3 Langkah untuk Mengubah Hate Relationship Anda dengan Uang Menjadi Love Relationship
- JAKARTA - Ketika kita memikirkan uang, tak jarang kita memikirkan hal-hal apa yang dapat kita lakukan ketika memilikinya dalam jumlah yang banyak. Sayangny

Rumpi Rahayu
Author


JAKARTA - Ketika kita memikirkan uang, tak jarang kita memikirkan hal-hal apa yang dapat kita lakukan ketika memilikinya dalam jumlah yang banyak.
Sayangnya, kita kerap mengabaikan apa saja yang hilang ketika kita terlalu fokus mengejar uang.
Tak jarang, orang-orang menjadi begitu cemas tentang uang bahkan ketika mereka telah memiliki uang dalam jumlah yang cukup.
Keinginan dan perasaan terus menerus membutuhkan ini membuat kita merasa terjebak dalam lingkaran rasa bersalah, keinginan, dan rasa malu yang tiada akhir.
Bagi orang-orang yang memiliki rasa ambisi besar cenderung hidup di masa depan. Mereka terus mengejar pencapaian dan membuat tujuan pencapaian yang baru.
- Awas! Ketahui Apa Itu Catfishing yang Menjerat Korban di Dunia Maya
- Awas! 3 Hal Ini Tanpa Sadar Merusak Hubungan Anda
- Trik Gunakan Akun WhatsApp yang Sama di iPhone dan Android Secara Bersamaan
Mereka terus bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencapai tujuan tersebut, alih-alih merasa aman dan damai model bekerja yang seperti ini malah membuat mereka semakin cemas.
Menjadi sukses secara finansial tidak serta merta membuat Anda merasa utuh secara emosional dan spiritual. Karena kebahagiaan semacam itu hanya akan tercapai ketika Anda sudah mindful dan memahami sepenuhnya hubungan Anda dengan.
Tips Memperbaiki Hubungan Anda dengan Uang
Dikutip dari laman website Inc oleh Tren Asia pada Senin (15/6/2023) berikut adalah 3 langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengubah cara Anda melihat uang:
1. Analisa Keyakinan Bawah Sadar Anda Seputar Uang
Pernahkah Anda mendengar tentang istilah "Money Memory" atau "Memori Uang"?
Memori uang adalah kenangan atau ingatan termasuk keyakinan yang terbentuk saat Anda masih kecil. Bahkan sebelum Anda memiliki uang.
Memori uang inilah yang kerap menjadi pengaruh utama bagaimana kita melihat dan mengelola uang.
Memori uang banyak dipengaruhi oleh perilaku keuangan orang tua atau pengasuh.
Untuk menganalisa memori uang Anda cobalah untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada diri Anda seperti:
- Bagaimana Anda membelanjakan uang?
- Bagaimana Anda mendapatkan uang?
- Bagaimana Anda menyimpan uang?
- Bagaimana Anda memberikan uang?
Mengevaluasi pengalaman dan interaksi Anda dengan uang ini akan mengungkap memori uang Anda dan membantu Anda untuk mengubah keyakinan negatif Anda yang merugikan.
2. Pertimbangkan Siapa Anda Tanpa Uang Anda
Jika memiliki banyak uang membuat Anda kehilangan hubungan pribadi Anda dengan orang lain, sudah saatnya memikirkan ulang semuanya.
Karena itu artinya, uang Anda telah menghalangi hal-hal yang sebenarnya penting di hidup seseorang.
Hubungan kita dengan orang lain diperlukan untuk menemukan siapa diri kita sebenarnya karena sebenarnya kita tidak pernah benar-benar memahami diri sendiri dalam kesendirian.
3. Cari Tahu Batas "Cukup"
Di zaman yang serba cepat dan penuh materialistis ini, sangat mudah bagi kita untuk kesulitan menentukan sampai titik mana kita akan merasa puas dan cukup.
Anda mungkin telah mendapat banyak pertimbangan mengenai berapa banyak uang yang mungkin Anda butuhkan di masa pensiun dari para perencana keuangan, namun pada akhirnya, Anda sendirilah yang bisa menentukan jumlah tersebut.
Untuk mengatasinya cobalah beri diri sendiri pertanyaan seperti:
- Apakah saya sudah memiliki angka pasti yang perlu dikumpulkan untuk merasa aman?
- Angka tersebut saya dapatkan berdasarkan apa?
- Bagaimana saya mendefinisikan apa arti menjadi kaya?
- Apakah definisi kaya tersebut dapat saya capai?
Tujuan dari tiga langkah di atas adalah untuk menyelaraskan keputusan keuangan Anda dengan nilai dan tujuan Anda.
Uang tidak lagi menjadi tujuan itu sendiri, tetapi sarana untuk berinvestasi dalam visi Anda untuk keluarga, komunitas, bahkan masyarakat luas.

Ananda Astri Dianka
Editor
