Dari Dapur Rumah ke Denmark, Perjalanan UMKM Sahate Bersama LinkUMKM BRI
- BANDUNG, TRENASIA.ID – Tren gaya hidup sehat membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan. Permintaan terhadap maka

Chrisna Chanis Cara
Author


BANDUNG, TRENASIA.ID – Tren gaya hidup sehat membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan. Permintaan terhadap makanan rendah gula, bebas gluten (gluten-free), dan berbahan alami terus meningkat, baik di pasar domestik maupun internasional.
Di tengah perubahan preferensi konsumen tersebut, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga meningkatkan kapasitas bisnis agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Perjalanan itulah yang dialami Lince Sulastri, pendiri UMKM Sahate, produsen camilan sehat asal Kota Bandung. Usaha tersebut lahir pada masa pandemi Covid-19 ketika kesadaran masyarakat terhadap konsumsi makanan sehat mulai meningkat.
Berawal dari dapur rumah, Lince mengembangkan berbagai camilan berbahan dasar beras, seperti keripik dan aneka kue kering yang bebas gluten serta rendah gula.
Produk yang awalnya dipasarkan dalam skala kecil perlahan mendapat respons positif dari konsumen hingga permintaan terus bertambah.
Belajar Mengembangkan Bisnis
Seiring berkembangnya usaha, Lince menyadari bahwa menjaga kualitas produk saja belum cukup untuk membawa bisnis naik kelas.
Ia kemudian bergabung dengan LinkUMKM BRI pada 2024 sebagai sarana memperluas jaringan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis. "Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran sekaligus belajar mengembangkan usaha," ujar Lince.
Melalui platform pemberdayaan UMKM tersebut, ia mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan yang membantunya memahami strategi pemasaran, memperluas jejaring bisnis, hingga meningkatkan kualitas produk.
Selain aspek pengembangan usaha, Lince juga mulai memanfaatkan layanan digital dalam operasional sehari-hari.
"Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian. Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas," katanya.
Peluang Ekspor Mulai Terbuka
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Produk unggulan Sahate berupa keripik beras kini dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari marketplace, pameran UMKM, hingga kerja sama dengan sejumlah mitra di berbagai daerah.
Tidak hanya itu, produk Sahate juga telah lolos proses kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong.
Saat ini perusahaan juga tengah mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP) sebagai salah satu persyaratan penting untuk memperluas akses ke pasar internasional, khususnya sektor pangan.
Sertifikasi HACCP merupakan standar internasional yang digunakan untuk memastikan keamanan pangan melalui identifikasi dan pengendalian potensi risiko pada setiap tahapan produksi.
Produk Sehat Semakin Diminati
Prospek produk pangan sehat terus menunjukkan tren positif.
Laporan berbagai lembaga riset pasar global memperkirakan permintaan terhadap produk makanan sehat, termasuk makanan rendah gula dan bebas gluten, akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap pola hidup sehat.
Bagi UMKM Indonesia, tren tersebut membuka peluang baru untuk mengembangkan produk bernilai tambah sekaligus memperluas pasar ekspor, terutama apabila didukung peningkatan kualitas produksi, sertifikasi, serta penguatan pemasaran digital.
Pendampingan Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan kisah Sahate menunjukkan bahwa ruang belajar dan pendampingan memiliki peran penting dalam membantu pelaku UMKM berkembang.
"Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Melalui LinkUMKM, BRI ingin membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Hendy.
Melalui LinkUMKM, BRI menyediakan berbagai layanan pemberdayaan, mulai dari pelatihan bisnis, konsultasi, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses jejaring pemasaran yang diharapkan dapat membantu semakin banyak UMKM naik kelas dan memperluas jangkauan pasar, termasuk ke tingkat global.

Chrisna Chanis Cara
Editor
