Ada Bahan China Lolos, Amerika Setop Pengiriman Jet Tempur F-35
- Pentagon memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman pesawat tempur F-35.

Amirudin Zuhri
Author


WASHINGTON-Pentagon memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman pesawat tempur F-35. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya bahan mentah yang digunakan untuk magnet di pesawat itu diproduksi di China.
Lockheed Martin pada 6 September 2022 mengatakan magnet itu digunakan di mesin turbo buatan Honeywell yang digunakan F-35. Baru -baru ini ditemukan magnet itu dibuat dengan paduan kobalt dan samarium yang datang dari Cina. Lockheed mengatakan paduan untuk bagian ini dimagnetisasi di Amerika Serikat.
Mesin turbo adalah bagian dari Integrated Power Package (IPP). Komponen utama dari sistem manajemen daya dan termal. IPP memasok daya listrik untuk menghidupkan mesin dan memasok udara untuk sistem pendingin pesawat.
- Kenaikan BBM dan Rencana Kenaikan Cukai Picu Kekhawatiran Pedagang Pasar
- Waduh! Singapura Tarik Kecap Manis dan Saus Sambal ABC dari Peredaran
- Kantongi Kontrak Jumbo dari TNI AD, AXIO Suntik Modal Anak Usaha Rp4,46 Miliar
Mesin turbo mengintegrasikan fungsionalitas unit daya tambahan dan mesin siklus udara ke dalam satu peralatan. Ketika mesin turbo bertindak sebagai unit daya tambahan dia menyediakan daya listrik untuk perawatan di darat, start engine utama, dan daya darurat. Bagian juga menyediakan udara terkompresi untuk sistem manajemen termal selama pemeliharaan darat.
Dalam sebuah pernyataan kepada Defense News Rabu 7 September 2022 Honeywell mengatakan magnet pada F-35 yang sudah dikirim tidak akan diganti dengan magnet yang terbuat dari bahan non-China. Ini karena Pentagon telah memutuskan magnet tersebut aman untuk penerbangan dan tidak membahayakan informasi program yang sensitif.
“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Departemen Pertahanan dan Lockheed Martin untuk memastikan bahwa kami terus mencapai komitmen tersebut pada produk yang dipasok Honeywell untuk digunakan pada F-35,” tambah perusahaan itu.
Russell Goemaere, juru bicara Kantor Program Gabungan F-35 mengkonfirmasi magnet tidak mengirimkan informasi atau membahayakan pesawat. Dia juga mengatakan operasi penerbangan untuk F-35 yang sudah dikirim dan beroperasi tidak berubah.
Goemaere mengatakan Badan Manajemen Kontrak Pertahanan memberi tahu kantor tentang kemungkinan ketidakpatuhan terhadap peraturan dari paduan magnet pada 19 Agustus. Dan ketidakpatuhan secara resmi dikonfirmasi pada 2 September.
- Harga Gas Alam Melejit, Perusahaan Energi Rusia Gazprom Banjir Cuan Rp619,5 Triliun
- Sebuah Bola Api Raksasa Dilaporkan Melintas di Langit New York
- Imbas Revitalisasi Tahap 2, Transjakarta Tutup Sementara 15 Halte Mulai 4 September
Investigasi sekarang sedang dilakukan untuk memahami bagaimana materi China lolos dan untuk memperbaiki masalah. “Kontraktor yang terlibat telah menemukan sumber baru untuk paduan yang akan digunakan untuk mesin turbo masa depan,” tambahnya.
Lockheed mengatakan bahwa Honeywell memberi tahu tentang paduan yang bersumber dari Cina pada akhir Agustus. Pengungkapan itu terjadi setelah Honeywell mengetahui dari salah satu pemasoknya bahwa pemasok lain telah menggunakan paduan yang bersumber dari China untuk magnetnya.
Tidak jelas berapa lama penghentian pengiriman akan berlangsung. Tetapi Lockheed mengatakan pihaknya tetap di jalur untuk mengirimkan 148-153 pesawat tempur pada tahun 2022. Sejauh ini sebanyak 88 F-35 telah dikirim.
Jet tempur yang sudah selesai tetapi tidak dikirim dan akan tetap di Lockheed sampai masalah selesai.
F-35 terbuat dari 300.000 bagian dengan melibatkan lebih dari 1.700 pemasok. Perusahaan juga mengatakan semua suku cadang pemasok diperiksa pada setiap tahap produksi.
Ini adalah masalah komponen kedua yang mempengaruhi F-35 dalam beberapa bulan terakhir. Pada Juli 2022 lalu masalah kursi ejeksi memaksa lebih dari 100 F-35 harus digrounded.
