Awas Micro-Sleep! Ini Pola Makan Agar Anti-Ngantuk Saat Mudik
- Tips mudik aman: Hindari gorengan dan makanan manis agar tidak ngantuk saat menyetir. Simak daftar makanan penambah stamina dari Ahli Gizi IPB University di TrenAsia.

Ananda Astri Dianka
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Menjelang musim mudik Lebaran, stamina pengemudi menjadi faktor paling krusial untuk memastikan keselamatan di perjalanan. Selain kurang tidur, ternyata pilihan menu makanan menjadi "tersangka utama" pemicu rasa kantuk saat menyetir. Ahli Gizi IPB University, Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, membagikan rahasia asupan agar energi tetap stabil selama perjalanan jarak jauh.
Perjalanan mudik yang panjang dengan pemandangan jalan tol yang monoton sering kali memicu kebosanan dan kantuk berat. Namun, banyak pemudik tidak menyadari bahwa kebiasaan mengonsumsi makanan tertentu justru bisa memperburuk kondisi tersebut.
Waspada 'Sugar Crash' di Perjalanan
Menurut dr. Karina, makanan yang menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat (indeks glikemik tinggi) adalah musuh utama pengemudi.
“Makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah cepat dapat membuat kita lebih mudah mengantuk. Hindari roti putih, keripik, gorengan, dan makanan tinggi gula lainnya sebelum menyetir,” jelasnya. Lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis (sugar crash) inilah yang membuat tubuh terasa lemas dan mata sulit diajak kompromi.
Menu Rekomendasi: Karbohidrat Kompleks & Protein
Untuk menjaga stamina tetap on fire, dr. Karina menyarankan pemudik beralih ke asupan yang memberikan energi secara perlahan namun konsisten. Berikut daftar makanan "bahan bakar" mudik yang direkomendasikan:
- Karbohidrat Kompleks: Pilih beras merah, ubi, jagung, atau oat. Karbohidrat jenis ini melepaskan energi secara bertahap sehingga rasa kenyang dan fokus bertahan lebih lama.
- Protein Rendah Lemak: Ayam tanpa kulit, daging tanpa lemak, putih telur, dan ikan sangat baik untuk menjaga otot dan konsentrasi.
- Lemak Baik: Konsumsi kacang-kacangan, alpukat, atau minyak zaitun untuk cadangan energi jangka panjang.
- Buah & Sayur Tinggi Air: Jeruk, semangka, atau mentimun sangat disarankan untuk mencegah dehidrasi yang sering kali dikira sebagai rasa kantuk.
Kopi Bukan Solusi Utama
Terkait kebiasaan minum kopi, dr. Karina mengingatkan bahwa kafein hanya bersifat memberikan kesiagaan sementara. Batas aman konsumsi kafein adalah 400 mg (sekitar 4 cangkir), namun ia menyarankan cukup 1–2 cangkir saja agar tidak memicu sering buang air kecil yang berujung dehidrasi.
“Obat paling efektif untuk mengatasi kantuk bukanlah minuman berkafein, melainkan tidur. Jika sudah lelah, sebaiknya berhenti dan beristirahat sejenak untuk memulihkan energi,” pungkas dr. Karina.

Ananda Astri Dianka
Editor
