Bagaimana Kira-Kira Suasana Kerja Tahun 2050?
- Perkembangan teknologi telah mengubah sistem kerja. Pertanyaannya bagaimana kira-kira suasana kantor di tahun 2050?

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA-Perkembangan teknologi telah mengubah sistem kerja. Pertanyaannya bagaimana kira-kira suasana kantor di tahun 2050?
Riset yang dilakukan oleh Furniture at Work mengklaim bahwa berbagai teknologi futuristik seperti babysitter digital, kacamata AR, dan lemari sidik jari, semuanya akan ditambahkan ke tempat kerja tahun 2050.
The Daily Mail melaporkan pada 24 Maret 2023, bahwa temuan ini muncul di tengah kekhawatiran AI dan bentuk teknologi lainnya dapat mengambil alih 20% tenaga kerja dalam beberapa tahun ke depan.
Robot dan Kecerdasan Buatan
Meskipun penelitian lebih berfokus pada bagaimana teknologi dapat melengkapi manusia, penelitian ini juga menemukan bahwa robot juga dapat mengambil alih penelitian dan entri data.
Para ahli juga mencatat bahwa mengambil alih tugas dan posisi tertentu dapat memungkinkan kerja empat hari dalam seminggu. Ini bisa jadi mungkin, karena manusia mungkin hanya perlu mengerjakan tugas yang lebih sulit.
- Telkom Raup Pendapatan Rp147,31 triliun pada 2022, Telkomsel Masih Jadi Penopang
- Buka Gerai Terbarunya di Mal Baywalk, Levi's Tebar Diskon hingga 50 Persen Untuk Pengunjung
- Ironi Perpisahan Antonio Conte dan Tottenham
Richard Nolan, CPO di Epsonow, menyatakan bahwa AI dan robot dapat mulai mengambil alih aktivitas sehari-hari, seperti penelitian dan entri data. Ini akan membebaskan manusia dan memungkinkan mereka untuk fokus pada tugas yang lebih bermakna serta membutuhkan lebih banyak pemikiran.
“Kita bisa melihat manusia mengendalikan robot dari jarak jauh. Hal ini memungkinkan mereka untuk hadir secara fisik di kantor tanpa benar-benar berada di sana,” kata Nolan.
Hologram
Hologram juga dapat menggantikan resepsionis kantor. Teknologi ini dapat berhubungan dengan pelanggan dalam bahasa apa pun dan melayani berbagai pertanyaan terkait pekerjaan. The Daily Mail mencatat bahwa ini sudah mulai memasuki tempat kerja di beberapa daerah. Dewan Brent di London misalnya, telah memasang resepsionis hologramnya "Shanice" pada tahun 2013.
AR/VR
Selain itu, menurut NY Breaking, kacamata augmented reality (AR) juga dapat mengurangi kebutuhan karyawan untuk hadir secara fisik di kantor. Dengan teknologi tersebut, karyawan dapat bekerja di layar sentuh atau duduk di area konferensi bersama rekan kerja mereka.
Marco Naez, yang memiliki agen pemasaran Skygroup mengatakan, di masa depan manusia mungkin mendapatkan kacamata AR yang menawarkan pengalaman penuh. Di mana rasanya seperti menjalani kehidupan nyata.
- Pencipta Chat GPT, Sam Altman Mengaku Takut Pada Ciptaannya, Ini Alasannya
- Menyoal Perselingkuhan yang Trending Lagi: 8 Alasan Mengapa Seseorang Berselingkuh Menurut Ahli
- Ternyata Bumi Tidak Hanya Memiliki Satu Bulan
Headset realitas virtual (VR) juga dapat digunakan dengan cara yang sama. Misalnya, karyawan baru dapat menerima pelatihan sebelum mereka resmi mulai bekerja.
Ini adalah sesuatu yang telah melihat langkah-langkah konkret. Metaverse, misalnya, diluncurkan pada tahun 2021 dan memiliki kapasitas untuk memfasilitasi ruang pertemuan VR.
Penerapan VR juga bisa melampaui pekerjaan. Itu juga dapat ditambahkan ke area meditasi untuk relaksasi dan relaksasi. VR yang menenangkan akan ada di mana saja.
Teknologi Anti-Gangguan
Para ahli juga menambahkan, dengan karyawan yang semakin terdistraksi oleh media sosial, mungkin juga ada teknologi anti-distraksi yang dimasukkan ke dalam kantor. Ini bisa berupa drone pengantar teh, yang mengurangi kebutuhan untuk istirahat, atau gelang yang memantau produktivitas.
Muhammad Waqar, CEO dan pendiri Build.com yang berpartisipasi dalam penelitian tersebut menyebutkan, dengan meningkatnya rencana terbuka dan prevalensi gangguan, teknologi anti-gangguan dapat menjadi sangat penting. Ini mungkin juga termasuk pemblokir situs web atau headphone peredam bising.
Kesehatan, Keamanan, dan Teknologi Hijau
Selain itu, petugas juga dianggap lebih aman dan ramah lingkungan karena teknologi. Untuk tujuan kesehatan dan keamanan, sistem yang menggunakan pemindaian wajah tanpa sentuhan dapat digunakan. Sensor juga dapat ditambahkan untuk memastikan kualitas udara, pencahayaan, dan tingkat suhu yang memadai.
Para ahli juga membayangkan bahwa dengan teknologi hijau, ruang taman dapat digalakkan. Tanaman dan produk segar bisa tumbuh. Kantor juga dapat menambahkan furnitur biofilik dan dinding berwarna hijau untuk meniru alam luar.
