Kisah Mantri BRI di Pelosok Sumatra, Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
- Mantri BRI jadi ujung tombak inklusi keuangan dengan mendampingi UMKM di pelosok Indonesia. Kisah Rani Harahap tunjukkan bagaimana pembiayaan dan layanan digital bantu UMKM naik kelas.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Di balik penyaluran kredit kepada jutaan pelaku usaha mikro di Indonesia, terdapat ribuan petugas lapangan yang menjadi penghubung antara layanan perbankan dan masyarakat.
Mereka dikenal sebagai Mantri BRI, tenaga pemasar mikro yang tidak hanya menawarkan pembiayaan, tetapi juga mendampingi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
Peran tersebut dijalani Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang bertugas di Unit Simpang Barakas, BRI Branch Office (BO) Sibuhuan, Sumatra Utara.
Selama hampir tiga tahun bertugas, Rani harus menempuh jalan berlumpur, wilayah dengan akses transportasi terbatas, hingga daerah yang minim sinyal komunikasi demi menjangkau pelaku usaha mikro di pelosok desa.
Menurutnya, tantangan tersebut justru menjadi bagian dari tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.
"Saya ingin menjadi jembatan perubahan bagi masyarakat. Saya ingin mereka melihat bahwa modal usaha yang mungkin terlihat kecil dapat mengubah kehidupan sebuah keluarga. Ketika usaha mereka berkembang, itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya," ujar Rani.
Inklusi Keuangan Tak Hanya Soal Kredit
Peran petugas lapangan seperti Mantri BRI menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan nasional.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inklusi keuangan Indonesia telah melampaui 80%.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif.
Karena itu, pendampingan kepada pelaku UMKM dinilai sama pentingnya dengan penyaluran pembiayaan.
Rani mengatakan hubungan dengan nasabah dibangun melalui komunikasi yang intensif dan pemahaman terhadap kondisi usaha mereka.
Menurutnya, pendekatan tersebut membantu pelaku usaha memperoleh solusi pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap layanan perbankan.
Dampingi UMKM hingga Naik Kelas
Selain menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), Rani juga mendampingi nasabah agar mampu mengembangkan usaha hingga memperoleh akses pembiayaan komersial.
Pendampingan tersebut meliputi pemahaman mengenai pengelolaan usaha, penggunaan pembiayaan secara produktif, hingga perencanaan pengembangan bisnis.

Di sisi lain, ia juga aktif mengenalkan layanan digital BRI seperti BRImo, QRIS, dan AgenBRILink kepada masyarakat.
Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat memperluas akses transaksi non-tunai sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan pelaku usaha di daerah.
Garda Terdepan Pemberdayaan Ekonomi
Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan Mantri BRI menjadi ujung tombak perusahaan dalam menjalankan misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Menurutnya, peran mereka tidak hanya sebatas menyalurkan pembiayaan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang dengan masyarakat melalui edukasi dan pendampingan.
“Mantri BRI bukan hanya berperan sebagai penyalur pembiayaan, tetapi juga menjadi pendamping yang memahami kebutuhan masyarakat secara langsung,” ujar Akhmad.
Dia mengatakan mantri BRI hadir untuk membangun kepercayaan, meningkatkan literasi keuangan, dan mendampingi pelaku UMKM agar mampu tumbuh, naik kelas, dan semakin berdaya saing.
"Kisah yang ditunjukkan Rani merupakan cerminan semangat Insan BRI yang terus hadir memberikan makna bagi masyarakat hingga ke pelosok negeri," ujar Akhmad.
Peran Lapangan Jadi Kunci Ekonomi Kerakyatan
UMKM masih menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi lebih dari 60% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap mayoritas tenaga kerja.
Namun, sebagian pelaku usaha mikro, terutama di daerah terpencil, masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pembiayaan, literasi keuangan, dan layanan perbankan.
Dalam kondisi tersebut, keberadaan petugas lapangan seperti Mantri BRI menjadi salah satu penghubung penting antara sektor keuangan formal dan masyarakat.
Selain membuka akses terhadap modal usaha, mereka juga berperan meningkatkan literasi keuangan dan mendorong adopsi layanan digital agar pelaku UMKM mampu berkembang secara berkelanjutan.

Chrisna Chanis Cara
Editor
