IPO MiniMax Meledak, Saham AI China Naik 60 Persen
- Lewat IPO ini, MiniMax menghimpun dana sekitar US$619 juta.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, MiniMax, resmi mencatatkan sahamnya di Hong Kong Stock Exchange. Pada hari pertama perdagangan, saham MiniMax melonjak lebih dari 60%, mencerminkan tingginya minat investor terhadap perusahaan teknologi AI asal China.
Kenaikan harga saham tersebut terjadi seiring meningkatnya perhatian global terhadap teknologi AI generatif. Melalui penawaran umum perdana (IPO) ini, MiniMax menghimpun dana sekitar US$619 juta, dengan kapitalisasi pasar yang langsung mencapai sekitar US$9,8 miliar pada debutnya di bursa.
Berdasarkan laporan Financial Times yang dikutip Jumat, 9 Januari 2026, IPO MiniMax menjadi bagian dari tren masuknya perusahaan AI China ke pasar saham. Sebelumnya, sejumlah perusahaan sejenis seperti Zhipu AI juga telah menempuh langkah serupa. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya aktivitas penggalangan dana di sektor teknologi kecerdasan buatan melalui pasar modal.
Profil Perusahaan
MiniMax merupakan perusahaan AI generatif yang didirikan oleh Yan Junjie, mantan eksekutif SenseTime. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan model bahasa besar (large language models/LLM) yang ditujukan untuk penggunaan konsumen dan pengembang aplikasi.
MiniMax mengembangkan teknologi AI yang dapat digunakan secara luas, baik di pasar domestik China maupun internasional. Berbeda dengan sejumlah perusahaan AI yang menitikberatkan layanan pada segmen korporasi atau proyek pemerintah, MiniMax lebih banyak mengembangkan produk yang ditujukan langsung kepada pengguna individu.
MiniMax mendapat dukungan dari sejumlah investor besar, termasuk perusahaan teknologi Alibaba dan Tencent, serta firma investasi Hillhouse Capital. Dukungan ini mencakup pendanaan serta akses terhadap ekosistem teknologi dan infrastruktur komputasi.
Seperti banyak perusahaan AI generatif lainnya, MiniMax masih berada dalam tahap pengembangan dan belum membukukan laba. Dana yang diperoleh perusahaan digunakan untuk kegiatan riset dan pengembangan, pelatihan model AI berskala besar, serta perekrutan sumber daya manusia di bidang teknologi.
Produk dan Kinerja Pendapatan
Sumber pendapatan utama MiniMax berasal dari aplikasi AI berbasis konsumen. Dalam sembilan bulan pertama 2025, perusahaan mencatatkan pendapatan lebih dari US$70 juta. Pendapatan tersebut terutama berasal dari aplikasi Talkie, chatbot berbasis karakter virtual, serta Hailuo AI, platform pembuatan video dan konten visual berbasis kecerdasan buatan.
Produk-produk tersebut menunjukkan pemanfaatan AI dalam layanan hiburan, pembuatan konten, dan komunikasi digital yang ditujukan langsung kepada pengguna akhir.
Ke depan, MiniMax berencana memperluas jangkauan bisnisnya ke pasar internasional dengan meningkatkan basis pengguna di luar China. Langkah ini dilakukan di tengah tantangan keterbatasan akses terhadap teknologi chip canggih dan pembatasan teknologi lintas negara.
IPO MiniMax menjadi salah satu contoh meningkatnya aktivitas perusahaan AI China di pasar modal internasional, seiring upaya penguatan industri teknologi domestik melalui pendanaan publik.

Muhammad Imam Hatami
Editor
