Tren Global

AS dan Meksiko Capai Deal Air Usai Ancaman Trump

  • AS dan Meksiko mencapai kesepakatan pasokan air lintas perbatasan pada Februari 2026 usai ancaman tarif Presiden Donald Trump terkait krisis air Texas.
Bendungan sungai colorado.jpg
Bendungan Sungai Colorado (Bendungan Sungai Colorado)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Amerika Serikat dan Meksiko akhirnya mencapai kesepakatan baru mengenai pasokan air lintas perbatasan pada Februari 2026, menyusul memanasnya sengketa yang sempat memicu ancaman sanksi dan tarif dagang dari Presiden AS Donald Trump pada tahun sebelumnya.

Kesepakatan ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan air untuk wilayah Texas bagian selatan (Lower Rio Grande Valley), kawasan pertanian strategis AS yang selama bertahun-tahun mengalami tekanan pasokan akibat keterlambatan pengiriman air dari Meksiko.

Dikutip laman Reuters, Selasa, 10 Februari 2026, ketegangan meningkat sejak tahun 2025, ketika Presiden Donald Trump secara terbuka mengancam Meksiko dengan sanksi dan kenaikan tarif impor jika tidak mempercepat dan menstabilkan pasokan air sesuai perjanjian bilateral. 

Pemerintah AS bahkan menyebut opsi kenaikan tarif hingga 5 persen terhadap produk Meksiko sebagai alat tekanan dalam negosiasi.

Trump menegaskan kekurangan air telah merugikan petani Texas, khususnya di Lower Rio Grande Valley, yang sangat bergantung pada aliran air dari sungai-sungai yang hulunya berada di wilayah Meksiko.

Baca juga : Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih

Isi Kesepakatan Air AS - Meksiko

Dalam kesepakatan terbaru ini, Meksiko berkomitmen mengirimkan minimal 350.000 acre-feet air per tahun kepada Amerika Serikat selama siklus lima tahunan yang sedang berjalan. Volume tersebut setara dengan sekitar 431,7 juta meter kubik per tahun.

Komitmen tahunan ini menjadi perubahan penting dibandingkan Perjanjian Air 1944, yang sebelumnya hanya menetapkan total kewajiban lima tahunan, tanpa mengatur distribusi tahunan secara rinci.

Akibatnya, Meksiko kerap menunda pengiriman air di awal periode dan baru melunasi kewajiban menjelang akhir siklus, menciptakan ketidakpastian pasokan bagi sektor pertanian di Texas.

“Kesepakatan ini memberi kepastian dan stabilitas bagi produsen pertanian dan komunitas lokal di Lower Rio Grande Valley,” demikian pernyataan pejabat AS yang terlibat dalam perundingan.

Perjanjian Air AS - Meksiko tahun 1944 mengatur pembagian air dari sungai-sungai perbatasan, termasuk Rio Grande dan Sungai Colorado. Dalam perjanjian tersebut, Meksiko berkewajiban menyalurkan air dari sejumlah anak sungai Rio Grande ke AS, sementara AS memasok air Sungai Colorado ke Meksiko.

Namun, pola pelunasan “utang air” oleh Meksiko yang tidak merata setiap tahun telah lama dikeluhkan petani Texas. Ketidakpastian ini menyulitkan perencanaan tanam, meningkatkan risiko gagal panen, dan menekan ekonomi lokal.

Baca juga : Bank Mandiri Perluas Akses Gizi dan Air Bersih

Krisis Air AS

Tekanan AS untuk mengamankan pasokan air tidak terlepas dari kondisi geografis dan iklim wilayah perbatasan tersebut.

Lower Rio Grande Valley merupakan kawasan pertanian intensif yang sangat bergantung pada pasokan air lintas negara. Wilayah ini juga rentan terhadap kekeringan berkepanjangan dan fluktuasi pola hujan, sehingga keterlambatan aliran air dari Meksiko berdampak langsung pada produksi pangan dan pasokan air masyarakat.

Di sisi lain perbatasan, kesepakatan ini memicu kekhawatiran di Meksiko, khususnya di negara bagian seperti Tamaulipas. Petani setempat juga menghadapi kekeringan dan menilai komitmen baru ke AS berpotensi mempersempit pasokan air domestik.

Meski sempat memicu retorika keras dan ancaman perang dagang, para analis menilai sengketa ini bersifat regional, bukan cerminan krisis air nasional di Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah menstabilkan pasokan air di wilayah perbatasan tertentu, bukan kekurangan air secara menyeluruh di AS.

Kesepakatan Februari 2026 dipandang sebagai kemenangan diplomatik bagi Washington, sekaligus kompromi yang sensitif secara politik bagi Meksiko, di tengah tekanan domestik dan tantangan perubahan iklim.