9 Tips Agar Gaji Tidak Numpang Lewat untuk Anak Muda
- Saat memasuki usia dewasa, mengelola keuangan bisa terasa menakutkan. Kebebasan yang baru diperoleh sering kali diiringi dengan tanggung jawab finansial yang cukup besar.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Saat memasuki usia dewasa, mengelola keuangan bisa terasa menakutkan. Kebebasan yang baru diperoleh sering kali diiringi dengan tanggung jawab finansial yang cukup besar. Tapi tenang, mulai mengatur keuangan sejak dini akan memberikan keuntungan besar dalam jangka panjang.
Semua orang selalu mengingatkan bahwa kalian perlu membuat anggaran. Hampir semua blog atau buku keuangan menekankan pentingnya agar pengeluaran tidak melebihi pemasukan. Bahkan papan iklan bank pun terus-menerus mengajak kalian untuk menabung demi masa depan.
Stres keuangan bisa dikurangi jika kalian memiliki anggaran yang jelas. Selain itu, kalian juga akan lebih siap menghadapi pengeluaran tak terduga. Namun, hanya kalian yang bisa menyusun anggaran yang sesuai dengan gaya hidup dan karier kalian sebagai profesional muda. Memiliki tujuan menabung itu sangat penting.
Tips Agar Gaji Tidak Numpang Lewat untuk Anak Muda
Dilansir dari Axos Bank. berikut tips keuangan untuk anak muda:
1. Pahami Prioritas Keuanganmu
Literasi keuangan dimulai dari mengetahui dan menetapkan tujuan keuangan pribadi. Tanyakan pada diri sendiri, apa hal yang paling penting bagi diri kalian saat ini.
Menentukan tujuan utama seperti menabung untuk rumah, melunasi utang pendidikan, atau mempersiapkan dana darurat sangatlah penting.
Fokuslah dulu pada satu atau dua prioritas utama, misalnya mulai membangun dana pensiun atau dana darurat.
Langkah ini akan membantu kalian mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak. Tindakan kecil yang kamu lakukan hari ini bisa menjadi pondasi bagi stabilitas keuangan dan kesuksesan di masa depan.
2. Pelajari Cara Membuat Anggaran
Anggaran yang jelas merupakan dasar dari pengelolaan keuangan yang sehat. Awali dengan membagi pemasukan dan pengeluaran bulanan kalian ke dalam kategori yang sesuai.
Pilah antara kebutuhan pokok seperti biaya hidup, sewa, dan asuransi kesehatan dengan pengeluaran tambahan seperti hiburan atau makan di luar.
Menggunakan aplikasi keuangan dapat memudahkan dalam menyusun anggaran dan memahami pola pengeluaran kalian.
Agar tetap berada di jalur yang benar, evaluasilah anggaran kalian secara rutin, lakukan penyesuaian bila perlu, dan rayakan setiap pencapaian finansial kalian.
3. Kuasai Kebiasaan Menunda Kepuasan Sesaat
Media sosial seringkali menggoda kita untuk berbelanja impulsif pada hal-hal yang tidak terlalu penting. Namun, menahan diri dan belajar menunda kesenangan sesaat dapat membantu meningkatkan kondisi keuanganmu.
Menunda pembelian barang mewah atau liburan dapat mengurangi tekanan keuangan dan membantu mencapai tujuan jangka panjang seperti melunasi utang kartu kredit atau menambah tabungan.
Tetapkan target menabung yang realistis dan beri penghargaan atas pencapaian kalian. Contohnya, mulailah menabung di rekening berbunga tinggi atau pertimbangkan akun pasar uang. Kepuasan yang datang dari kebebasan finansial akan membuat usaha tersebut terasa sepadan.
4. Buka Rekening Tabungan dengan Bunga Tinggi
Jika semua uang kalian masih disimpan di rekening tabungan atau giro biasa, saatnya beralih ke strategi yang lebih menguntungkan.
Carilah rekening tabungan dengan bunga tinggi yang menawarkan suku bunga terbaik. Ini adalah cara cerdas memanfaatkan produk keuangan untuk membangun kestabilan keuangan dalam jangka panjang.
Kenaikan bunga yang kecil saja bisa memberikan manfaat besar jika kalian menabung secara konsisten. Langkah ini sangat bermanfaat bagi anak muda yang sedang mulai mandiri secara finansial, semakin cepat kalian memulai, semakin besar hasil yang akan kalian dapatkan di masa depan.
5. Utamakan Menabung Sebelum Membelanjakan
Untuk mencapai kemandirian finansial, jadikan menabung sebagai prioritas utama sebelum menggunakan uang untuk kebutuhan lainnya.
Ikuti prinsip keuangan pribadi yang satu ini, sisihkan sebagian penghasilan kalian, misalnya 20% langsung ke rekening tabungan atau investasi.
Gunakan fitur otomatisasi agar prosesnya berjalan tanpa hambatan. Jadwalkan setoran rutin ke dana darurat atau rekening pensiun agar tetap konsisten tanpa tergoda untuk melewatkannya.
Berinvestasi pada diri sendiri sejak dini akan membuka peluang menuju kestabilan finansial di masa depan.
6. Bangun Dana Darurat
Kehidupan sering kali penuh kejutan, seperti tagihan medis mendadak atau biaya perbaikan kendaraan. Dana darurat berfungsi sebagai pelindung saat kamu menghadapi situasi tak terduga. Mulailah dengan target awal Rp500.000-Rp1.000.000, lalu tingkatkan hingga mencakup biaya hidup selama 3–6 bulan.
Gunakan sistem autodebet agar tabungan ini jadi bagian dari anggaran bulanan kalian. Dengan dana darurat yang cukup, kalian bisa menghindari utang tambahan seperti pinjaman pribadi atau utang pendidikan.
7. Hindari Kenaikan Gaya Hidup
Saat pendapatan meningkat, kalian mungkin tergoda untuk menaikkan standar hidup. Tapi hal ini justru bisa membuat pengeluaran tak terkendali dan menyulitkan kalian untuk menabung.
Daripada membelanjakan kenaikan gaji untuk hal-hal konsumtif, gunakan uang tambahan itu untuk memperkuat dana darurat, melunasi utang pendidikan, atau meningkatkan tabungan pensiunmu.
Menahan diri untuk tidak mengikuti gaya hidup berlebihan akan menjaga kesehatan finansial dan memberikan keamanan di masa depan.
8. Masak Sendiri di Rumah
Banyak anak muda yang sedang belajar mandiri secara finansial sering kali tidak menyadari betapa besar pengaruh makan di luar terhadap pengeluaran bulanan mereka.
Membiasakan diri memasak di rumah bisa membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu, sekaligus memberikan kendali lebih atas pola makan dan biaya kesehatan akibat gaya hidup yang kurang sehat.
Mulailah dari hal sederhana, seperti memasak makanan dengan bahan-bahan murah seperti pasta atau kacang-kacangan. Ini cara yang efektif untuk menghemat, bahkan saat anggaran terbatas, sambil tetap menjaga tujuan menabungmu tetap berjalan.
9. Hindari Belanja Impulsif
Belanja secara spontan memang menggoda, tetapi sering kali menjadi penyebab utama keuangan yang tidak terkendali.
Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah menerapkan aturan 24-48 jam, yaitu menunggu sehari atau dua hari sebelum memutuskan membeli sesuatu. Masa tunggu ini membantumu berpikir lebih rasional dan memastikan keputusan finansial yang lebih bijak.
Lama-kelamaan, kebiasaan ini akan membentuk disiplin dalam pengeluaran dan memungkinkan uangmu digunakan untuk tujuan yang lebih berarti, seperti melunasi utang kartu kredit atau menambah dana pensiun.

Distika Safara Setianda
Editor
