Mantri BRI Perempuan Jadi Motor Ekonomi Mikro di Lombok
- Kisah Mantri BRI di Lombok yang membantu petani dan UMKM berkembang. Peran perempuan ini jadi kunci penggerak ekonomi desa dan inklusi keuangan.

Chrisna Chanis Cara
Author


LOMBOK, TRENASIA.ID – Peran perempuan dalam sektor ekonomi mikro semakin terlihat nyata, salah satunya melalui sosok Sri Malasarin, Mantri BRI di Mujur, Praya Timur, Lombok Tengah. Lewat perannya di lapangan, ia tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Perempuan yang akrab disapa Mala ini telah lebih dari satu dekade mendampingi pelaku usaha mikro, khususnya petani, untuk mendapatkan akses keuangan sekaligus edukasi pengelolaan usaha. Perannya melampaui fungsi perbankan, karena juga menjembatani kebutuhan produksi hingga pemasaran.
Mala memulai karier di sektor keuangan sebelum bergabung dengan Bank Rakyat Indonesia pada 2012 sebagai frontliner. Dua tahun kemudian, ia beralih menjadi Mantri BRI, posisi yang membawanya lebih dekat dengan masyarakat.
Kunci: Pendekatan Personal ke Nasabah
Dalam menjalankan tugasnya, Mala menilai pendekatan personal menjadi faktor utama. Ia harus beradaptasi dengan berbagai karakter nasabah, sekaligus memberikan edukasi keuangan secara bertahap.
“Pendekatan ke nasabah itu yang utama, karena kita bertemu orang dengan karakter yang berbeda-beda. Ada yang mungkin orangnya lembut, atau karakternya keras, kita harus bisa hadapi dengan pendekatan yang baik. Kemudian mungkin juga ada orang yang awam, maka kita harus edukasi pelan-pelan,” ungkap Mala.
Saat ini, ia membina nasabah di tiga desa di wilayah Mujur, yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Kebutuhan pembiayaan umumnya berkaitan dengan pupuk, obat pertanian, hingga pengelolaan lahan.
Dari Pembiayaan ke Ekosistem Usaha
Peran Mala tidak berhenti pada penyaluran kredit. Ia juga membantu memastikan penggunaan dana tepat sasaran serta mendorong nasabah mengelola keuangan secara lebih sehat.
“Kami harus mengarahkan sesuai kebutuhan nasabah. Di sini umumnya untuk pupuk, obat, dan lahan baik sewa maupun penambahan. Kami analisis jumlah pinjaman dan memastikan tetap sesuai koridor. Setelah panen, kami arahkan ke investasi,” jelasnya.
Menariknya, ia juga berperan sebagai penghubung antar pelaku usaha di desa. Mulai dari mengoneksikan petani dengan penggilingan, tengkulak, hingga agen distribusi seperti BRILink untuk kebutuhan produksi.
“Jika ada nasabah petani yang panen, saya juga yang menghubungkan ke nasabah lain yang punya penggilingan atau ke tengkulak. Ada juga BRILink Agen yang jual pupuk dan obat, saya bantu distribusinya. Jadi, bisa membantu roda perekonomian masyarakat juga,” tuturnya.

Selama lebih dari 11 tahun menjadi Mantri BRI, Mala menyaksikan langsung perubahan ekonomi nasabah yang ia dampingi. Dari usaha kecil dengan omzet terbatas, berkembang menjadi bisnis yang lebih mapan.
“Rasanya senang dan bangga sekali melihat perubahan mereka. Dari nasabah yang mungkin sedikit omzetnya, lama-kelamaan jadi besar omzetnya. Dari yang sedikit asetnya, jadi punya mobil, punya rumah,” imbuhnya.
Kedekatan emosional dengan nasabah menjadi bagian penting dalam pekerjaannya. Bahkan, ia mengaku sering mendapat respons haru dari nasabah saat ada rencana mutasi tugas.
Perempuan Jadi Motor Ekonomi Mikro
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menilai peran Mantri seperti Mala mencerminkan kontribusi besar perempuan dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
“Kami sangat mengapresiasi dedikasi yang ditunjukkan oleh para Mantri BRI di lapangan. Kisah ini menegaskan bahwa perempuan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. BRI percaya bahwa kesetaraan kesempatan adalah kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Insight: Kenapa Ini Relevan?
Model pendampingan seperti yang dilakukan Mantri BRI menunjukkan bahwa:
- Inklusi keuangan tidak cukup hanya dengan akses kredit
- Pendampingan dan jejaring usaha jadi pembeda utama
- Perempuan memiliki peran strategis dalam ekonomi berbasis komunitas
Artinya, ketika akses keuangan dipadukan dengan pendekatan personal dan ekosistem, dampaknya bisa langsung terasa ke pertumbuhan ekonomi lokal.

Chrisna Chanis Cara
Editor
