Tren Leisure

Bikin Donald Trump Ngamuk, Siapa Itu Bad Bunny?

  • Penampilan Bad Bunny di pertunjukan paruh waktu Super Bowl 2026 baru-baru ini membuat Donald Trump murka.
Penampilan Bad Bunny di pertunjukan paruh waktu Super Bowl.
Penampilan Bad Bunny di pertunjukan paruh waktu Super Bowl. (BBC)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Penampilan Bad Bunny di pertunjukan paruh waktu Super Bowl adalah penghormatan penuh cinta untuk tanah kelahirannya, Puerto Rico, yang berpuncak pada pesan kebanggaan akan tanah airnya dan benua Amerika, serta seruan untuk persatuan dengan AS.

Pertunjukan berdurasi 14 menit itu menampilkan penampilan tamu dari Lady Gaga dan Ricky Martin, serta penampilan singkat dari Pedro Pascal, Cardi B, Karol G, dan Jessica Alba. Mereka terlihat menari di beranda casita, visual rumah tradisional Puerto Rico yang menjadi latar utama panggung.

Musisi berusia 31 tahun ini, yang dinobatkan sebagai artis paling banyak diputar di dunia pada 2025 menurut Spotify, kembali mencetak sejarah dengan menjadi penyanyi pertama yang membawakan seluruh penampilannya dalam bahasa Spanyol di ajang Super Bowl, yang dikenal sebagai salah satu acara televisi paling banyak ditonton di Amerika Serikat.

Dilansir dari BBC, meski demikian, ia sempat mengucapkan satu kalimat dalam bahasa Inggris, “God bless America,” sebelum para penari membawa bendera negara-negara di Amerika Tengah, Selatan, dan Utara ke atas panggung.

Di belakangnya terpampang papan besar bertuliskan “The only thing more powerful than hate is love,” dan di akhir segmen ia mengangkat bola football yang tertulis slogan dalam bahasa Inggris: “Together, We Are America.”

Namun, Bad Bunny yang memiliki nama asli Benito Antonio Martínez Ocasio, tidak memanfaatkan penampilannya untuk menyampaikan pernyataan politik secara terbuka yang menentang pemerintahan Amerika Serikat saat ini.

Meski begitu, Presiden Donald Trump, yang tidak hadir dalam Super Bowl tahun ini, justru melontarkan kritik keras terhadap penampilan Bad Bunny. Melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump menyebut pertunjukan tersebut sebagai “benar-benar mengerikan, salah satu yang terburuk sepanjang sejarah.”

Ia juga menilai penampilan itu sebagai penghinaan terhadap kebesaran Amerika dan mengklaim tidak mencerminkan standar kesuksesan, kreativitas, atau keunggulan tanpa merinci alasannya.

Salah satu sorotan utama kritiknya adalah penggunaan bahasa Spanyol secara dominan sepanjang pertunjukan.

“Tidak ada yang mengerti sepatah kata pun yang diucapkan orang ini,” tulisnya.

Trump juga menyebut tarian yang ditampilkan sebagai sesuatu yang tidak pantas.“Menjijikkan, terutama bagi anak-anak kecil yang menonton,” tandasnya.

Dalam unggahan yang sama, Trump juga menonjolkan klaim keberhasilan pemerintahannya dengan menyebut kondisi pasar saham berada di titik terbaik. Ia menyebut penampilan Bad Bunny sebagai sebuah “tamparan di muka,” meski sang musisi sama sekali tidak menyinggung Trump maupun pemerintahannya.

Selain itu, ia juga kembali mengkritik NFL, menyoroti aturan tendangan awal baru yang disebutnya konyol.

“Saya pikir itu sangat buruk. Itu merusak kemeriahan permainan,” kata Trump, mengulang keluhannya yang sebelumnya juga disampaikan dalam Pat McAfee Show.

Siapa Bad Bunny?

Penampilan Bad Bunny di pertunjukan paruh waktu Super Bowl. (BBC)

Bad Bunny adalah musisi asal Puerto Rico yang memiliki basis penggemar di seluruh dunia. Ia meraih kesuksesan internasional dengan tetap menulis dan menyanyikan lagu-lagunya dalam bahasa Spanyol, berbeda dari banyak musisi sebelumnya yang beralih ke bahasa Inggris demi menjangkau pasar lebih luas.

Dilansir dari Biography, peraih tiga penghargaan Grammy ini dikenal lewat lagu-lagu seperti Titi Me Pregunto, Dakiti, Moscow Mule, serta I Like It, yang menduduki posisi nomor satu bersama Cardi B dan J Balvin.

Album yang dirilisnya pada tahun 2020, El Último Tour del Mundo, mencatat sejarah sebagai album berbahasa Spanyol pertama yang debut di peringkat teratas Billboard 200. Pencapaian tersebut kembali ia ulangi melalui tiga album berikutnya, termasuk Debí Tirar Más Fotos (2025), yang menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang memenangkan Grammy Album of the Year pada tahun 2026.

Bad Bunny lahir dengan nama Benito Antonio Martínez Ocasio pada 10 Maret 1994 di Vega Baja, Puerto Rico, sekitar 30 mil di sebelah barat San Juan. Ia tumbuh besar di lingkungan Almirante Sur, Vega Baja, dalam keluarga kelas menengah ke bawah.

Ayahnya bekerja sebagai sopir truk, sementara ibunya berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. Bad Bunny juga memiliki dua adik laki-laki bernama Bernie dan Bysael.

Saat masih muda, Bad Bunny menggemari musik reggaeton, perpaduan antara hip-hop dan reggae dan mengidolakan musisi seperti Daddy Yankee dan Vico C. Dalam perjalanan ke sekolah, ia sesekali mendengarkan lagu-lagu reggaetonero Tego Calderón di mobil. Selain reggaeton, Benito juga menikmati musik salsa, merengue, dan rock. Bahkan, pada suatu masa, grup Bee Gees menjadi favoritnya.

Benito pernah bernyanyi di paduan suara gereja Katolik di lingkungannya hingga usia 13 tahun. Setelah itu, ia mulai fokus menciptakan beat sendiri di kamar serta melakukan freestyle di sekolah.

Ia kemudian melanjutkan studi di program komunikasi audiovisual di Universitas Puerto Rico, kampus Arecibo. Untuk membiayai pendidikannya, ia bekerja sebagai petugas pengemas belanjaan di supermarket Econo.

Karya Bad Bunny berjudul Debí Tirar Más Fotos dirilis pada Januari 2025, bertahan selama empat minggu di posisi puncak Billboard 200. Dua singelnya, DTMF dan Baile Inolvidable, berhasil menembus lima besar tangga lagu Hot 100.

Untuk mempromosikan album studio keenamnya tersebut, Bad Bunny memulai tur dunia pada November 2025 yang dijadwalkan berlangsung hingga Juli 2026. Menariknya, rangkaian tur ini tidak mencakup Amerika Serikat karena kekhawatirannya terhadap penggerebekan ICE yang dapat terjadi di konser-konsernya.

Pada Februari 2026, Bad Bunny mencetak sejarah ketika Debí Tirar Más Fotos menjadi album berbahasa Spanyol pertama yang meraih penghargaan Album of the Year di ajang Grammy. Dalam pidato penerimaannya, ia mendedikasikan penghargaan tersebut kepada orang-orang yang harus meninggalkan tanah kelahiran demi mengejar impian.

Selain itu, ia juga memenangkan kategori Best Música Urbana Album serta Best Global Music Performance lewat lagunya EoO.

Bad Bunny juga dijadwalkan menjadi penampil utama halftime show Super Bowl LX 2026 di Santa Clara, California, menjadikannya artis Latin solo pertama yang memimpin panggung tersebut. Dalam pernyataannya yang dirilis oleh NFL, ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini bukan hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk para pendahulunya, serta untuk masyarakat, budaya, dan sejarah yang ia wakili.