Tren Global

Mochtar Riady Bidik Penjualan One Raffles Place Singapura

  • Grup Riady bidik divestasi One Raffles Place Rp31 T. Saham OUE REIT dan OUE Ltd menguat di tengah lonjakan investasi properti Singapura.
one-raffles-place-podium-key-2.jpg
One Raffles Place (SAA Architech)

JAKARTA, TRENASIA.ID - OUE Commercial REIT (OUE REIT), Real Estate Investment Trust (REIT) yang terdaftar di Bursa Singapura (SGX) dan dikendalikan oleh taipan Indonesia Mochtar Riady, menjajaki peluang penjualan gedung perkantoran ikonik One Raffles Place di kawasan Central Business District (CBD) Singapura.

One Raffles Place merupakan kompleks perkantoran premium yang terdiri atas menara utama setinggi 62 lantai, satu blok perkantoran 38 lantai, serta podium ritel enam lantai, dengan total luas sewa lebih dari 65.000 meter persegi. 

Dikutip laman Forbes, Kamis, 26 Februari 2026, nilai properti ini diperkirakan mencapai S$2,4 miliar, setara US$1,9 miliar atau sekitar Rp31,9 triliun. Dari total tersebut, OUE REIT memiliki sekitar 68% kepemilikan efektif, dengan nilai aset mencapai S$1,9 miliar, atau setara US$1,5 miliar (Rp25,2 triliun) per akhir 2025.

Untuk menjalankan proses penjajakan pasar, OUE REIT menunjuk dua konsultan properti global, yakni CBRE dan JLL. Meski demikian, manajemen menegaskan proses ini masih berada pada tahap awal eksplorasi minat investor, sehingga belum ada jaminan transaksi penjualan akan benar-benar terjadi dalam waktu dekat.

Baca juga : Properti 2026 Diprediksi Rebound, Rumah Seken Jadi Primadona

Bagian dari Strategi Grup Riady

OUE REIT merupakan unit properti Singapura dari OUE Ltd, yang berada dalam ekosistem bisnis Lippo Group. OUE Ltd saat ini dipimpin oleh Stephen Riady, putra Mochtar Riady. 

Keluarga Riady sendiri diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$2,4 miliar, atau setara Rp40,3 triliun, dengan portofolio usaha yang tersebar di sektor properti, ritel, media, kesehatan, hingga pendidikan.

Kabar penjajakan penjualan One Raffles Place langsung mendapat respons positif dari pelaku pasar. Saham OUE REIT tercatat menguat hingga 4,2%, sementara saham OUE Ltd turut naik sekitar 4,3%, mencerminkan optimisme investor terhadap potensi realisasi nilai aset dan strategi pengelolaan portofolio perusahaan.

Data pasar menunjukkan minat investor terhadap properti komersial Singapura tengah berada pada level tinggi. Berdasarkan catatan CBRE, volume investasi pada sektor hotel, perkantoran, dan ritel sepanjang 2025 meningkat 18% menjadi S$33,9 miliar, setara US$26,9 miliar atau sekitar Rp452 triliun, yang merupakan capaian tertinggi dalam delapan tahun terakhir. 

Analis RHB Bank menilai permintaan terhadap aset Grade A di CBD tetap solid, didukung pasokan gedung baru yang terbatas serta posisi dolar Singapura sebagai mata uang safe haven.

Baca juga : Risiko Bencana Pengaruhi Minat Beli Properti Anak Muda

OUE REIT bukan satu-satunya pemilik aset yang memanfaatkan momentum pasar. Sejumlah pemilik properti besar lainnya juga melakukan divestasi, antara lain Royal Holdings yang menjual deretan ruko di Orchard Road senilai S$250 juta, setara US$198 juta (±Rp3,3 triliun). 

Selain itu, Frasers Property, milik taipan Thailand Charoen Sirivadhanabhakdi, juga melepas aset residensial dan ritel senilai S$418 juta, atau sekitar US$331 juta (±Rp5,6 triliun).

Penjajakan penjualan One Raffles Place dinilai sebagai sinyal bahwa pemilik aset premium mulai mengunci keuntungan di tengah siklus pasar yang kuat.

Di sisi lain, langkah ini sekaligus menegaskan posisi Singapura sebagai salah satu tujuan utama investasi properti komersial di Asia, khususnya bagi investor global yang mencari stabilitas dan kualitas aset jangka panjang.