Tren Leisure

Apa Itu New START, dan Bagaimana Setelah Rusia Meninggalkannya?

  • Di akhir pidato panjangnya pada Selasa 21 Februari 2023, Presiden  Vladimir Putin mengumumkan akan menangguhkan partisipasi Rusia dalam New START.
<p>Sistem rudal Topol-M Rusia yang memiliki kemampuan serangan nuklir/Wikipedia</p>

Sistem rudal Topol-M Rusia yang memiliki kemampuan serangan nuklir/Wikipedia

(Istimewa)

JAKARTA-Di akhir pidato panjangnya pada Selasa 21 Februari 2023, Presiden  Vladimir Putin mengumumkan akan menangguhkan partisipasi Rusia dalam New START. Sebuah perjanjian  terakhir yang membatasi persenjataan nuklir Amerika Serikat dan Rusia.

Secara praktis, pengumuman Putin berarti Rusia tidak akan mematuhi persyaratan perjanjian untuk mengizinkan pengawas Amerika memverifikasi ukuran persenjataan nuklirnya.

Tetapi faktanya, Departemen Luar Negeri Amerika sebagaimana dikuitip Popular Mechanics melaporkan kepada Kongres Januari 2023 lalu bahwa Rusia sudah tidak patuh untuk menolak akses inspeksi ke fasilitas nuklir. Moskow juga gagal mengadakan pertemuan bilateral yang diamanatkan oleh perjanjian. 

Sementara verifikasi berbasis inspeksi telah ditangguhkan selama tahun-tahun COVID. Musim gugur lalu Rusia juga menunda konferensi terjadwal di Kairo tanpa batas waktu. Artinya pengumunan Putin hanyalah penegasan dari segala gejala yang telah ada sebelumnya.

Tetapi bagiamanapun pengumuman Putin dapat menandai pukulan fatal bagi New START yang dirancang setelah pertemuan antara mantan Presiden Barack Obama Obama dan Dimitry Medvedev pada 2009. Perjanjian mulai berlaku pada Februari 2011. Kemudian diperpanjang dari 2021-2016 tidak lama setelah Joe Biden menjabat. .

Ankita Panda, pakar pengendalian senjata nuklir melalui Twitter menulis  penangguhan adalah fungsi dari strategi Putin yang lebih luas untuk berurusan dengan Barat di tengah perang yang sedang berlangsung. 

“Sekarang tampaknya sangat tidak mungkin News START akan mencapai Februari 2026. Rusia mengaku tidak memiliki alasan yang masuk akal untuk terus melangkah dan membebankan masalah pada Amerika Serikat karena mendukung Ukraina,” katanya.

Isi Perjanjian 

Secara luas, New START membatasi Amerika dan Rusia untuk secara aktif mengerahkan 1.550 hulu ledak nuklir strategis.  Hulu ledak yang didefinisikan dalam perjanjian yang ditempatkan pada platform dengan jangkauan melebihi 3.417 mil atau sekitar 5500 km. 

Ini juga secara khusus membatasi jumlah rudal balistik antarbenua (ICBM) yang dikerahkan dan pembom jarak jauh hingga 700. Atau 800, termasuk yang tidak dikerahkan secara aktif. 

Untuk memenuhi kewajiban perjanjian pada 2010-an Pentagon menghapus kemampuan  nuklir dari pembom B-1. Mereka juga mempensiun setidaknya 30 silo ICBM, dan mengurangi jumlah tabung peluncuran rudal fungsional di kapal selam rudal balistik kelas Ohio dari 24 menjadi 20.

New START mungkin menjadi perjanjian pengendalian senjata nuklir Perang Dingin terakhir yang dihentikan pada abad ke-21. Perjanjian lain yang tidak dilanjutkan  termasuk perjanjian Anti Rudal Balistik dan Perjanjian nuklir jarak menengah atau INF. 

Dalam kasus INF, Amerika yang menarik diri karena Rusia disebut melanggar perjanjian itu mengembangkan rudal jelajah berbasis darat jarak menengah. 

Penangguhan Putin datang ketika perang di Ukraina diyakini telah kapasitas dan kredibilitas pencegahan militer konvensional Rusia.  Ini berarti pencegahan nuklir Rusia sekarang memainkan peran yang lebih besar dalam membatasi tindakan Amerika dan NATO.

Moskow mungkin melihat penangguhan New START Baru cara untuk memicu ketakutan di NATO. Tujuan akhirnya adalah menghambat bantuan militer ke Ukraina. Selain itu juga bisa untuk menciptakan potensi tawar-menawar.

New START tidak pernah mengatur penyebaran senjata nuklir non-strategis atau lebih sering dikenal dengan nuklir taktis. Yaitu senjata dengan jangkauan kurang dari 3.417 mil. Jenis senjata yang paling berisiko digunakan Rusia dalam konteks perangnya yang goyah di Ukraina. 

Rusia diyakini memiliki sekitar 2.000 senjata ini. Mereka termasuk senjata khusus anti-kapal selam, anti-kapal, dan pertahanan udara, serta rudal Iskander berbasis darat.

Sementara itu, Amerika mempertahankan 230 bom gravitasi nuklir B61 yang dapat dijatuhkan oleh pesawat tempur jarak pendek. Bom ini digunakan bersama dengan sekutu NATO.

Perlombaan Senjata

Apa yang mungkin terjadi adalah penarikan Rusia dapat menimbulkan tekanan domestik pada Washington untuk juga meninggalkan perjanjian sebagai pembalasan. Ini yang bisa membuka pintu perlombaan senjata nuklir yang sejak Perang Dingin berakhir coba dikendalikan.

Namun pengembangan nuklir adalah hal yang sangat mahal. Secara realistis setiap ekspansi jangka pendek yang mahal dari kekuatan nuklir  akan secara signifikan dibatasi oleh kekuatan ekonomi negatif dan sumber daya. Ini akan menjadikan Rusia harus berbagi beban dengan anggaran perang konvensional yang juga butuh biaya besar. Belum lagi sanksi larangan impor perangkat elektronik canggih juga memberikan masalah tersendiri.

Rusia sebelum perang memang telah mengembangkan sistem pengiriman nuklir baru  eksotis termasuk torpedo drone nuklir jarak antar benua, RS-28 Sarmat ICBM, rudal jelajah bertenaga nuklir, dan rudal hipersonik. Tetapi sebagian besar senjata itu masih tahap pengembangan dan uji. Masih butuh biaya besar untuk sampai ke tingkat produksi.  

Di pihak Amerika, perlombaan nuklir yang dihidupkan kembali mungkin membuat mereka mempercepat atau memperluas pengadaan pembom siluman B-21 Raider. Selain itu percepatan pembangunan kapal selam kelas Columbia, rudal jelajah AGM-181, dan ICBM Sentinel. 

Secara teoritis, Amerika mungkin juga berusaha untuk memperkenalkan kembali kemampuan nuklir ke berbagai rudal jelajah yang diluncurkan dari udara dan kapal selam serta senjata hipersonik baru. Namun, investasi semacam itu juga dapat mengorbankan kemampuan militer konvensional.

Secara umum, perlombaan senjata nuklir yang dipulihkan dapat meningkatkan potensi kehancuran perang nuklir. Selain itu akan mengakibatkan triliunan dolar dialihkan oleh banyak negara dari memerangi perubahan iklim, mempersiapkan pandemi, pencegahan kelaparan, tanggap bencana, dan kebutuhan mendesak lainnya. Ini sebuah tragedi bagi semua orang di planet bumi. Sesuatu yang banyak tidak disadari.