Tren Inspirasi

Kisah Mantri BRI di Talaud, Tempuh Jalur Berlumpur Demi Dampingi UMKM

  • Andrew Christy Darea, Mantri BRI Unit Beo di Kepulauan Talaud, menempuh perjalanan hingga dua jam untuk dampingi UMKM di wilayahnya. Pendampingan mulai pembiayaan dan literasi keuangan.
WhatsApp Image 2026-07-30 at 18.58.28.jpeg
Hamparan laut, jalan berlumpur, dan jarak antardesa yang berjauhan menjadi bagian dari keseharian Andrew Christy Darea saat menjalankan tugas sebagai Mantri BRI di Unit Beo, Kantor Cabang Tahuna, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Hamparan laut, jalan berlumpur, dan jarak antardesa yang berjauhan menjadi bagian dari keseharian Andrew Christy Darea saat menjalankan tugas sebagai Mantri BRI di Unit Beo, Kantor Cabang Tahuna, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 

Di wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan Filipina tersebut, kehadiran petugas lapangan perbankan menjadi salah satu ujung tombak layanan keuangan bagi masyarakat.

Sebagai Mantri BRI, Andrew melayani ratusan debitur yang tersebar di belasan desa. Untuk menjangkau nasabah, ia harus menempuh perjalanan darat hingga dua jam melewati jalan yang sebagian belum beraspal. Saat musim hujan, akses menuju desa-desa tersebut menjadi semakin menantang karena jalan berubah licin dan berlumpur.

Namun, tantangan geografis itu tidak menyurutkan semangatnya dalam mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Saya memilih berkarier sebagai Mantri BRI karena saya ingin memiliki pekerjaan yang tidak hanya memberikan penghasilan kepada saya, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. 

Hingga saat ini, dia tetap bertahan karena setiap hari dapat melihat secara langsung perubahan kehidupan masyarakat yang berhasil mengembangkan usahanya berkat layanan BRI. 

"Saya bahagia ketika nasabah yang dulunya memiliki usaha kecil kini mampu berkembang, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain," ujar Andrew.

Mendampingi UMKM dari Desa ke Desa

Sebagian besar pelaku usaha yang menjadi binaan Andrew merupakan petani kelapa, pala, dan cengkih, komoditas yang menjadi tulang punggung perekonomian Kepulauan Talaud. Selain itu, ia juga melayani nelayan, pedagang, serta berbagai pelaku usaha mikro lainnya.

Dalam setiap kunjungan, tugas Andrew tidak sebatas menyalurkan pembiayaan. Ia juga berdiskusi mengenai pengelolaan keuangan usaha, mengenalkan layanan digital seperti BRImo dan QRIS, serta memantau perkembangan usaha para nasabah.

Pendekatan tersebut mencerminkan model pendampingan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan BRI dalam menjangkau segmen usaha mikro, terutama di wilayah yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan formal.

Menurut Andrew, pekerjaannya bukan sekadar profesi, tetapi bentuk pengabdian kepada masyarakat. “Bagi saya, menjadi Mantri BRI bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah pengabdian kepada masyarakat. Profesi saya mengajarkan saya tentang tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya membangun kepercayaan.”

Melayani masyarakat di wilayah kepulauan membuatnya semakin memahami bahwa setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda. "Sehingga mereka membutuhkan pelayanan yang tulus dan penuh kepedulian," kata dia.

Peran Mantri dalam Mendorong Inklusi Keuangan

Peran Mantri BRI menjadi bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan. 

Tidak hanya menawarkan akses pembiayaan, petugas lapangan juga berperan memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan, penggunaan layanan perbankan digital, hingga mendorong pelaku usaha memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai.

Upaya tersebut sejalan dengan target pemerintah meningkatkan inklusi keuangan nasional. Berdasarkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI), peningkatan akses terhadap layanan keuangan formal menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat produktivitas UMKM sekaligus mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.

Bagi wilayah kepulauan seperti Talaud, akses terhadap layanan perbankan memiliki tantangan tersendiri karena kondisi geografis yang tersebar. Kehadiran petugas lapangan menjadi jembatan antara lembaga keuangan dengan masyarakat yang belum seluruhnya dapat mengakses layanan perbankan secara mudah.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kisah Andrew menunjukkan bagaimana kedekatan petugas lapangan dengan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro.

"Kedekatan antara Mantri dengan UMKM seperti inilah yang membuat BRI dapat memahami kebutuhan masyarakat dan terus mendampingi pelaku usaha agar dapat tumbuh secara berkelanjutan," ujar Dhanny.

UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Daerah

Pendampingan yang dilakukan Mantri BRI dinilai memiliki dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah. Ketika pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan, literasi keuangan, dan pendampingan usaha, kapasitas produksi dapat meningkat sehingga membuka peluang penyerapan tenaga kerja baru.

Secara nasional, sektor UMKM berkontribusi sekitar 61% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja. Karena itu, peningkatan akses pembiayaan hingga pelosok menjadi salah satu strategi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, termasuk di wilayah kepulauan terluar seperti Kepulauan Talaud.