Tren Global

Tak Hanya IRGC, Iran Punya Milisi Basij yang Setia ke Rezim

  • Tak hanya IRGC, Iran punya milisi Basij yang loyal dan berperan besar dalam keamanan dalam negeri serta kontrol sosial.
children_in_iraq-iran_war4.jpg
Seorang tentara muda dari Milisi Basij Iran selama perang Iran - Iraq (greydynamics.com)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Di balik struktur keamanan Republik Islam, bukan hanya Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) yang menjadi pilar pertahanan rezim. Iran juga memiliki kekuatan akar rumput yang loyal dan tersebar luas hingga ke tingkat lingkungan, yakni milisi Basij. Organisasi ini kerap disebut sebagai “garis pertahanan terakhir” Teheran dalam menghadapi tekanan domestik maupun ancaman eksternal.

dikutip Ensiklopedia Britanica, Basij, yang secara resmi bernama Sâzmân-e Basij-e Mostaz'afin (Organisasi Mobilisasi Kaum Tertindas), didirikan pada 1979 atas dekrit Pemimpin Revolusi Iran saat itu, Ruhollah Khomeini, dan diresmikan pada 30 April 1980. 

Sejak awal, Basij dirancang sebagai pasukan sukarelawan revolusioner yang dapat dimobilisasi dengan cepat untuk mempertahankan negara dan ideologi Revolusi Islam.

Secara struktur, Basij merupakan salah satu dari lima cabang utama di bawah komando IRGC. Meski berada dalam rantai komando militer, karakter Basij berbeda karena berbasis komunitas. Unit-unitnya tersebar di masjid, sekolah, kampus, kantor pemerintahan, hingga lingkungan perumahan.

Jumlah anggotanya bervariasi tergantung sumber. Sejumlah lembaga kajian keamanan memperkirakan kekuatan aktifnya sekitar 90.000 - 450.000 personel, dengan cadangan ratusan ribu hingga lebih dari satu juta orang. Pemerintah Iran sendiri kerap mengklaim jumlah yang jauh lebih besar, meskipun angka tersebut sering diperdebatkan oleh pengamat independen.

Rekrutmen Basij umumnya berasal dari kalangan muda, kelompok sosial ekonomi bawah, serta wilayah konservatif. Selain motivasi ideologis, sebagian anggota juga terdorong oleh insentif sosial seperti akses pendidikan, peluang kerja, atau fasilitas tertentu.

Baca juga : Apa Saja Persenjataan Iran untuk Melawan AS dan Israel?

Penindak Keamanan Dalam Negeri

Peran paling menonjol Basij adalah sebagai penindak keamanan dalam negeri. Mereka menjadi pasukan pertama yang dikerahkan untuk meredam demonstrasi dan gelombang protes. 

Sejak protes besar pasca pemilu 2009, gelombang unjuk rasa ekonomi pada 2019, hingga demonstrasi luas setelah kematian Mahsa Amini pada 2022, Basij berada di garis depan bersama aparat keamanan lainnya.

Kehadiran mereka sering dikaitkan dengan tindakan keras terhadap demonstran. Berbagai organisasi HAM internasional menuduh milisi ini terlibat dalam penangkapan massal, intimidasi, dan kekerasan terhadap warga sipil. 

Akibatnya, sebagai bagian dari IRGC, Basij masuk dalam daftar organisasi yang dikenai sanksi oleh Amerika Serikat dan beberapa negara Barat.

Di luar situasi krisis, Basij juga menjalankan fungsi sosial dan moral. Mereka terlibat dalam patroli untuk memastikan kepatuhan terhadap norma berpakaian dan aturan sosial berbasis syariah. Jaringan yang menjangkau hingga tingkat RT dan masjid membuat Basij efektif sebagai “mata dan telinga” rezim.

Selain pengawasan fisik, Basij dilaporkan aktif di ruang digital. Unit siber mereka disebut terlibat dalam pemantauan media sosial, kontra-propaganda, hingga mobilisasi opini publik daring. Dalam beberapa pernyataan resmi, pejabat Basij bahkan mengakui program pelatihan relawan untuk memperkuat “pertahanan siber revolusi”.

Baca Juga : Iran dan Kisah Harga Bensin Termurah

Cadangan Militer dan Peran Regional

Sejarah Basij tak lepas dari Perang Iran-Irak (1980–1988), ketika ribuan relawan muda dikerahkan ke medan perang, termasuk dalam operasi berisiko tinggi. Hingga kini, Basij tetap menjadi sumber cadangan militer bagi IRGC.

Di luar negeri, sejumlah laporan menyebut anggota atau mantan anggota Basij terlibat dalam operasi dukungan bagi sekutu Iran di Suriah, Irak, dan Lebanon. Meski tidak selalu tampil sebagai unit formal, jaringan ini menjadi bagian dari strategi proyeksi pengaruh regional Teheran.

Dengan kombinasi fungsi militer, keamanan, sosial, dan ideologis, Basij memainkan peran unik dalam sistem politik Iran. Mereka tidak hanya bertindak sebagai pasukan cadangan, tetapi juga sebagai instrumen kontrol sosial dan mobilisasi massa.

Bagi pemerintah Iran, Basij adalah simbol loyalitas revolusioner dan partisipasi rakyat dalam mempertahankan negara. Namun bagi para pengkritik, organisasi ini dipandang sebagai alat represi yang mempersempit ruang kebebasan sipil.

Di tengah tekanan ekonomi, sanksi internasional, dan dinamika geopolitik yang terus berubah, keberadaan Basij memastikan bahwa rezim memiliki jaringan pertahanan internal yang luas dan siap digerakkan kapan saja.