Profil Alvin Hellerstein, Hakim Sidang Nicolas Maduro di AS
- Perkara Maduro yang menyita perhatian internasional ini ditangani Hakim Senior Alvin K. Hellerstein, figur sentral dalam sejumlah kasus hukum kompleks.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Sidang perdana Presiden Venezuela Nicolas Maduro di Pengadilan Distrik Federal Manhattan, New York, resmi memasuki tahap awal.
Perkara yang menyita perhatian internasional ini ditangani oleh Hakim Senior Alvin K. Hellerstein, figur sentral dalam sejumlah kasus hukum paling kompleks dan sensitif di Amerika Serikat selama lebih dari dua dekade terakhir.
Hellerstein, yang kini berusia 92 tahun, memimpin sidang awal pada 5 Januari 2026, di mana Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan konspirasi narkoterrorisme, yang dituding melibatkan jaringan penyelundupan narkoba lintas negara dan kerja sama dengan kelompok bersenjata.
Dalam tahap praperadilan, hakim akan menilai keberatan hukum dari pihak pembela Maduro, terutama menyangkut legalitas penangkapan, yurisdiksi pengadilan AS, serta status Maduro sebagai kepala negara.
Profil Hakim Senior Alvin
Alvin Hellerstein ditunjuk sebagai hakim federal pada 1998 dan sejak itu dikenal sebagai hakim yang kerap menangani perkara berisiko politik tinggi, kejahatan internasional, terorisme, dan keuangan global.
Lulusan Columbia Law School ini sebelumnya menghabiskan hampir 38 tahun sebagai pengacara swasta, serta pernah bertugas di Angkatan Darat Amerika Serikat.
Ia dikenal memegang teguh prinsip hukum Yahudi Ortodoks, dengan kutipan kitab Kejadian “Justice, justice you shall pursue” atau bila diterjemahkan “Keadilan, keadilanlah yang harus kamu kejar.” yang terpampang di ruang kerjanya, sebuah penegasan atas komitmennya pada keadilan prosedural (due process of law).
Dalam berbagai putusan, Hellerstein menampilkan pendekatan yang mandiri, tidak ideologis, dan berfokus pada ketepatan hukum acara, bukan tekanan politik.
Baca juga : Wall Street Rekor Saat Perang, Apa Pelajaran Buat Gen Z?
Rekam Jejak Kasus Besar
Nama Hellerstein menonjol sejak ia memimpin ribuan gugatan sipil korban dan keluarga korban serangan teroris 11 September 2001 (9/11).
Selama bertahun-tahun, ia menolak berbagai upaya penyelesaian yang dinilai tidak adil bagi korban, menjadikan perannya krusial dalam salah satu rangkaian litigasi sipil terbesar dalam sejarah AS.
Di sektor keuangan, ia juga dikenal menjatuhkan vonis berat, diantaranya sebagai berikut
- Kasus Archegos Capital (Bill Hwang) – Hellerstein menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara, salah satu hukuman terberat dalam sejarah kejahatan pasar modal AS.
- Kasus Frank (Charlie Javice) – Vonis 7 tahun penjara, lebih ringan dari tuntutan jaksa, dengan pertimbangan karakter dan proporsionalitas hukuman.
- BNP Paribas – Memutuskan bank raksasa Prancis itu membayar US$20,75 juta terkait keterlibatan dalam transaksi yang beririsan dengan pelanggaran HAM di Sudan.
Di luar itu, Hellerstein juga dikenal tegas terhadap transparansi pemerintah, termasuk memerintahkan publikasi foto-foto penyiksaan tahanan oleh militer AS di Afghanistan dan Irak, meski mendapat penolakan dari eksekutif.
Dalam sejumlah putusan, Hellerstein menunjukkan konsistensi membela kebebasan sipil. Ia pernah menguatkan hak kelompok kontroversial seperti Ku Klux Klan untuk berdemonstrasi, semata-mata atas dasar perlindungan kebebasan berekspresi yang dijamin Konstitusi AS.
Pendekatan ini memperkuat reputasinya sebagai hakim yang memisahkan antara substansi moral dan hak konstitusional warga negara.
Baca juga : Cara Investasi Saham Luar Negeri Untuk Investor Pemula
Menangani Kasus Nicolas Maduro
Penunjukan Hellerstein dalam perkara Maduro dipandang strategis. Ia telah menangani penyelidikan terkait Venezuela selama lebih dari 15 tahun, termasuk menjatuhkan hukuman terhadap sejumlah mantan pejabat tinggi negara tersebut.
Dalam tahap praperadilan, Hellerstein akan menilai argumen pembela Maduro yang menantang yurisdiksi pengadilan AS, serta mempertanyakan legalitas penangkapan dan status Maduro sebagai presiden aktif.
Keputusan awal hakim ini berpotensi menentukan apakah kasus akan berlanjut ke persidangan penuh atau menghadapi hambatan hukum serius.
Dengan usia 92 tahun dan pengalaman lintas dekade, Alvin Hellerstein menjadi simbol stabilitas dan ketelitian hukum dalam perkara yang berimplikasi geopolitik luas.
Bagi Amerika Serikat, sidang ini menjadi ujian penegakan hukum lintas negara. Bagi Venezuela dan komunitas internasional, keputusan Hellerstein akan menjadi preseden penting terkait penuntutan kepala negara di pengadilan asing.

Chrisna Chanis Cara
Editor
