Tren Inspirasi

BUMDes Berjo Catat Laba Rp8,54 Miliar, Warga Terima THR

  • Laba miliaran rupiah BUMDes Berjo digunakan untuk THR warga, beasiswa 694 siswa, dan layanan kesehatan gratis.
WhatsApp Image 2023-12-22 at 14.29.03.jpeg
Air Terjun Jumog (Foto: Khafidz Abdulah)

JAKARTA, TRENASIA.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) kembali membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi desa. Salah satu contoh paling menonjol datang dari BUMDes Alam Berjo, pengelola destinasi wisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Berdasarkan laporan pertanggungjawaban tahun buku 2025 yang disampaikan dalam musyawarah desa pada awal Februari 2026, BUMDes ini mencatatkan pendapatan kotor mencapai Rp11,852 miliar, dengan laba bersih Rp8,540 miliar. Angka tersebut menempatkan Desa Berjo sebagai salah satu desa dengan kapasitas fiskal terkuat di wilayahnya.

BUMDes Alam Berjo berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Desa Berjo. Kepala Desa Berjo, Dwi Haryanto, bertindak sebagai penanggung jawab utama. Struktur operasional BUMDes dipimpin oleh Direktur Sularno, sementara posisi Ketua Dewan Pengawas dijabat oleh Sugeng.

Keberhasilan badan usaha ini tidak terlepas dari pengelolaan profesional di sektor wisata alam yang menjadi tulang punggung pendapatan desa.

Dua Destinasi Andalan Sumbang Miliaran Rupiah

Kontribusi terbesar pendapatan BUMDes berasal dari sektor pariwisata. Berikut rincian kontribusi unit usaha tahun 2025,

Air Terjun Jumog, destinasi ini menjadi magnet utama wisatawan. Dijuluki “Niagara mini”, Air Terjun Jumog menawarkan panorama air terjun bertingkat, fasilitas kuliner, hingga panggung hiburan. Harga tiket masuk lokal tercatat Rp20.000 per orang. Kontribusi pendapatan 2025 mencapai Rp9,692 miliar.

Telaga Madirda, wisata telaga alami dengan panorama pegunungan yang terus dibenahi akses dan fasilitasnya. Kontribusi pendapatan 2025 destinasi ini mencapai Rp2,104 miliar.

Selain sektor wisata, BUMDes juga mengelola unit usaha simpan pinjam yang menyumbang sekitar Rp54 juta sepanjang 2025, meskipun porsinya relatif kecil dibandingkan sektor pariwisata.

Baca juga : Adu Saudara iPhone 17e vs iPhone 17, Mana yang Terbaik?

Rincian Pembagian SHU 2025

Dari laba bersih Rp8,540 miliar, pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan berdasarkan Peraturan Desa Nomor 7 Tahun 2025 dengan komposisi sebagai berikut,

  • 60% untuk Pemerintah Desa Berjo (Pendapatan Asli Desa/PADes), nominal: Rp5,124 miliar
  • 34% untuk penguatan modal dan operasional BUMDes, nominal: Rp2,904 miliar
  • 6% untuk apresiasi kinerja pengurus dan karyawan, nominal: Rp512,4 juta
  • Total distribusi mencapai 100 persen dari laba bersih.

Menariknya, tidak terdapat pembagian SHU langsung kepada warga atau anggota dalam bentuk dividen. Skema ini menegaskan bahwa orientasi utama BUMDes adalah memperkuat kas desa dan keberlanjutan usaha.

Setoran Rp5,124 miliar ke kas desa menjadi suntikan signifikan bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Dengan tambahan pendapatan asli desa yang besar, Pemerintah Desa Berjo memiliki ruang fiskal lebih luas untuk membiayai berbagai program pembangunan.

Penyaluran Hasil BUMDes

Di momen Ramadan, sebanyak 1.446 warga Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar menerima bantuan pangan sekaligus THR Idul Fitri 2026 sebesar Rp500.000 per keluarga. 

Bantuan yang bersumber dari bagi hasil BUMDes Alam Berjo ini disalurkan di Balai Desa Berjo pada Senin, 2 Maret 2026. Program tersebut menjadi bentuk nyata pemanfaatan keuntungan usaha desa untuk kesejahteraan masyarakat.

Sepanjang 2025, Desa Berjo juga menjalankan program unggulan 3SBS (Semua Bisa Sarjana, Semua Bisa Sehat, dan Semua Bisa Sejahtera). Ketua Tim Percepatan Desa Berjo, Wahyu Budi Utomo, menyebut program ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi warga secara berkelanjutan.

Pada program “Semua Bisa Sarjana”, sebanyak 694 siswa dan mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran Rp990 juta. Rinciannya terdiri dari 121 mahasiswa perguruan tinggi, 300 siswa SMA, dan 273 siswa SMP. Dampaknya, persentase lulusan SMA/SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi meningkat menjadi 52,9 persen.

Baca juga : Wajib Tahu! Ini Skema Perhitungan Zakat Bagi Pengusaha

Sementara itu, program “Semua Bisa Sehat” mencatat 624 layanan mobilisasi kesehatan gratis sepanjang 2025, termasuk ambulans dan mobil siaga 24 jam bekerja sama dengan Relawan Bersatu. Program ini juga didukung bidan desa dan Puskesmas Ngargoyoso, serta pelaksanaan Posyandu dan pemeriksaan kesehatan gratis rutin bagi warga.

Adapun program “Semua Bisa Sejahtera” difokuskan pada bantuan sosial dan penguatan ekonomi desa melalui optimalisasi BUMDes. Bantuan pangan dan THR 2026 menjadi bagian dari implementasi program tersebut, sekaligus mempertegas komitmen Desa Berjo dalam memastikan hasil usaha desa kembali dirasakan langsung oleh masyarakat.