nilai-nilai budaya Indonesia kepada masyarakat lokal. Ia menyebut mereka sebagai “Pahlawan Budaya Indonesia” di tanah rantau.

Pertemuan hangat itu digelar di “Coffee, Tea and Sea,” kedai milik pasangan diaspora Johannes dan Bianca yang telah menetap di kota Dartmouth lebih dari 20 tahun. Kedai tersebut tak hanya menyajikan menu khas seperti nasi goreng dan mie ayam, tetapi juga menjadi ruang budaya yang memperkenalkan keramahan khas Indonesia kepada publik Kanada. “Makanan dan musik adalah bahasa universal yang menyampaikan pesan tanpa perlu banyak kata,” ujar Johannes.

Dubes Muhsin menyampaikan apresiasinya atas peran aktif para diaspora. “Kami sangat menghargai semangat Ibu dan Bapak sekalian yang telah menjaga kekompakan komunitas sekaligus memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Kanada bagian timur,” katanya.

Turut hadir dalam pertemuan itu Ketua Komunitas Indonesia di Nova Scotia (KOMINAS), Frankie Febrian Wongso, beserta para diaspora lainnya. Mereka berbagi kisah tentang dinamika hidup di Kanada, tantangan melestarikan budaya Indonesia di lingkungan multikultural, serta pentingnya menanamkan nilai-nilai Indonesia kepada generasi muda.

Salah satu gagasan menarik yang muncul adalah rencana penyelenggaraan “Indonesian Night” di Nova Scotia—ajang budaya yang menggabungkan musik, tari, kuliner, dan kerajinan khas Nusantara. Dubes Muhsin menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan kesiapan KBRI Ottawa untuk mendukung sepenuhnya.

Selain bertemu komunitas, Dubes Muhsin juga menyapa hampir 50 WNI dari berbagai wilayah di Nova Scotia dan bahkan dari Provinsi Newfoundland and Labrador, yang berjarak sekitar 2.300 km dari Ottawa. Dalam forum itu, ia mengajak seluruh diaspora untuk terus menjaga persatuan dan menjadi duta bangsa yang mencitrakan Indonesia secara positif di Kanada.

“Kita semua adalah etalase Indonesia di luar negeri. Perilaku dan kontribusi kita akan membentuk persepsi masyarakat Kanada terhadap Indonesia,” ujarnya. Ia juga menegaskan agar diaspora menjadikan KBRI Ottawa sebagai Rumah Bersama, tempat berkomunikasi, berdialog, dan mencari solusi atas berbagai kebutuhan di tanah rantau.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, KBRI Ottawa juga menggelar layanan “Warung Konsuler” di Halifax, yang melayani lebih dari 30 WNI dengan berbagai keperluan administratif, seperti pembuatan paspor, legalisasi dokumen, serta konsultasi status hukum dan kewarganegaraan. “Warung Konsuler ini adalah wujud komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan negara yang inklusif dan menjangkau langsung masyarakat,” tegas Dubes Muhsin.

Nova Scotia adalah provinsi di kawasan timur Kanada yang berpenduduk sekitar 1 juta jiwa. Berdasarkan data KBRI Ottawa melalui Portal Peduli WNI, terdapat hampir 200 warga negara Indonesia di wilayah Atlantik, termasuk Nova Scotia, New Brunswick, Prince Edward Island, dan Newfoundland and Labrador. Sebagian besar dari mereka adalah pelajar, pekerja sektor jasa, atau WNI yang menikah dengan warga negara asing.

Kunjungan ini menjadi bagian dari misi lebih luas KBRI Ottawa untuk memperkuat simpul-simpul diaspora di seluruh Kanada. Dengan pendekatan jemput bola, KBRI berharap dapat membina hubungan yang lebih erat antara negara dan warganya di luar negeri serta menjadikan diaspora Indonesia sebagai mitra strategis dalam diplomasi budaya dan pembangunan citra bangsa.

Tags: