Tren Ekbis

Wajah Keselamatan Mobil China (Bagian 2/Habis): Realita Recall dan Pertarungan Teknologi

  • Apa risiko tersembunyi mobil listrik selain uji tabrak? Kupas tuntas isu recall, ancaman siber, dan perang teknologi ADAS yang menjadi faktor kunci keselamatan.
Pengisian Mobil Listrik di SPKLU PLN.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – Setelah menilik data uji tabrak pada bagian pertama, penelusuran berlanjut ke aspek keselamatan yang tak kalah penting. Keandalan jangka panjang dan keamanan teknologi menjadi faktor krusial berikutnya yang wajib dipertimbangkan oleh setiap calon pembeli mobil listrik.

Keamanan sebuah kendaraan tidak hanya diukur saat terjadi kecelakaan, tetapi juga dari rekam jejaknya selama masa pemakaian. Isu penarikan kembali atau recall menjadi salah satu indikator kunci mengenai kualitas jangka panjang sebuah produk yang telah dilepas ke pasar.

Beberapa merek EV China memang tak luput dari isu ini, seperti BYD yang pernah melakukan recall untuk model Atto 3. Begitu pula NIO, merek premium, yang sempat menarik unitnya dari pasar akibat adanya potensi risiko pada paket baterai generasi awal.

Akan tetapi, menuding recall sebagai masalah eksklusif pabrikan China adalah pandangan yang keliru. Fenomena ini merupakan fakta industri yang dihadapi oleh semua merek di tengah kompleksitas transisi menuju era elektrifikasi yang sarat dengan berbagai teknologi baru.

Tesla, sang pionir EV dari Amerika, tercatat sebagai salah satu merek yang paling sering mengumumkan recall, baik di AS maupun China. Mayoritas kasusnya terkait pembaruan perangkat lunak untuk sistem Autopilot serta manajemen termal pada baterai yang digunakannya.

Pabrikan raksasa seperti General Motors juga pernah melakukan recall untuk Chevrolet Bolt karena risiko kebakaran baterai. Ini menunjukkan bahwa tantangan teknologi baterai merupakan isu universal yang dihadapi oleh hampir semua produsen mobil listrik di seluruh dunia saat ini.

Di era mobil modern, muncul pula dimensi ancaman lain yang tak kasat mata, yaitu keamanan siber. Mobil yang kini terhubung ke internet ibarat ‘komputer beroda’ yang membuka celah bagi para peretas untuk melancarkan serangan jarak jauh yang merugikan.

Kerentanan terhadap serangan siber ini sejatinya bersifat universal bagi semua merek mobil modern. Namun, muncul kekhawatiran spesifik pada mobil China, terutama menyangkut kebijakan privasi dan keamanan data pribadi pengguna yang dikumpulkan oleh sistem kendaraan selama dioperasikan.

Uniknya, pabrikan China justru menawarkan keunggulan signifikan dalam hal teknologi keselamatan aktif. Mereka secara agresif menyematkan paket Advanced Driver-Assistance Systems (ADAS) sebagai fitur standar, bahkan pada varian dengan harga yang paling terjangkau untuk konsumen.

Fitur canggih seperti Adaptive Cruise Control dan Lane Centering Assist kerap menjadi kelengkapan standar. Strategi ini kontras dengan banyak merek Jepang atau Eropa, di mana fitur serupa seringkali menjadi opsi tambahan berbayar atau hanya ada di trim termahal.

Dari perspektif pencegahan insiden, strategi penawaran paket ADAS lengkap ini secara objektif berhasil meningkatkan standar keselamatan di pasar. Rentetan fitur canggih tersebut terbukti efektif mengurangi risiko kecelakaan yang diakibatkan oleh faktor kelalaian pengemudi di jalan raya.

Cerdas di Tengah Persaingan

Lantas, apakah harga murah mobil listrik China berarti mempertaruhkan keselamatan? Data menunjukkan jawabannya tidak selalu demikian. Kunci bagi konsumen adalah meninggalkan generalisasi dan beralih ke evaluasi yang lebih spesifik dan berbasis pada data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Pertama, selidiki hasil uji tabrak secara detail. Jangan hanya terpaku pada peringkat bintang, namun periksa skor perlindungan untuk penumpang dewasa dan anak-anak. Informasi ini tersedia secara transparan di situs resmi lembaga penguji seperti Euro NCAP atau sejenisnya.

Kedua, verifikasi kelengkapan fitur keselamatan standar pada varian yang akan dibeli. Pastikan fitur vital seperti minimal enam airbag, sistem pengereman ABS, EBD, dan terutama Electronic Stability Control (ESC) sudah menjadi kelengkapan bawaan dari pabrikan mobil.

Ketiga, lacak rekam jejak penarikan kembali atau recall atas model incaranmu. Lakukan riset cepat secara daring mengenai isu yang pernah menimpa model tersebut, baik di pasar domestik maupun di pasar global sebagai bahan pertimbangan yang matang.

Keempat, bandingkan secara cermat kelengkapan paket ADAS yang ditawarkan. Nilai fitur-fitur keselamatan aktif ini sebagai faktor penting dalam pencegahan kecelakaan. Jangan ragu untuk meminta penjelasan detail mengenai fungsi dari setiap fitur yang ada pada mobil.

Pada akhirnya, persaingan ketat di pasar EV adalah sebuah disrupsi positif. Kondisi ini tidak hanya membuat teknologi mobil listrik lebih terjangkau, tetapi juga menetapkan standar baru dalam kelengkapan fitur, yang pada gilirannya mendorong industri untuk menyajikan produk yang lebih aman.