Pemasangan GPS Pada Gajah Ternyata Banyak Kegunaan
PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Riau bersama KPH Tahura Minas, Yayasan TNTN, Forum Konservasi Leuser, dan volunteer pada hari Rabu (22/1) melakukan pemasangan GPS Collar pada seekor induk gajah luar di Petapahan, Kabupaten Kampar. Pemasangan GPS Collar terhadap hewan liar, khususnya gajah, dilakukan untuk melindungi sekaligus memantau pergerakan gajah agar tidak mendekati […]

Ananda Astri Dianka
Author


Sumber: https://www.wwf.or.id/
(Istimewa)PEKANBARU – Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Riau bersama KPH Tahura Minas, Yayasan TNTN, Forum Konservasi Leuser, dan volunteer pada hari Rabu (22/1) melakukan pemasangan GPS Collar pada seekor induk gajah luar di Petapahan, Kabupaten Kampar.
Pemasangan GPS Collar terhadap hewan liar, khususnya gajah, dilakukan untuk melindungi sekaligus memantau pergerakan gajah agar tidak mendekati pemukiman warga. Selain itu, World Wildlife Fund (WWF) Indonesia dalam situsnya menjelaskan, pemasangan tersebut berguna untuk memudahkan penaganan konflik melalui pendeteksian dini.
Proses pemasangan dilakukan melalui beberapa urutan. Pertama, tim melakukan survei terlebih dahulu terhadap kelompok gajah liar untuk mengidentifikasi jumlah dan jenis kelamin mereka.
Selanjutnya, tim akan memecah kelompok gajah supaya dapat melakukan pembiusan terhadap pemimpin kawanan. Dalam situasi ini, tim tidak boleh langsung meninggalkan gajah karena harus memastikan kesadarannya sampai betul-betul pulih hingga kembali ke kawanannya.
Di samping untuk alasan keamanan, GPS Collar juga dapat digunakan untuk mengetahui informasi tentang berat badan gajah. Hal itu dilakukan dengan cara mengukur lingkar dada gajah ketika ia mengembuskan napas.
