Rumania Beli 18 F-16 Belanda Seharga Rp19.000
- Kesepakatan ini mengingatkan kita pada transfer 22 pesawat tempur MiG-29 Fulcrum bekas Jerman ke Polandia pada tahun 2002 dengan harga simbolis satu Euro per pesawat.

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID- Transfer resmi 18 pesawat tempur F-16 eks Belanda ke Rumania telah selesai. Seluruh jet tempur tersebut dibeli dengan harga satu Euro atau sekitar Rp19.000.
Jet-jet tersebut dioperasikan oleh Pusat Pelatihan F-16 Eropa atau European F-16 Training Center (EFTC )di Rumania. Pesawat akan terus digunakan untuk melatih pilot Rumania, NATO, dan Ukraina.
Dokumen transfer ditandatangani di Bucharest ibu kota Rumania pada Selasa 4 November 2025. Surat itu ditandatangani oleh Brigjen Ion-Cornel Pleșa, kepala direktorat persenjataan umum Rumania, dan Linda Ruseler, dari Kementerian Keuangan Belanda.
Ditambahkan ke harga pembelian satu Euro adalah pembayaran PPN sebesar 21 juta Euro atau sekitar Rp403 miliar. Jumlah ini ini berdasarkan nilai barang yang dinyatakan yakni pesawat terbang dan paket dukungan logistik. Kesepakatan ini mengingatkan kita pada transfer 22 pesawat tempur MiG-29 Fulcrum bekas Jerman ke Polandia pada tahun 2002 dengan harga simbolis satu Euro per pesawat.
Menempatkan F-16 di bawah kendali formal Rumania berarti mereka sekarang dapat didedikasikan kepada EFTC. Lembaga yang berkewajiban memastikan sejumlah slot pelatihan atas nama NATO dan Ukraina
Pengalihan F-16 dimungkinkan oleh peralihan Belanda ke F-35A yang kini telah sepenuhnya menggantikan Fighting Falcon.Termasuk mengambil alih misi serangan nuklir
Sebelumnya lima F-16 pertama untuk EFTC mendarat di Rumania hampir setahun yang lalu. Ini sebelum Angkatan Udara Ukraina mulai memperkenalkan F-16. Pesawat-pesawat tersebut dioperasikan di Pangkalan Udara ke-86 dekat Feteşti di Rumania tenggara.
"Belanda mengambil inisiatif untuk membentuk EFTC dan menyediakan 12 hingga 18 F-16 untuk tujuan ini," ujar Kementerian Pertahanan Belanda dalam sebuah pernyataan pada November tahun lalu. "Pesawat tempur tersebut tetap menjadi milik Belanda." Dengan penyerahan resmi ini, F-16 kini berada di tangan Rumania.
Berdasarkan inisiatif EFTC Kementerian Pertahanan Rumania menyediakan Pangkalan Udara ke-86, serta fasilitas pelatihan dan dukungan negara tuan rumah. Sementara Belanda menyediakan jet tempur, dan Lockheed Martin di sisi lain menyediakan instruktur dan pemeliharaan.
“Mengingat konteks geopolitik saat ini dan posisi strategis Rumania di kawasan Laut Hitam, pusat ini menjadi penting bagi kerja sama lintas batas dan penguatan keamanan serta solidaritas dalam NATO,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rumania.
Awalnya pesawat-pesawat ini digunakan untuk kursus penyegaran bagi instruktur F-16 yang direkrut oleh EFTC. Setelah itu pelatihan pilot baru dimulai dengan misi yang hanya diterbangkan di wilayah udara NATO.
Berbelit-belit
Namun jalur 18 F-16 menuju EFTC agak berbelit-belit. Sebagaimana dilaporkan the War Zone, setidaknya 12 F-16 sebelumnya digunakan untuk melatih pilot Belanda di Amerika Serikat. Pada suatu waktu selusin jet tersebut akan dijual kepada Draken International. Angkatan Udra swasta yang berencana mengoperasikannya sebagai peran musuh atau aggressor di udara.
Draken telah melakukan beberapa uji terbang dari pangkalannya di Lakeland Florida, namun mereka tidak pernah secara resmi menerima pesawat tersebu. Sebagai gantinya, F-16 ini diterbangkan melintasi Atlantik ke Gosselies Belgia di mana mereka dirombak sebelum diserahkan ke Rumania.
Salah satu bagian dari peran EFTC adalah mempersiapkan pilot F-16 untuk Rumania. Negara ini memiliki kebutuhan pelatihan yang semakin meningkat mengenai jenis pesawat tersebut dan misi yang semakin penting dalam mempertahankan wilayah udara timur NATO. Rumania awalnya memperoleh 12 F-16 bekas dari stok Portugis. Diikuti lima lagi dari sumber yang sama sebelum akhirnya setuju untuk membeli 32 dari Norwegia.
Di Sisi lain misi EFTC melibatkan pelatihan pilot F-16 Ukraina. Angkatan Udara negara ini telah dijanjikan 87 unit F-16 dari empat negara Eropa yang berbeda. Fighting Falcon ini terdiri dari 24 unit dari Belanda yang (terpisah dari jet EFTC), 30 unit dari Belgia, 19 unit dari Denmark, dan 14 unit dari Norwegia . F-16 Ukraina pertama dari stok Belanda dan Denmark telah mulai tiba di negara tersebut pada akhir Juli atau awal Agustus 2024.
Pentingnya EFTC semakin meningkat seiring dengan semakin berkurangnya kehadiran F-16 di antara angkatan udara NATO Eropa Barat. Saat ini Belanda, Denmark, dan Norwegia telah sepenuhnya memensiunkan F-16 mereka. Sementara Belgia sedang dalam proses memensiunkannya. Terdapat operator baru khususnya Bulgaria dan Slovakia, tetapi mereka menerima versi Blok 70 yang lebih canggih. Bukan F-16AM/BM yang merupakan standar Eropa sebelumnya dan yang dioperasikan oleh EFTC.
Masa depan jangka panjang F-16 EFTC masih belum jelas. Ada beberapa spekulasi bahwa jet-jet ini pada akhirnya mungkin akan berakhir di Ukraina,jika Rumania memutuskan untuk mentransfernya. Hal ini lebih mungkin di masa depan karena Angkatan Udara Rumania berencana untuk memperkenalkan F-35 setelah tahun 2030. Sementara para pejabat menggambarkan akuisisi F-16 sebagai tahap peralihan menuju pengenalan pesawat generasi kelima.
Ukraina tentu masih membutuhkan pesawat tempur tambahan. Ini mengingat empat F-16 yang telah hilang dalam berbagai insiden serta terus berkurangnya armada pesawat tempur era Soviet. Sementara itu Mirage 2000 yang dipasok oleh Prancis, juga telah mulai digunakan dalam pertempuran. Dalam jangka panjang Swedia dan Ukraina juga telah mengumumkan rencana untuk mendapatkan sebanyak 150 pesawat tempur Saab Gripen untuk Angkatan Udara Ukraina.
Seberapa besar nilai F-16 bagi Ukraina sangat tergantung pada seberapa besar pelatihan yang diberikan. Pusat Pelatihan F-16 Eropa yang kini menerbangkan jet milik Rumania menyediakan fasilitas khusus bagi Angkatan Udara Ukraina untuk mempersiapkan pilot dan teknisinya dalam mengoperasikan Fighting Falcon.

Chrisna Chanis Cara
Editor
