Tren Ekbis

Zaman Sudah Berubah, Berikut Sederet Pekerjaan Hybrid untuk Anak Muda

  • Tren kerja hybrid membuka peluang besar di industri kreatif Indonesia. Simak 7 sektor potensial dengan penghasilan tinggi bagi generasi muda.
Ilustrasi wanita sedang bekerja.
Ilustrasi wanita sedang bekerja. (Freepik)

JAKARTA, TRENASIA.ID  - Tren kerja hybrid semakin menguat di Indonesia, terutama di kalangan generasi muda. Paduan antara fleksibilitas bekerja dari rumah dan kesempatan kolaborasi langsung di lapangan membuat pola ini selaras dengan berkembangnya industri kreatif tanah air. 

Berdasarkan analisis TrenAsia dari berbagai sumber, dipadukan data Kemenparekraf 2025, setidaknya ada tujuh sektor industri kreatif yang potensial untuk ditekuni oleh anak muda Indonesia, diantaranya sebagai berikut,

Audiovisual dan Konten Digital 

Sektor audiovisual dan konten digital kini menjadi salah satu primadona. Produksi film pendek, podcast visual, hingga konten TikTok/YouTube kian diminati. Kontribusinya terhadap PDB mencapai Rp125 triliun, dengan permintaan konten lokal naik 40% pasca-pandemi. Kreator bisa meraih Rp5-20 juta per proyek, terutama untuk konten viral. 

Desain Grafis dan Visual

Di bidang desain grafis dan visual, peluang datang dari branding digital, ilustrasi, dan UI/UX design. Sebanyak 90% proyek dapat dikerjakan secara remote, termasuk dengan klien global melalui platform seperti Fiverr dan Upwork.

Pengembangan Game dan Aplikasi 

Sementara itu, pengembangan game dan aplikasi memberikan kesempatan bagi developer indie, game tester, hingga game artist, dengan industri game Indonesia yang tumbuh 22% per tahun dan nilai pasar mencapai Rp15 triliun. 

Baca juga : Sektor Hijau Potensi Serap Tenaga Kerja, Tapi Belum Jadi Prioritas

Digital Marketing dan Influencer

Pada sektor digital marketing dan influencer, profesi seperti social media manager, SEO specialist, dan konten kreator terus berkembang, apalagi 47% UMKM kini mengalokasikan anggaran iklan digital untuk kreator lokal.

Musik dan Hiburan Digital

Di sektor musik dan hiburan digital, musik indie, soundtrack, dan konser virtual mengalami lonjakan popularitas hingga 300% sejak 2023, dengan Spotify dan JOOX menjadi kanal distribusi utama. 

Penulisan Kreatif dan Media

Bidang penulisan kreatif dan media juga menjanjikan, dengan peluang bagi copywriter, penulis konten, dan penerjemah, didukung fakta bahwa 60% media online memanfaatkan freelancer untuk produksi konten. 

Desain Produk dan Mode

Terakhir, desain produk dan mode semakin berkembang, meliputi fashion designer, produk ramah lingkungan, dan e-commerce, dengan dukungan program Kemenparekraf untuk UKM kreatif.

Baca juga : Riset Prasasti ICOR: Ekonomi Digital Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Tantangan Kerja Hybrid di Industri Kreatif

Meski menjanjikan, model kerja hybrid juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah skill mismatch, di mana 65% anak muda belum menguasai tools profesional seperti Adobe Suite atau Blender. 

Ada pula masalah kesenjangan teknologi berupa keterbatasan akses internet dan perangkat kerja di sebagian daerah. Selain itu, keadilan kolaborasi dalam tim hybrid sering kali timpang. 

Permasalahan diatas bisa diatasi melalui pelatihan sertifikasi digital, pemanfaatan coworking space komunitas, dan penggunaan teknologi AI seperti Logitech Sight untuk mendukung kolaborasi jarak jauh.

Beberapa sektor industri kreatif memiliki pertumbuhan dan potensi penghasilan yang signifikan. Sektor game development tumbuh 25% per tahun dengan penghasilan rata-rata Rp8-30 juta per bulan. 

Digital marketing tumbuh 18% per tahun dengan penghasilan Rp6-25 juta per bulan. Desain grafis mengalami pertumbuhan 15% per tahun dengan penghasilan Rp5-20 juta per bulan, sementara konten kreator tumbuh 30% per tahun dengan potensi penghasilan Rp3-100 juta per bulan, tergantung tingkat engagement.

Perubahan zaman menuntut adaptasi cepat. Generasi muda dapat memanfaatkan momentum ini dengan menguasai keterampilan digital, membangun portofolio global, dan memanfaatkan dukungan ekosistem kreatif. 

Sektor seperti game development, audiovisual, dan digital marketing diprediksi menjadi primadona dengan peluang penghasilan tinggi dan sistem kerja yang fleksibel. Mitigasi tantangan melalui peningkatan skill dan adopsi teknologi kolaboratif akan menjadi kunci keberhasilan di era kerja hybrid.