Kenapa Justru UEA Yang Paling Jadi Sasaran Serangan Iran?
- Ini ironis Gerges mengingat UEA telah menjadi jalur ekonomi vital bagi Iran selama bertahun-tahun. Terutama ketika Teheran berjuang di bawah sanksi terberat dalam sejarah.

Amirudin Zuhri
Author


JAKARTA, TRENASIA,ID- Hampir dua minggu setelah perang Iran dimulai, negara-negara Teluk Arablah yang menanggung akibatnya, Terutama Uni Emirat Arab (UEA).
Menurut kementerian pertahanan UEA hingga 10 Maret 2026, lebih dari 1.700 rudal dan drone telah ditembakkan ke arah UEA sejak perang dimulai. Mereka mengklaim lebih dari 90% di antaranya berhasil ditembak jatuh.
Presiden Amerika Donald Trump mengakui bahwa kesediaan Iran untuk menyerang negara-negara tetangga Arabnya merupakan kejutan terbesar baginya selama perang. Korps Garda Revolusi Islam Iran di bagian lain mengatakan bahwa mereka menggunakan 60% dari kekuatan militernya terhadap apa yang mereka sebut sebagai pangkalan dan kepentingan strategis Amerika di negara-negara Arab tetangga. Sementara sisanya diarahkan ke Israel.
Pada akhirnya lebih banyak proyektil telah ditembakkan ke Uni Emirat Arab daripada negara lain mana pun, bahkan tampaknya lebih banyak daripada Israel.
Mengapa Dubai?
Dubai benar-benar merupakan pusat globalisasi. Demikian dikatakan Fawaz Gerges, Profesor hubungan internasional di London School of Economics. Para pemimpin Iran memandang Dubai sebagai fondasi sistem ekonomi global Barat. “Hal itu mengguncang ekonomi dunia, bukan hanya Dubai dan UEA,” katanya dikutip CNN.
Persepsi adalah kunci. Gambar kebakaran di depan sebuah hotel internasional di Dubai atau serangan di dalam area Bandara Internasional Dubai menarik perhatian internasional. Ini karena puluhan ribu ekspatriat dan turis mencoba meninggalkan negara tersebut. Tidak ada yang terluka dalam kedua serangan ini, tetapi dampak psikologisnya bisa sangat signifikan.
Ironi
Gerges menyoroti ironi bahwa UEA telah menjadi jalur ekonomi vital bagi Iran selama bertahun-tahun. Terutama ketika Teheran berjuang di bawah salah satu rezim sanksi terberat dalam sejarah. Seorang pejabat UEA mengatakan bahwa hubungan pada akhirnya akan normal kembali, tetapi mungkin membutuhkan puluhan tahun" untuk membangun kembali kepercayaan. Reputasi Dubai sebagai tempat aman yang dibangun oleh para influencer media sosial kini sirna begitu saja
Uni Emirat Arab adalah salah satu mitra dagang terbesar Iran dengan menempati peringkat kedua setelah China. Bisnis antara kedua negara terus berkembang meskipun Amerika terus memperketat sanksi terhadap Iran. Menurut Organisasi Perdagangan Dunia, perdagangan bilateral mencapai US$28 miliar pada tahun 2024. Sekitar setengah juta warga Iran juga menjadikan Uni Emirat Arab sebagai rumah mereka
Iran menyebut aliansi strategis Abu Dhabi dengan Washington yang telah berlangsung selama beberapa dekade sebagai pembenaran atas serangan tersebut. Setelah ditetapkan sebagai mitra pertahanan utama oleh AS tahun lalu, UEA telah memperjelas siapa yang dipercayanya untuk keamanannya.
Amerika Serikat telah menggelontorkan puluhan miliar dolar ke dalam jet tempur, helikopter, dan sistem pertahanan udara.
Serangan ke Uni Emirate Arab juga Menimbulkan rasa sakit pada sekutu AS. Sanam Vakil dari Chatham House mengatakan bahwa UEA memenuhi lebih dari satu kriteria bagi Republik Islam Iran dalam keinginannya untuk memberikan tekanan pada AS dan sekutunya.
“Dengan menyerang Uni Emirate Arab, Iran tidak hanya menargetkan mitra utama AS, tetapi juga memberi sinyal bahwa negara yang menampung jutaan ekspatriat dan berfungsi sebagai simpul utama dalam keuangan, penerbangan, dan perdagangan global tidak dapat diisolasi.
Besarnya pembalasan tersebut dapat mengindikasikan sejauh mana pemerintah Iran memandang perang ini sebagai ancaman eksistensial. Ketika Israel membom fasilitas nuklir Iran yang kemudian diikuti oleh AS pada hari-hari terakhir, respons Iran terbatas. Yakni serangan terhadap pangkalan udara al Udeid di Qatar yang diyakini telah diumumkan sebelumnya.
Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memberikan jaminan keamanan ala NATO kepada Qatar setelah serangan tersebut. Negara yang juga menjadi sasaran pembalasan Iran selama perang saat ini.
Geografis
Kemudian, ada argumen geografis. Hanya sekitar 100 kilometer perairan yang memisahkan Iran dan UEA. Rudal dan drone tidak membutuhkan waktu lama untuk mencapai pantai negara ini.
Secara harfiah letaknya bersebelahan. Jauh lebih mudah menyerang Dubai dan Uni Emirat Arab daripada menyerang negara lain misalnya Yordania atau Israel. Terlebih Israel terlindungi dengan baik oleh sistem pertahanan udara.
UEA sebenarnya telah melarang penggunaan pangkalan militer atau wilayah udaranya jika serangan terhadap Iran terjadi, tetapi Sikap itu sama sekali tidak melindungnya.
Presiden UEA Mohamed bin Zayed al Nahyan mengeluarkan peringatan langka kepada musuh-musuh negara itu. Dia menegaskan kepada siapaun jangan tertipu oleh penampilan UEA. “Kami memiliki kulit tebal dan daging yang keras. Kami bukanlah mangsa yang mudah,” katanya.
Ada Harapan dan kelegaan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf dan mengatakan Iran tidak akan lagi menargetkan negara-negara tetangganya. Tetapi itu hanya berlangsung singkat. Ini karena serangan baru mengancam Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk lainnya.

Amirudin Zuhri
Editor
