Badan Geologi: Potensi Letusan Anak Krakatau Masih Tinggi
- Badan Geologi menyebut probabilitas terjadinya letusan Gunung Anak Krakatau dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi. Warga diminta tetap siaga.

Chrisna Chanis Cara
Author


Erupsi Gunung Anak Krakatau. / Pixabay
(Pixabay)JAKARTA, TRENASIA.ID – Badan Geologi menyebut probabilitas terjadinya letusan Gunung Anak Krakatau dalam beberapa periode waktu selanjutnya masih tinggi.
Karena itu, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap ditetapkan pada Level III atau Siaga berdasarkan hasil analisis dan evaluasi hingga 7 September 2026.
Badan Geologi juga mengingatkan adanya potensi bahaya lain apabila erupsi Gunung Anak Krakatau kembali berlangsung secara terus-menerus. Salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah aliran lava.
“Probabilitas untuk terjadi letusan dalam beberapa periode waktu selanjutnya adalah masih tinggi. Ancaman bahaya erupsi berasal dari lontaran batu pijar disertai hujan abu lebat. Potensi ancaman bahaya lainnya berasal dari aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi, ” tulis Badan Geologi dalam siaran resmi.
Dengan status Level III (Siaga), masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau serta pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang memasuki dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah potensi bahaya erupsi, antara lain awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, serta hujan abu lebat.
Abu Vulkanik Ganggu Kesehatan Pernapasan
Selain ancaman erupsi, abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian. Masyarakat yang terdampak abu vulkanik hasil erupsi direkomendasikan mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Jika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik," bunyi keterangan Badan Geologi.
Imbauan tersebut menjadi penting karena sebaran abu vulkanik dapat mencapai wilayah di luar kawasan Gunung Anak Krakatau, tergantung arah dan kecepatan angin.
Warga Banten dan Lampung Diminta Tak Percaya Isu Tsunami
Badan Geologi juga meminta masyarakat di wilayah pantai Banten dan Lampung tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengenai potensi tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Masyarakat di wilayah pesisir tersebut tetap dapat melakukan aktivitas seperti biasa dengan tetap mengikuti arahan dari BPBD setempat.
Badan Geologi mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh isu yang beredar di media sosial.
Dengan status Gunung Anak Krakatau yang masih berada pada Level III (Siaga), kewaspadaan tetap diperlukan, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api dan wilayah yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Hadi Zairin pada 07 Sep 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
