6 Tips Mencegah Bau Mulut Selama Bulan Puasa
- Selama puasa, biasanya muncul masalah bau mulut yang tidak sedap. Berikut beberapa tips mencegah bau mulut selama puasa Ramadan yang bisa kamu lakukan.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Siapa yang sudah tak sabar menyambut puasa Ramadan 2026? Bulan Ramadan adalah bulan yang dinanti-nanti seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Selain menahan makan dan minum selama 12 jam lebih, kita juga harus menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
Nah, kebersihan dan kesehatan tubuh di sini termasuk menjaga kebersihan mulut, ya. Biasanya, saat berpuasa muncul masalah bau mulut yang tidak sedap. Tentu saja hal tersebut membuat kita minder terlebih saat sedang di kerumunan.
Tapi tenang, karena ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah bau mulut selama bulan puasa Ramadan. Apa saja? Mari simak artikel berikut!
- Baca Juga: 8 Tips Puasa Ramadan bagi Penderita GERD
Tips Mencegah Bau Mulut Selama Bulan Puasa
Berikut beberapa tips mencegah bau mulut saat puasa Ramadan:
1. Rajin Menyikat Gigi dan Membersihkan Lidah
Menyikat gigi setelah makan memang dianjurkan, namun sebaiknya tunggu 30-60 menit agar enamel memiliki waktu untuk kembali ke kondisi normal (pH netral) dan terhindar dari kerusakan. Menyikat gigi secara rutin setidaknya dua kali sehari adalah langkah penting untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut.
Saat berpuasa, menyikat gigi bisa dilakukan setelah sahur dan sebelum tidur malam. Dalam memilih pasta gigi, pilih yang mengandung fluoride untuk menjaga kesehatan gigi dan antiseptik untuk melawan bakteri penyebab bau mulut.
Gunakan sikat gigi berbulu halus dan teknik menyikat yang tepat, seperti gerakan memutar dan menyapu. Pastikan seluruh permukaan gigi, termasuk bagian belakang dan sela-sela gigi, tersentuh oleh sikat. Untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi yang sulit dijangkau, kamu bisa menggunakan benang gigi.
Selain menyikat gigi, jangan lupa membersihkan lidah dengan sikat lidah atau scraper minimal sekali sehari, setelah menyikat gigi, untuk mengangkat bakteri dan sisa makanan.
2. Gunakan Obat Kumur
Gunakan obat kumur bebas alkohol 2 kali sehari, setelah menyikat gigi di pagi hari dan sebelum tidur. Hal ini membantu membasmi bakteri penyebab bau mulut. Hindari obat kumur yang mengandung alkohol karena dapat membuat mulut menjadi kering.
3. Perbanyak Minum Air Putih

Kurangnya asupan air membuat mulut terasa tidak nyaman saat berpuasa. Akibatnya, mulut menjadi kering karena produksi air liur menurun, yang bisa meningkatkan risiko bau mulut.
Oleh karena itu, cara paling efektif untuk mencegah bau mulut adalah dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi, minimal delapan gelas air putih per hari. Air putih tidak hanya membersihkan mulut, tetapi juga merangsang produksi air liur sehingga mulut tetap lembap dan segar.
4. Konsumsi Buah dan Sayur
Selain memperbanyak air putih, kamu juga bisa mengonsumsi buah-buahan dan sayuran yang mengandung banyak air saat berbuka puasa, untuk membantu menjaga kelembapan mulut lebih lama. Beberapa buah yang direkomendasikan antara lain apel, pir, jeruk, dan melon.
5. Hindari Makanan Tertentu
Beberapa makanan seperti bawang putih, bawang merah, bawang bombai, jengkol, dan durian, dapat menyebabkan bau mulut yang bertahan hingga tiga hari setelah dikonsumsi. Jika mengonsumsi jenis makanan ini, sebaiknya segera sikat gigi agar baunya tidak menetap di mulut.
Sebaliknya, pilihlah makanan yang mudah dicerna dan tidak menimbulkan bau mulut seperti yogurt, keju, dan berbagai jenis kacang-kacangan.
6. Hindari Merokok
- Baca Juga: 7 Tips Diet Sehat saat Puasa Ramadan
Rokok mengandung tembakau yang menimbulkan bau mulut tak sedap. Sama seperti kopi, kandungan tembakau pada rokok juga bisa membuat mulut menjadi kering. Mulut yang kering ini meningkatkan kadar asam dan menurunkan pH, sehingga bakteri di mulut berkembang lebih cepat.
Selain itu, merokok dapat memicu terbentuknya plak pada gigi dan gusi, yang jika dibiarkan dalam jangka panjang berpotensi merusak kesehatan gigi. Ada pun, kebiasaan merokok juga berpotensi merusak kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Distika Safara Setianda
Editor
