Delcy Rodriguez, Sosok Moderat yang Kini Pimpin Venezuela
- Delcy Rodriguez, yang menjabat Wakil Presiden Venezuela sejak 2018, resmi dilantik sebagai Presiden sementara. Dikenal sebagai tokoh moderat oleh barat.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Kekosongan kekuasaan singkat muncul di Venezuela di tengah kekacauan dan kebingungan mendadak setelah penculikan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS).
Delcy Rodriguez, yang menjabat sebagai wakil presiden Venezuela di bawah pemerintahan Nicolas Maduro sejak 2018, resmi dilantik sebagai presiden sementara pada Senin, 5 Januari 2026, sementara pendahulunya menyatakan tidak bersalah atas tuduhan perdagangan narkoba di New York.
Dilansir dari Time, Rodriguez mengambil alih jabatan ini setelah berbulan-bulan tekanan militer AS terhadap Venezuela untuk menggulingkan Maduro, yang ditangkap di Caracas bersama istrinya, Cilia Flores, dan dibawa ke New York untuk menghadapi tuduhan tersebut.
Presiden Donald Trump menyatakan bahwa AS akan mengelola negara hingga terjadi transisi kekuasaan yang tepat dan bijaksana di Venezuela, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Profil Delcy Rodriguez

Delcy Rodriguez lahir di Caracas pada 18 Mei 1969. Ia merupakan anak dari Jorge Antonio Rodriguez, seorang pejuang pemberontak sayap kiri yang mendirikan Partai Liga Sosialis pada tahun 1970-an.
Ayahnya meninggal dunia pada 1976 setelah mengalami penyiksaan saat berada dalam tahanan polisi, sebuah peristiwa yang mengguncang kalangan aktivis pada masa itu, termasuk Nicolas Maduro muda.
Dilansir dari Al Jazeera, saudara laki-laki Rodriguez yang juga bernama Jorge turut memegang peranan penting dalam pemerintahan sebagai Ketua Majelis Nasional. Delcy Rodriguez merupakan seorang pengacara lulusan Universitas Central Venezuela yang dalam satu dekade terakhir menanjak cepat dalam jenjang politik.
Ia memulai karier politiknya pada tahun 2003, selama masa pemerintahan mantan Presiden Hugo Chavez, salah satu pemimpin modern Venezuela yang paling berpengaruh yang mengubah negara itu dengan apa yang disebut Revolusi Bolivarian.
Rodriguez memiliki rekam jejak panjang sebagai perwakilan di panggung internasional untuk apa yang oleh mendiang Presiden Hugo Chávez disebut sebagai “revolusi” sosialis, yang dilanjutkan oleh para pendukung setianya yang dikenal sebagai Chavistas.
Pada tahun 2013, Maduro menunjuk Rodriguez sebagai menteri komunikasi, dan ia menjabat posisi tersebut hingga tahun 2014. Pada tahun itu, ia menjadi menteri luar negeri perempuan pertama dan memegang posisi tersebut hingga tahun 2017.
Sebagai menteri luar negeri, Rodriguez membela tindakan pemerintah Maduro dari kritik internasional, termasuk dari kelompok hak asasi manusia, dan berbicara atas nama Venezuela di berbagai forum seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Ia kemudian menjabat sebagai presiden Majelis Konstituen Nasional, dan pada tahun 2018, Maduro menunjuknya sebagai wakil presiden untuk masa jabatan keduanya, posisi yang dipertahankannya hingga masa jabatan presiden ketiga Maduro, yang terjadi setelah pemilihan yang kontroversial.
Amerika Serikat, bersama dengan negara-negara lain, tidak mengakui Maduro sebagai presiden Venezuela maupun pemilihan umum yang diadakan pada Juli 2024 sebagai sah. Sebaliknya, mantan duta besar Edmundo González Urrutia dianggap sebagai pemenang sebenarnya.
Sejak 2020, Rodriguez menjabat sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Perminyakan, mengawasi industri paling berharga di negara tersebut.
Kekuatan Ekonomi
Rodriguez kerap dipandang lebih moderat dibandingkan banyak mantan prajurit yang mengangkat senjata bersama Hugo Chávez pada era 1990-an. Perannya sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Perminyakan, yang dijalankan bersamaan dengan jabatan wakil presiden, menjadikannya sosok sentral dalam pengelolaan perekonomian Venezuela.
Posisi tersebut juga memberinya pengaruh besar terhadap sektor swasta nasional yang kini melemah. Dalam upaya menekan hiperinflasi, ia menerapkan kebijakan ekonomi yang cenderung ortodoks.
Pada Agustus 2024, Presiden Nicolas Maduro menambahkan portofolio Kementerian Perminyakan kepada Rodriguez, sekaligus menugaskannya menangani dampak meningkatnya sanksi Amerika Serikat terhadap industri terpenting Venezuela tersebut.
Rodriguez membangun hubungan kuat dengan sejumlah tokoh Partai Republik di industri minyak Amerika Serikat serta kalangan Wall Street yang menolak gagasan perubahan pemerintahan Venezuela yang dipimpin langsung oleh AS.
Beberapa figur yang pernah menjalin komunikasi dengannya antara lain pendiri perusahaan keamanan Blackwater, Erik Prince, serta Richard Grenell, utusan khusus Presiden Donald Trump, yang belakangan berupaya merundingkan kesepakatan dengan Maduro guna memperluas pengaruh AS di Venezuela.
Seperti Seekor Harimau
Meski kerap dipandang lebih moderat, Presiden Nicolas Maduro menyebut Rodriguez sebagai “harimau” karena pembelaannya yang gigih terhadap pemerintahan sosialisnya.
Saat dilantik sebagai wakil presiden pada Juni 2018, Maduro menggambarkannya sebagai “wanita muda yang berani, berpengalaman, putri seorang martir, revolusioner, dan telah teruji dalam ribuan pertempuran.”
Setelah penculikan Maduro pada hari Sabtu, Rodriguez menuntut pemerintah AS memberikan bukti bahwa Maduro dan istrinya, Cilia Flores, masih hidup, dan tanpa ragu mengecam tindakan AS tersebut.
“Kami menyerukan kepada rakyat di seluruh tanah air besar agar tetap bersatu, karena apa yang terjadi pada Venezuela bisa menimpa siapa saja. Penggunaan kekuatan secara brutal untuk memaksakan kehendak terhadap rakyat dapat dilakukan terhadap negara mana pun,” ujarnya dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi pemerintah VTV.
Kemudian pada Sabtu, Kamar Konstitusi Mahkamah Agung Venezuela memerintahkan Rodriguez untuk menjabat sebagai presiden sementara. Pengadilan memutuskan Rodriguez akan mengambil alih jabatan Presiden Republik Bolivarian Venezuela, untuk menjamin kesinambungan administrasi dan pertahanan komprehensif negara.
Menurut Fernandez, jaminan konstitusional tertentu mungkin dibatasi untuk sementara waktu, yang berarti bahwa kekuasaan publik presiden sementara mungkin terbatas.

Distika Safara Setianda
Editor
