Tren Global

Bekal Jemaah Haji Cair, BRI Salurkan SAR 152,49 Juta

  • BRI mulai distribusikan living cost haji 2026 senilai Saudi Arabian Rial (SAR) 152,49 juta untuk 203 ribu jemaah, masing-masing terima SAR 750.
WhatsApp Image 2026-04-25 at 21.40.04.jpeg
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mulai mendistribusikan living cost haji 2026 kepada calon jemaah di seluruh Indonesia sebagai bekal kebutuhan selama berada di Tanah Suci. (BRI)

JAKARTA, TRENASIA.ID--PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mulai mendistribusikan living cost haji 2026 kepada calon jemaah di seluruh Indonesia sebagai bekal kebutuhan selama berada di Tanah Suci.

Tahun ini, total dana yang disiapkan mencapai Saudi Arabian Rial (SAR) 152.490.000 untuk 203.320 jemaah. Penyaluran dilakukan secara bertahap mulai akhir April hingga akhir Mei 2026, mengikuti jadwal keberangkatan jemaah.

Rincian Uang Saku Jemaah

Setiap jemaah menerima SAR 750 yang sudah disusun dalam pecahan praktis agar mudah digunakan untuk transaksi sehari-hari di Arab Saudi.

Komposisinya:

  • SAR 500 (1 lembar)
  • SAR 100 (2 lembar)
  • SAR 50 (1 lembar)

Skema ini dirancang agar jemaah tidak kesulitan saat bertransaksi, terutama untuk kebutuhan kecil seperti makan, transportasi lokal, hingga belanja harian.

Distribusi Bertahap Sesuai Jadwal Haji

Penyaluran dilakukan menjelang keberangkatan, sehingga uang dapat langsung digunakan setibanya di Tanah Suci. Model ini juga membantu memastikan distribusi lebih tertib dan tepat sasaran.

Dampaknya ke Jemaah dan Ekonomi

Living cost bukan sekadar uang saku, tetapi bagian penting dari ekosistem layanan haji.

Dampaknya:

  • Jemaah lebih siap secara finansial di luar biaya paket haji
  • Mengurangi kebutuhan penukaran uang mandiri yang berisiko
  • Menjamin transaksi menggunakan mata uang resmi di Arab Saudi

Dari sisi sistem keuangan, distribusi terpusat seperti ini juga membantu menjaga transparansi dan efisiensi pengelolaan dana haji.

Distribusi living cost oleh BRI memastikan jemaah haji Indonesia memiliki bekal yang cukup dan praktis sejak keberangkatan. Dengan standar nominal dan pecahan yang seragam, jemaah bisa lebih fokus beribadah tanpa terbebani urusan transaksi harian.