Ancaman Bom Paksa Pesawat Jemaah Haji Dialihkan ke Kualanamu
- Ancaman dikirimkan oleh pihak tak dikenal melalui surat elektronik (email) pada pukul 07.30 WIB dan ditujukan kepada pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah haji

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengonfirmasi telah menerima laporan ancaman bom terhadap salah satu pesawat pengangkut jemaah haji milik maskapai Saudia Airlines.
Ancaman dikirimkan oleh pihak tak dikenal melalui surat elektronik (email) pada pukul 07.30 WIB dan ditujukan kepada pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5276 yang mengangkut 442 jemaah haji Kloter 12 JKS dari Jeddah menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
“E-mail tersebut berisikan ancaman orang yang tidak di kenal yang akan meledakkan pesawat milik Saudia Airlines SV 5276 dengan rute Jeddah – Jakarta” tulis Holding Statement, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dikutip Selasa, 17 Januari 2025.
Menindaklanjuti laporan tersebut, otoritas Bandara Soekarno-Hatta segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) dan memanggil seluruh anggota Komite Keamanan Bandar Udara guna mengoordinasikan langkah-langkah penanganan.
“Pihak Bandar Udara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Ruang EOC (Emergency Operation Center) yang merupakan pusat komando dan pengendalian penanggulangan keadaan darurat,” ungkap Holding statement tersebut.
- Wacana Standardisasi Kemasan Rokok Lanjut, Gaprindo: Langgar UU Merek dan Indikasi Geografis
- Tembus Pasar Global, UMKM Madu Lokal Binaan BRI Naik Kelas
- Naik 38 Poin, IHSG Hari Ini Ditutup di 7.155,85
Seiring perkembangan situasi, AirNav Indonesia melaporkan bahwa pada pukul 10.17 WIB, pilot pesawat memutuskan untuk melakukan divert ke Bandara Internasional Kualanamu, Medan, guna penanganan lebih lanjut dan intensif.
Sesampainya di Kualanamu pukul 10.55 WIB, pesawat langsung diarahkan ke area parkir khusus (isolated parking position). Evakuasi seluruh penumpang jemaah haji pun segera dilakukan sebagai bagian dari protokol keselamatan.
Jihandak Turun Tangan
Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari kepolisian yang telah siaga di lokasi langsung melakukan penyisiran menyeluruh terhadap pesawat untuk memastikan tidak adanya bahan peledak atau ancaman lainnya di dalam kabin.
“Bandar Udara Kualanamu telah melakukan evakuasi terhadap penumpang haji dan selanjutnya Tim Jihandak melakukan penyisiran terhadap keberadaan bom di dalam pesawat udara,” tambah Holding Statement tersebut.
Kemenhub menyatakan bahwa seluruh prosedur yang dilakukan telah sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 140 Tahun 2015 tentang Program Penanggulangan Keadaan Darurat Keamanan Penerbangan Nasional serta Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor PR 22 Tahun 2024 tentang Pedoman Teknis Penilaian Ancaman Keamanan Penerbangan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan maskapai, otoritas bandara, serta seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan situasi dapat dikendalikan secara aman.
Hingga kini, investigasi terhadap sumber ancaman bom masih berlangsung. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada otoritas terkait.

Amirudin Zuhri
Editor
